Shin Tae-yong dan Pergantian Pelatih Timnas di Tengah Jalan, Perjudian Besar PSSI?

Mengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih saat Indonesia masih menyisakan empat laga kualifikasi Piala Dunia bisa dibilang tindakan yang berisiko tinggi dari PSSI.

06 Jan 2025 17:42 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Dalam investasi, ada prinsip terkenal yang menyebut bahwa hasil optimal bisa dicapai hanya dengan risiko yang juga tinggi. PSSI agaknya menerapkan prinsip tersebut dalam konteks pemutusan kontrak Shin Tae-yong. Perpisahan timnas sepak bola Indonesia dengan Shin terjadi kala perjuangan menembus babak utama Piala Dunia 2026 masih berlangsung.

Timnas Indonesia kini menempati peringkat ketiga Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Asa tim ”Garuda” bermain untuk pertama kali sepanjang sejarah di Piala Dunia masih sangat terbuka dengan syarat bisa tampil gemilang di sisa empat laga menghadapi Australia, Bahrain, China, dan Jepang, pada Maret dan Juni.

Di tengah perjalanan mewujudkan mimpi tersebut, PSSI mengambil langkah mengejutkan dengan memutus kontrak Shin di tengah jalan. Kontrak Shin masih tersisa hingga Juni 2027. Padahal, pelatih asal Korea Selatan itu baru saja menandatangani perpanjangan kontrak pada Juni tahun lalu.

”Tentu dinamika daripada tim nasional ini perlu juga menjadi perhatian khusus oleh kami dalam evaluasi. Kami melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang lebih baik, dan tentu implementasi program yang lebih baik juga secara menyeluruh untuk tim nasional,” kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, saat mengonfirmasi isu pemutusan kontrak Shin di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Permasalahan komunikasi berkali-kali disebut Erick saat menjelaskan pertimbangan mengganti nakhoda timnas. Sejak menangani timnas Indonesia pada 2019, Shin memang belum fasih berbahasa Indonesia, apalagi Inggris. Adapun anggota skuad timnas saat ini mayoritas diisi oleh pemain-pemain yang tumbuh di Belanda.

Pelatih Shin Tae Yong saat memimpin para pemain timnas sepakbola Indonesia berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Latihan ini menjadi latihan pertama skuad â??Garudaâ? dalam menjalani pemusatan latihan dengan asuhan pelatih asal Korea Shin Tae Yong. Pemusatan latihan ini untuk menyiapkan skuad timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret mendatang. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO (RON) 14-02-2020

PSSI pun telah menetapkan calon pengganti Shin. Lagi-lagi, pertimbangan komunikasi mendasari pemilihan kandidat pelatih Indonesia berikutnya. Erick mengungkapkan, pengganti Shin merupakan pelatih asal Belanda. Dia akan bekerja dengan didampingi dua asisten.

Dengan memilih pelatih yang berlatar belakang sama seperti mayoritas para pemain timnas, komunikasi serta kerja sama tim diharapkan bisa terwujud lebih baik. Namun, Erick enggan membeberkan lebih jauh mengenai identitas pelatih tersebut.

Kesepakatan antara PSSI dan sang pelatih Belanda tercapai dalam waktu lima hari. Erick bahkan terbang langsung ke Eropa untuk bertemu dan mewawancarai langsung calon pengganti Shin. Mulanya, ada tiga kandidat pelatih pengganti Shin. Kesepakatan pada akhirnya tercapai dengan pelatih asal Belanda. Pelatih baru tersebut menurut rencana akan tiba di Indonesia pada Sabtu (11/1/2025) malam dan diperkenalkan ke publik pada Minggu (12/1/2025) sore.

Quote

Pergantian ini sangat riskan, kecuali timnas mendapat pelatih kelas satu dari Belanda. (Anton Sanjoyo)

Mengganti pelatih di saat masih ada empat laga krusial merupakan satu langkah yang sangat berisiko bagi PSSI. Meskipun pelatih baru dan mayoritas pemain berasal dari Belanda, tidak ada jaminan proses transisi dari Shin ke sang suksesor akan berjalan mulus.

Pengalaman mengganti pelatih pernah dilakukan Arab Saudi dengan memecat Roberto Mancini dan menunjuk Herve Renard sebagai suksesor. Renard bukanlah sosok asing di timnas Arab Saudi. Ia sempat memimpin ”Green Falcon” di Piala Dunia Qatar 2022 sebelum mengundurkan diri lalu kembali menerima tawaran melatih.

Roberto Mancini, pelatih Arab Saudi KOMPAS/IWAN SETIYAWAN (SET) 21-01-2024

Meskipun sudah mengenal luar dalam timnas Arab Saudi, Renard tetap kesulitan di awal-awal mengambil kursi kepelatihan dari Mancini. Dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia, belum sekali pun Arab Saudi memetik kemenangan. Mereka hanya mampu bermain imbang saat bertemu Australia, lalu kalah dari Indonesia di Jakarta.

Betapa pun hebatnya profil pelatih timnas baru yang didatangkan PSSI, ia tentunya perlu penyesuaian kecil atau besar sebelum benar-benar bisa padu dengan para pemain. Apalagi, timnas Indonesia akan kedatangan sejumlah nama baru menjelang empat laga terakhir putaran ketiga.

Satu yang hampir pasti adalah Ole Romeny yang baru bergabung dengan klub divisi Championship Inggris, Oxford United. Erick menyampaikan, perkembangan proses naturalisasi Romeny semakin positif.

Dilematis

Pengamat sepak bola Anton Sanjoyo menilai pergantian pelatih di tengah perjuangan lolos ke Piala Dunia bak koin bermata dua bagi Indonesia. Ia sepakat bahwa salah satu kelemahan terbesar Shin adalah tidak menguasai bahasa selain Korea.

Padahal, timnas Indonesia saat ini terdiri dari para pemain dari berbagai macam latar belakang bahasa. Setidaknya Shin minimal bisa berbicara dengan bahasa Inggris. Namun, itu pun termasuk sulit dia wujudkan.

Pelatih Shin Tae-yong menyapa penonton seusai pertandingan perdana babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022 antara Indonesia melawan Vietnam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2022). Pertandingan pertama grup A ini berakhir dengan skor 0-0. KOMPAS/RIZA FATHONI (RZF) 02-07-2022

Keterbatasan bahasa itu tentu tidak bisa serta-merta diselesaikan dengan menggunakan penerjemah. Dalam situasi pertandingan, di mana pelatih terus memberikan instruksi dari tepi lapangan, momentum yang terjadi berubah sangat cepat, bahkan bisa sepersekian detik. Hambatan bahasa sangat terasa dalam situasi tersebut. Penerjemah Shin pun belum tentu bisa memahami istilah-istilah teknis dalam sepak bola.

Untuk itu, alasan Erick menunjuk pelatih asal Belanda sebagai suksesor Shin sangat bisa dipahami. Dengan kesamaan bahasa, para pemain diaspora Indonesia tentu tidak akan kesulitan menerjemahkan isi kepala sang pelatih ke atas lapangan. Terlebih orang Belanda mayoritas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

Adapun para pemain nondiaspora Indonesia umumnya sudah memahami sejumlah kosakata dalam bahasa Inggris. Pada titik ini, kendala bahasa, khususnya komunikasi, bisa diatasi. Semua pihak terakomodasi, tidak ada yang ditinggalkan.

Di sisi lain, pergantian pelatih saat Indonesia tinggal menyisakan empat laga amat riskan. Pelatih baru bisa saja membawa formula atau strategi baru yang sama sekali bertolak belakang dengan Shin. Artinya, para pemain perlu penyesuaian lagi dengan filosofi pelatih baru.

Padahal, skuad timnas saat ini sudah bermain bersama hampir satu tahun. Mereka pun tergolong sudah cukup fasih menerapkan ide-ide dasar Shin yang gemar menggunakan formasi tiga bek.

infografik Laga Kompetitif dan Capaian Terbaik Timnas

”Memang pergantian ini sangat riskan, kecuali timnas mendapat pelatih kelas satu dari Belanda. Kalau dapat (pelatih) Belanda, berarti itu nanti akan linier antara pemain dan pelatih. Mereka satu bahasa dan satu ilmu. Jadi, nanti tinggal menyesuaikan sedikit,” ujar Anton.

Waktu yang tersedia bagi pelatih baru memoles timnas hanya sekitar 1,5 bulan. Setelah itu, tim Garuda harus bersiap menantang tuan rumah Australia. Pada laga itu, hasil perjudian PSSI akan mulai terlihat, apakah performa timnas meningkat atau justru terperosok akibat penyesuaian kecil.

Perjudian barangkali merupakan langkah terbaik yang bisa diambil pengurus PSSI saat ini. Mengutip kalimat Tan Malaka, hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan….


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono