Peringatan 50 Tahun Kekejaman Pol Pot

Peringatan pembantaian 2 juta warga Kamboja selama empat tahun pemerintahan Pol Pot.

16 Apr 2025 13:11 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Hari ini, 17 April 2025, genap 50 tahun lalu, pasukan Khmer Merah memasuki Phnom Penh, ibu kota Kamboja, dan mengalahkan tentara Lon Nol yang berkuasa. Pengambilalihan Phnom Penh menandai awal dari genosida di Kamboja. Lebih dari 2 juta orang diperkirakan dibunuh. Bombardir pesawat Amerika Serikat yang bertujuan menghalangi kelompok komunis ini mengambil alih Kamboja gagal. Pol Pot berhasil mengudeta pemerintahan Raja Norodom Sihanouk.

Kamis, 17 April 1975, menjadi babak baru pemerintahan komunis yang dipimpin Pol Pot dengan tentara Khmer Merahnya. 

Foto 24 Maret 2025, menunjukkan pemandangan bekas lokasi kerja paksa Khmer Merah di waduk Trapeang Thma, Distrik Phnom Srok, Provinsi Banteay Meanchey.
Foto 24 Maret 2025, Mean Loeuy yang selamat dari kamp kerja paksa Khmer Merah, menceritakan kisahnya kepada sekelompok anak-anak dalam program pendidikan di sebuah sekolah di Distrik Phnom Srok, Provinsi Banteay Meanchey.
Foto 24 Maret 2025, menunjukkan biksu Buddha Kamboja melihat tengkorak korban rezim Khmer Merah di sebuah pagoda di Distrik Phnom Srok, Provinsi Banteay Meanchey.
Foto 24 Maret 2025, peneliti menjelaskan rezim Khmer Merah kepada sekelompok siswa selama program penjangkauan di sebuah sekolah di Distrik Phnom Srok, Provinsi Banteay Meanchey.
Foto 22 Maret 2025, peneliti Pusat Perdamaian Anlong Veng Sout Vichet menjelaskan kepada para siswa di rumah mantan komandan militer Khmer Merah Ta Mok di Distrik Anlong Veng, Provinsi Oddar Meanchey.
Foto 28 Maret 2025, turis berjalan melewati kuburan massal korban rezim Khmer Merah di Peringatan Ladang Pembunuhan Choeung Ek di Phnom Penh.

Tindakan pertama Pol Pot setelah menguasai Kamboja adalah mengatur ulang kalender ke ”Tahun Nol” dan memulai pemerintahan teror yang brutal. Ia mengosongkan ibu kota dan mengirim orang-orangnya ke kamp kerja di perdesaan dengan mengklaim mengembalikan masyarakat ke zaman keemasan ketika tanah itu dibudidayakan oleh para petani. Sejak itu, selama empat tahun berikutnya, lebih dari 2 juta atau seperempat jumlah penduduk meninggal karena kelelahan, kelaparan, penyakit, penyiksaan, atau melalui eksekusi. 

Bukti-bukti kekejaman ini terlihat di Museum Genosida Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja. Awalnya, gedung ini adalah bekas sekolah dasar yang diubah menjadi penjara dan pusat penyiksaan oleh rezim Khmer Merah. Dinamai ”Penjara Keamanan 21”, ruang-ruang kelas disulap menjadi sel dan ruang interogasi yang juga berfungsi sebagai pusat penyiksaan. Sekeliling bangunan dipasang kawat berduri yang dialiri listrik. Semua jendela dipasang jeruji untuk mencegah tahanan kabur.

Foto udara 28 Maret 2025, sebuah stupa di Peringatan Lapangan Pembunuhan Choeung Ek di Phnom Penh.
Foto 22 Maret 2025, peneliti Pusat Perdamaian Anlong Veng Sout Vichet berjalan di lokasi rumah mantan pemimpin Khmer Merah Pol Pot di distrik Anlong Veng di provinsi Oddar Meanchey.
Foto 23 Maret 2025, mantan tentara Khmer Merah Phong Heang duduk di kursi roda di rumahnya di Distrik Anlong Veng, Provinsi Oddar Meanchey.
Foto 22 Maret 2025, seorang wanita menyapu di depan situs kremasi mantan pemimpin Khmer Merah Pol Pot di Distrik Anlong Veng, Provinsi Oddar Meanchey.
Foto 22 Maret 2025, peneliti Pusat Perdamaian Anlong Veng Sout Vichet melihat papan informasi di lokasi rumah mantan pemimpin Khmer Merah Pol Pot di Distrik Anlong Veng, Provinsi Oddar Meanchey.
Foto 28 Maret 2025, wisatawan melihat foto potret korban rezim Khmer Merah di Museum Genosida Tuol Sleng di Phnom Penh.

Diperkirakan lebih dari 20.000 orang ditangkap, dipenjara, dan dibunuh dalam penjara ini. Mereka yang dibawa ke sini adalah orang-orang yang dianggap terpelajar. Selepas dari penjara ini, para tahanan dibawa ke ladang pembantaian terdekat, yang berjarak 10 kilometer. Tempat itu sekarang terkenal dengan nama Choeung EK. Diperkirakan ada 300 tempat seperti Choeung Ek di Kamboja selama pemerintahan Pol Pot. 

Dibantu Amerika Serikat, Vietnam berhasil menguasai Kamboja pada akhir 1978. Pemerintahan Pol Pot yang kejam terguling dan berakhir. Pada 1997, Pol Pot ditangkap dan ditetapkan sebagai tahanan rumah. Kemudian ia meninggal pada 15 April 1998 karena serangan jantung di dekat daerah Anlong Veng, Kamboja.

Foto 28 Maret 2025, turis melihat tengkorak korban rezim Khmer Merah di Peringatan Lapangan Pembunuhan Choeung Ek di Phnom Penh.

Sebuah rangka struktur baru berbentuk peti mati dengan atap plastik bening berdiri menjulang di atas lokasi tempat Pol Pot dikremasi di Anlong Veng. Rangka ini dibangun sebagai bukti sekitar 2 juta nyawa warga Kamboja yang hilang di bawah pemerintahan genosidanya, serta menjadi penanda peristiwa kelam yang dialami bangsa Kamboja 50 tahun lalu. 

Peringatan Ladang Pembunuhan Choeung Ek di Phnom Penh ini menjadi pengingat akan sejarah kelam. Bangsa Kamboja tidak mau sejarah ini hilang dari ingatan generasi muda penerus bangsa dengan harapan peristiwa serupa tidak akan pernah terjadi kembali.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji