Peringatan pembantaian 2 juta warga Kamboja selama empat tahun pemerintahan Pol Pot.
16 Apr 2025 13:11 WIB · Foto
Hari ini, 17 April 2025, genap 50 tahun lalu, pasukan Khmer Merah memasuki Phnom Penh, ibu kota Kamboja, dan mengalahkan tentara Lon Nol yang berkuasa. Pengambilalihan Phnom Penh menandai awal dari genosida di Kamboja. Lebih dari 2 juta orang diperkirakan dibunuh. Bombardir pesawat Amerika Serikat yang bertujuan menghalangi kelompok komunis ini mengambil alih Kamboja gagal. Pol Pot berhasil mengudeta pemerintahan Raja Norodom Sihanouk.
Kamis, 17 April 1975, menjadi babak baru pemerintahan komunis yang dipimpin Pol Pot dengan tentara Khmer Merahnya.
Tindakan pertama Pol Pot setelah menguasai Kamboja adalah mengatur ulang kalender ke ”Tahun Nol” dan memulai pemerintahan teror yang brutal. Ia mengosongkan ibu kota dan mengirim orang-orangnya ke kamp kerja di perdesaan dengan mengklaim mengembalikan masyarakat ke zaman keemasan ketika tanah itu dibudidayakan oleh para petani. Sejak itu, selama empat tahun berikutnya, lebih dari 2 juta atau seperempat jumlah penduduk meninggal karena kelelahan, kelaparan, penyakit, penyiksaan, atau melalui eksekusi.
Bukti-bukti kekejaman ini terlihat di Museum Genosida Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja. Awalnya, gedung ini adalah bekas sekolah dasar yang diubah menjadi penjara dan pusat penyiksaan oleh rezim Khmer Merah. Dinamai ”Penjara Keamanan 21”, ruang-ruang kelas disulap menjadi sel dan ruang interogasi yang juga berfungsi sebagai pusat penyiksaan. Sekeliling bangunan dipasang kawat berduri yang dialiri listrik. Semua jendela dipasang jeruji untuk mencegah tahanan kabur.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/16/a39f6f3c-57d8-4117-9c01-db94cfefb1dc_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/16/7e3afa6d-4ee8-4355-ba34-5c9b1a75f456_jpg.jpg)
Diperkirakan lebih dari 20.000 orang ditangkap, dipenjara, dan dibunuh dalam penjara ini. Mereka yang dibawa ke sini adalah orang-orang yang dianggap terpelajar. Selepas dari penjara ini, para tahanan dibawa ke ladang pembantaian terdekat, yang berjarak 10 kilometer. Tempat itu sekarang terkenal dengan nama Choeung EK. Diperkirakan ada 300 tempat seperti Choeung Ek di Kamboja selama pemerintahan Pol Pot.
Dibantu Amerika Serikat, Vietnam berhasil menguasai Kamboja pada akhir 1978. Pemerintahan Pol Pot yang kejam terguling dan berakhir. Pada 1997, Pol Pot ditangkap dan ditetapkan sebagai tahanan rumah. Kemudian ia meninggal pada 15 April 1998 karena serangan jantung di dekat daerah Anlong Veng, Kamboja.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/16/5008a932-c5b6-478b-9aab-6cf0af20a9d1_jpg.jpg)
Sebuah rangka struktur baru berbentuk peti mati dengan atap plastik bening berdiri menjulang di atas lokasi tempat Pol Pot dikremasi di Anlong Veng. Rangka ini dibangun sebagai bukti sekitar 2 juta nyawa warga Kamboja yang hilang di bawah pemerintahan genosidanya, serta menjadi penanda peristiwa kelam yang dialami bangsa Kamboja 50 tahun lalu.
Peringatan Ladang Pembunuhan Choeung Ek di Phnom Penh ini menjadi pengingat akan sejarah kelam. Bangsa Kamboja tidak mau sejarah ini hilang dari ingatan generasi muda penerus bangsa dengan harapan peristiwa serupa tidak akan pernah terjadi kembali.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji