Korea Selatan dianggap lawan terberat Indonesia di Piala Asia U-17 2025. Namun, Yaman dan Afghanistan punya potensi lenyapkan kans ”Garuda Muda” ke Piala Dunia U-17.
02 Apr 2025 17:41 WIB · Olahraga
Tim U-17 Indonesia bakal memulai perjuangan di Piala Asia U-17 2025 pada gim perdana kontra Korea Selatan, Jumat (4/4/2025), di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi. Tidak seperti enam partisipasi sebelumnya, ”Garuda Muda” memburu ambisi besar untuk merebut tiket Piala Dunia U-17 2025.
Tim besutan pelatih Nova Arianto tergabung di Grup C bersama Korsel, Yaman, dan Afghanistan. Di atas kertas, hasil laga pertama menghadapi Korsel, yang berjuluk ”Pasukan Taegeuk”, akan menentukan bagi asa Indonesia lolos ke babak perempat final.
Berbeda dengan Piala Dunia U-17 sebelumnya yang hanya menyertakan empat tim terbaik dari Asia, mulai edisi Qatar 2025, Asia diwakili delapan kontestan. Itu artinya tim lolos ke perempat final sudah akan tampil di Piala Dunia U-17 2025 yang berlangsung di Qatar, November mendatang.
”Korsel adalah lawan terkuat di grup,” ucap Nova dalam keterangan pers tentang persaing di babak penyisihan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/f39574af424434c7214fb84c9fed42ef-WhatsApp_Image_2025_04_02_at_16.19.13_2.jpeg)
Tanpa mengesampingkan kekuatan Yaman dan Afghanistan, Korsel adalah satu-satunya tim yang pernah merasakan gelar juara Piala Asia U-17 di Grup C. Mereka meraih trofi turnamen antarnegara Asia paling yunior pada 1986 dan 2002.
Korsel juga selalu menembus babak utama Piala Asia U-17 dalam enam edisi terakhir sejak Iran 2012. Bahkan, pada dua partisipasi terakhir, yakni Malaysia 2018 dan Thailand 2023, Korsel mampu menembus babak semifinal. Capaian hingga fase empat besar itu membawa Korsel tampil di Piala Dunia U-17 Brasil 2019 dan Indonesia 2023.
Selain itu, Korsel U-17 juga masih diasuh Pelatih Baek Ki-tae yang mempersembahkan medali perak di Thailand 2023 serta tampil di Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Lebih mudah memahami kans Garuda Muda menghadapi Korsel dibandingkan dengan dua tim lainnya, yakni Yaman dan Afghanistan. Indonesia bakal menghadapi Yaman pada 4 April, kemudian duel melawan Afghanistan tersaji pada hari terakhir fase grup, yakni 10 April.
Banyak pihak menjagokan Indonesia bisa mengatasi Yaman dan Afghanistan. Akan tetapi, posisi kedua tim berada di pot undian lebih baik daripada Indonesia, yakni Yaman di pot kedua dan Afghanistan di pot ketiga, bukan tanpa alasan.
Meskipun dalam kondisi sosial-politik yang tidak kondusif, remaja Yaman mampu membawa tim mereka lolos ke Piala Asia U-17 empat kali beruntun. Yaman selalu tampil di ajang Piala Asia U-17 sejak India 2016.
Tersisih di babak penyisihan pada India 2016 dan Malaysia 2018, performa Yaman membaik pada Thailand 2023. Mereka menembus babak perempat final untuk pertama kali sejak Uni Emirat Arab (UEA) 2002.
Yaman lolos ke Arab Saudi 2025 dengan predikat juara Grup I. Mereka mengungguli Vietnam pada babak kualifikasi yang berlangsung di Viet Tri, Vietnam.
Zahaby Gholy dan kawan-kawan juga perlu mewaspadai Afghanistan. Tim asal Asia Tengah itu lolos ke Piala Asia U-17 2025 sebagai juara Grup B. Afghanistan meraup rekor sempurna dalam empat pertandingan, termasuk mengalahkan dua tim Asia Tenggara, Filipina, dan Kamboja.
Setelah menjalani pemusatan di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, tim sudah siap untuk menghadapi pertarungan sesungguhnya secara mental dan taktik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/8b9130a78b17de811e91d02dde01645d-WhatsApp_Image_2025_04_02_at_16.19.12.jpeg)
Dalam fase kualifikasi, Afghanistan mencetak 23 gol. Catatan produktivitas gol itu hanya kalah dari Tajikistan (38 gol) dan Thailand (24 gol). Tak ayal, itu adalah catatan terbaik Afghanistan pada babak pra-Piala Asia U-17.
Dengan tampil di Arab Saudi 2025, Afghanistan juga selalu menembus putaran final Piala Asia U-17 dalam tiga edisi beruntun. Tren remaja Afghanistan tampil di ajang Asia dimulai pada Malaysia 2018.
Performa mereka dalam dua edisi sebelumnya juga menunjukkan catatan membaik. Setelah selalu kalah pada tiga gim penyisihan di edisi 2018, Afghanistan mampu mengoleksi satu kemenangan di Thailand 2023.
Nova menyebut anak asuhannya sudah siap menghadapi berbagai situasi pertandingan di fase grup. Menurut dia, materi pemain untuk tim usia 17 tahun masih setara sehingga kesiapan mental menjadi faktor paling memengaruhi performa tim di turnamen bergengsi.
”Setelah menjalani pemusatan di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, tim sudah siap untuk menghadapi pertarungan sesungguhnya secara mental dan taktik,” kata Nova.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/af9f2a7591a0b41adc26adba1a2e7483-antarafoto_latihan_timnas_indonesia_u_17_1743588832.jpg)
Di tengah hadapan tiga lawan yang tangguh, Indonesia memiliki modal cukup baik. Sejak menjalani latihan secara intensif sejak akhir Februari, lalu menjalani pemusatan latihan di Dubai, UEA, anak asuhan Nova melengkapi dengan dua gim uji coba.
Mereka menaklukkan China 1-0 dan bermain imbang 2-2 kontra UEA. Persiapan Indonesia menuju Piala Asia U-17 ditutup dengan mengadakan persiapan final di Jeddah sejak 28 Maret lalu. Garuda Muda sempat menjalani uji coba pamungkas yang berakhir kekalahan 0-2 dari Iran.
Matthew Baker, bek sayap Indonesia U-17, sepakat dengan Nova terkait kondisi tim yang siap tempur. Menurut dia, persiapan skuad Garuda Muda sudah amat baik.
”Kami tahu akan menjalani pertandingan yang sulit di Piala Asia. Akan tetapi, kami percaya diri bisa meraih hasil positif,” kata Matthew yang membela Melbourne City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/b33cb94adea7bb22e2bd96958aa40549-antarafoto_latihan_timnas_indonesia_u_17_1743588826.jpg)
Nova berpeluang tidak akan banyak mengubah susunan pemain dibandingkan dengan tiga gim kualifikasi Piala Asia U-17, Oktober lalu. Taktik 3-4-3 yang bisa bertransformasi menjadi 5-4-1 saat bertahan bakal kembali tersaji di Jeddah.
Di bawah mistar berpeluang ditempati Dafa Al Gasemi. Trio bek tengah bisa diisi Putu Panji, Dafa Zaidan, dan Fabio Azka. Di sektor bek sayap, Matthew dan Daniel Alfredo berpeluang tampil sejak menit awal. Adapun dua gelandang tengah bakal menyajikan penampilan dari Evandra Florasta dan Nazriel Alfaro.
Posisi nomor sembilan masih akan ditempati oleh Mierza Firjatullah yang merupakan eks pemain Asiana di Liga Kompas U-14 musim 2023-2024. Mierza akan disokong oleh calon ikon baru Persija Jakarta, Zahaby Gholy, yang mengenakan nomor tujuh serta Fadly Alberto.
Jalan menuju Piala Dunia U-17 2025 tidak akan mudah. Serupa dengan Indonesia, tiga pesaing di Grup C juga memiliki target lolos ke perempat final demi tampil di Qatar, November nanti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/02/bad7c9871352d128a00699d748e7cf13-WhatsApp_Image_2025_04_02_at_16.19.13.jpeg)
Namun, dengan kualitas pemain yang dimiliki serta masa persiapan yang mumpuni, Indonesia wajar ditargetkan lolos ke pentas dunia. Satu hal yang pasti, Nova dan asistennya harus mampu pula melenyapkan kendala nonteknis agar skuad Garuda Muda tidak terbebani dengan target lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
”Kita dukung dan doakan timnas Indonesia U-17 agar bisa memberikan yang terbaik dan membawa Garuda ke panggung dunia,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Selamat berjuang, Garuda Muda….
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata