Peringatan Pembantaian Meksiko Tahun 1968 Diwarnai Bentrokan

Pawai ribuan warga Meksiko mengenang kenangan keluarga mereka tahun 1968.

04 Okt 2025 10:37 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ribuan pengunjuk rasa berbaris di alun-alun Tlatelolco, tempat pasukan Meksiko menembaki unjuk rasa mahasiswa 2 Oktober 1968, 57 tahun yang lalu. Pada tahun itu, Meksiko terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade XIX yang dihelat rentang 12-27 Oktober 1968. Ribuan mahasiswa dan pelajar yang kecewa kepada pemerintah menolak penyelenggaraan Olimpiade. 

Sepuluh ribuan mahasiswa dan pelajar menyesaki Plaza de las Tres Culturas di Distrik Tlatelolco, Mexico City, untuk menolak penyelenggaraan Olimpiade. Menjelang petang, pasukan militer mulai mengepung pengunjuk rasa. Tak berapa lama terjadi kepanikan akibat suara tembakan. Puluhan mahasiswa dan pelajar tewas di tempat. 

Tentara Meksiko berjaga di posisi strategis di sekitar Stadion Universitas saat pembukaan Olimpiade XIX di Mexico City, Meksiko, Sabtu (12/10/1968).
Seorang demonstran dengan topeng Batman membuat grafiti di dinding saat melakukan protes dalam peringatan ke-57 tahun pembunuhan Tlatelolco 1968 di Mexico City, Kamis (2/10/2025).
Para demonstran berbaris pada Kamis (2/10/2025) di Mexico City saat memperingati pembunuhan Tlatelolco 1968 ketika tentara menembaki para pengunjuk rasa mahasiswa.
Para demonstran berbaris saat memperingati pembunuhan Tlatelolco 1968 di Mexico City, Kamis (2/10/2015).
Seorang pengunjuk rasa memegang boneka yang mewakili mantan Presiden Gustavo Diaz Ordaz selama protes memperingati pembunuhan Tlatelolco 1968, di Mexico City, Kamis (2/10/2015).
Seorang wanita melewati petugas polisi antihuru-hara saat mereka bentrok dengan para demonstran di Mexico City, Kamis (2/10/2025).

Pada tanggal yang sama, 2 Oktober 2025, ribuan warga Meksiko kembali turun turun ke jalan untuk memperingati peristiwa pembantaian pada tahun 1968. Acara ini juga menyuarakan mereka yang hilang karena penyalahgunaan wewenang aparat pemerintah.

”Kami berempati bukan hanya kepada keluarga kami, kepada mereka yang telah dikorbankan kakek-nenek kami, tetapi juga kepada semua pria dan wanita di seluruh dunia yang sedang menderita apa yang dulu kami derita,” kata Edgar López, mahasiswa ekonomi berusia 23 tahun.

Para pengunjuk rasa berbaris dari alun-alun Tlatelolco tempat penembakan militer terhadap mahasiswa yang meninggalkan jumlah korban jiwa yang tidak pernah diketahui.

Seorang demonstran melemparkan bom molotov saat bentrok dengan polisi antihuru-hara dalam rapat umum untuk memperingati pembantaian mahasiswa Tlatelolco tahun 1968 di Mexico City, Kamis (2/10/2025).
Demonstran berhadapan dengan polisi saat peringatan pembantaian Tlatelolco pada tahun 1968, Kamis (2/10/2025).
Seorang demonstran melemparkan batu ke polisi antihuru-hara saat rapat umum untuk memperingati pembantaian mahasiswa Tlatelolco 1968 di Mexico City, Kamis (2/10/2025).
Demonstran berlindung menggunakan perisai polisi antihuru-hara saat bentrok dengan polisi seusai rapat umum untuk memperingati ulang tahun ke-57 pembantaian mahasiswa Tlatelolco 1968 di Mexico City,, Kamis (2/10/2025).
Polisi antihuru-hara bersiaga saat peringatan ulang tahun pembunuhan Tlatelolco 1968, ketika tentara menembaki para pengunjuk rasa mahasiswa, di Mexico City, Kamis (2/10/2025).
Polisi antihuru-hara, Kamis (2/10/2025), di Mexico City, berhadapan dengan demonstran saat demonstran melakukan protes dalam peringatan pembunuhan Tlatelolco tahun 1968, ketika tentara menembaki para pengunjuk rasa mahasiswa.
Seorang demonstran bentrok dengan polisi antihuru-hara saat rapat umum dalam peringatan yang ke-57 tahun pembantaian mahasiswa Tlatelolco 1968 di Mexico City, Kamis (2/10/2025).

Sebagian besar pawai berlangsung damai. Namun, ada beberapa kelompok merusak etalase pertokoan dan melemparkan benda-benda, termasuk bom molotov, ke arah ratusan polisi yang menjaga Istana Nasional. Pejabat Mexico City memperkirakan pawai tersebut diikuti 10.000 orang. Pihak berwenang mengatakan ada sekitar 350 orang yang mengenakan topeng dan bertindak agresif.

Unjuk rasa besar juga dilakukan warga yang didominasi pelajar beberapa hari sebelumnya. Unjuk rasa ratusan siswa dan keluarga korban hilang, Kamis (26/9/2025), di pangkalan militer di Meksiko berubah menjadi bentrokan. Awalnya ratusan orang membawa foto-foto korban hilang sambil menyerukan keadilan bagi 43 siswa yang hilang pada tahun 2014.

Polisi militer menembaki siswa selama baku tembak lima jam di Institut Politeknik Santo Tomas, 24 September 1968. Setidaknya satu siswa tewas dan lima puluh siswa dan polisi terluka.
Seorang pemuda bertopeng mengambil bagian dalam demonstrasi yang menandai peringatan 10 tahun hilangnya 43 siswa dari perguruan tinggi guru perdesaan Ayotzinapa, di Mexico City, Kamis (26/9/2025).
Unjuk rasa menjelang peringatan 10 tahun hilangnya 43 siswa Ayotzinapa di Negara Bagian Guerrero, di Mexico City, Senin (24/9/2024).
Dalam foto 22 Oktober 2014 ini, pengunjuk rasa memprotes hilangnya 43 siswa di Mexico City. Ke-43 siswa dari perdesaan Ayotzinapa saat melakukan perjalanan bentrok dengan polisi. Polisi diduga menyerahkan 43 siswa yang hilang kepada anggota geng kriminal Guerreros Unidos.

Saat itu para pelajar yang telah berhasil menyita beberapa bus yang akan mereka tumpangi ke ibu kota untuk bergabung dalam peringatan pembantaian tahun 1968 dicegat polisi di perjalanan. Sejak saat itu 43 siswa itu hilang.

Pihak berwenang meyakini para pelajar tersebut diculik dalam perjalanan dan dibunuh oleh anggota kartel kriminal. Puluhan orang telah ditangkap, termasuk mantan jaksa agung, pejabat lokal, perwira militer dan polisi. Namun, belum ada seorang pun yang dihukum.  

Petugas memadamkan sebuah truk sampah yang dibakar oleh para demonstran dalam peringatan 11 tahun hilangnya 43 siswa dari perguruan tinggi guru pedesaan Ayotzinapa, di luar pintu masuk Campo Militar, di Kota Meksiko, Kamis, (25/9/2025).

Beberapa demonstran muda dengan wajah tertutup menabrakkan truk ke salah satu pintu gerbang masuk kompleks militer. Saat truk berhenti, mereka menembakkan kembang api yang menyebabkan truk terbakar. Pihak berwenang melapokan tidak ada korban dalam kejadian ini. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan