Tinggalkan Pelatnas, Periode Baru Jonatan Christie

Setelah 12 tahun bergabung di pelatnas bulu tangkis, Jonatan Christie akan berlatih mandiri di luar pelatnas. Dia akan menjalani debut sebagai atlet profesional.

15 Mei 2025 19:04 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Demi bisa menyeimbangkan kehidupan keluarga dan sebagai atlet, pebulu tangkis tunggal putra, Jonatan Christie, memilih jalur sebagai atlet profesional. Meski harus mengatur semua keperluan bertanding dan turnamen sendiri, Jonatan masih memiliki target tinggi untuk berprestasi.

”Saya masih punya ’api’. Menjadi atlet profesional bukan berarti saya bisa lebih santai. Saya hanya membutuhkan fleksibilitas dalam menjalani program karena sudah menjadi suami dan ayah,” kata Jonatan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (15/5/2025).

Jonatan menyampaikan itu saat PP PBSI menggelar konferensi pers untuk memberi penjelasan tentang kelanjutan karier atlet tunggal putra, Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Mereka memutuskan keluar dari pelatnas dan akan berlatih sendiri.

Jonatan dan Chico menjadi bagian dari atlet pelatnas utama tunggal putra bersama rekan mereka, seperti Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, dan Yohanes Saut Marcellyno. Mendampingi Jonatan dan Chico saat berbicara pada media adalah Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Eng Hian, serta Ketua Subbidang Hubungan Media dan Komunikasi Yuni Kartika.

Jonatan bergabung di pelatnas Cipayung pada 2013 saat tunggal putra Indonesia diperkuat Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Taufik yang memasuki masa akhir kariernya.

Karena tunggal putra tak mempunyai pemain senior yang punya prestasi tinggi dan bisa dijadikan contoh usai Taufik pensiun pada 2013, Jonatan dan rekan-rekannya langsung menjadi tulang punggung tunggal putra tim nasional. Bersama Anthony dan Ihsan Maulana Mustofa, mereka dikenal sebagai trio andalan nomor tersebut.

Ketiganya menjadi andalan dalam SEA Games Singapura 2015 dan menjadi bagian tim Indonesia yang meraih medali emas beregu putra. Setahun berikutnya, mereka menjalani tugas lebih berat dengan membawa nama Indonesia dalam kejuaraan dunia beregu putra Piala Thomas di Kunshan, China. Bahu-membahu bersama Tommy dan senior di ganda putra, yaitu Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, Jonatan dan kawan-kawan mengantarkan Indonesia menuju final meski akhirnya kalah dari Denmark.

Jonatan makin menjadi idola penggemar bulu tangkis di Indonesia ketika meraih medali emas tunggal putra Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Perjalanannya untuk menjuarai turnamen level tinggi dalam BWF World Tour termasuk lambat, tetapi pada akhirnya dia bisa meraih gelar dari semua level, Super 300 hingga 1000. Total, atlet berusia 27 tahun itu memiliki tujuh gelar BWF World Tour, di antaranya Indonesia Masters dan Perancis Terbuka 2023, serta All England 2024.

Dalam ajang beregu, dia menjadi bagian tim putra Indonesia yang menjuarai Piala Thomas 2020. Itu menjadi Piala Thomas pertama Indonesia setelah menjadi juara pada 2002 di Guangzhou, China.

Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie berlatih menjelang turnamen All England 2023 di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023). Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menurunkan 16 wakil yang akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis tertua tersebut. All England yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung 14-19 Maret di Birmingham, Inggris. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 1-3-2023

Pada panggung persaingan tertinggi dunia olahraga, yaitu Olimpiade, hasil Jonatan tak begitu baik. Dia hanya bertahan hingga babak kedua di Tokyo 2020 dan tersingkir pada penyisihan grup Paris 2024. Hasil di Paris pun membuat mentalnya terpuruk.

”Saya sempat berpikir untuk meninggalkan dunia bulu tangkis karena sudah bersiap dengan maksimal untuk Olimpiade Paris tetapi hasilnya tak sesuai harapan. Saya pun berdiskusi dengan banyak orang dan mendapat masukan. Berbagai opsi selain meninggalkan bulu tangkis pun muncul,” kata Jonatan.

Pilihannya akhirnya jatuh pada jalur profesional, yaitu tetap menjadi atlet tetapi dengan meninggalkan status dan hak sebagai pemain pelatnas. Apalagi, Jonatan sudah mempunyai anak sehingga membutuhkan waktu yang lebih fleksibel untuk menyeimbangkan tugas sebagai atlet dan kepala keluarga. Sementara, dengan menjadi atlet pelatnas, dia harus mengikuti semua program dari pelatih yang teratur dan sistematis. Semua sektor berlatih enam hari dalam sepekan hingga waktu bersama keluarga biasanya hanya dimiliki sejak Sabtu siang hingga Minggu malam.

Jonatan menyampaikan keinginan menjadi atlet profesional kepada pelatih dan PBSI dan berencana keluar dari pelatnas pada akhir 2024. Namun, diskusi dengan PBSI menghasilkan keputusan bahwa kejuaraan Piala Sudirman akan menjadi ajang terakhirnya sebagai atlet pelatnas.

Maka, seusai menjadi kapten tim Indonesia dan turut mengantarkan Indonesia ke semifinal dalam kejuaraan di Xiamen, China, 27 April-4 Mei, Jonatan menyampaikan keputusannya secara resmi.

Jonatan Christie setelah menang saat Indonesia melawan India pada penyisihan grup Piala Sudirman di Xiamen, China, Selasa (29/4/2025).

Pada 23 Desember 2024, dia mengungkapkan isi hati melalui media sosial Instagram yang membuat pembacanya menyimpulkan bahwa Jonatan akan meninggalkan pelatnas. Namun, Jonatan hanya tersenyum, tanpa menjawab, ketika media bertanya tentang unggahannya itu.

Sementara itu, Chico akan meniti jalur yang sama dengan alasan berbeda. Berulang kali, dia mengatakan ingin mencoba menjadi atlet profesional setelah sembilan tahun berlatih di Cipayung.

Atlet berusia 26 tahun itu mengelak merasa ada tekanan terkait dengan hasil buruknya dalam berbagai turnamen, setidaknya sejak 2024. Finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2016 itu lebih sering tersingkir pada dua babak awal BWF World Tour.

Saat ini, posisinya dalam daftar peringkat dunia telah dilampaui Alwi Farhan yang tujuh tahun lebih muda. Berdasarkan daftar peringkat yang terakhir kali dikeluarkan BWF pada 13 Mei, Chico menempat posisi ke-42 di bawah Alwi pada peringkat ke-31. Chico pun mendapat banyak kritik dari penggemar bulu tangkis Indonesia melalui media sosial.

PBSI sempat mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan menahan Chico dengan dibuatkan program baru. Namun, kakak dari pebulu tangkis tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo itu akhirnya memutuskan untuk berlatih di luar pelatnas.

Pebulu tangkis tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo peregangan otot menggunakan ab roller menjelang turnamen All England 2023 di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023). Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menurunkan 16 wakil yang akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis tertua tersebut. All England yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung 14-19 Maret di Birmingham, Inggris. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 1-3-2023

Kedua atlet tersebut akan kembali ke klub masing-masing, yaitu Jonatan ke Tangkas dan Chico ke PB Exist Jakarta. Mereka pun akan berlatih di sana.

Memilih jalur menjadi atlet profesional tak hanya diakukan Jonatan dan Chico. Banyak pebulu tangkis yang lebih dulu menjalani jalur tersebut, di antaranya ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi dan Hendra/Ahsan.

Tantangan yang akan dijalani Jonatan dan Chico, seperti juga yang dirasakan Sabar/Reza dan Hendra/Ahsan, cukup besar. Mereka harus mengeluarkan biaya sendiri untuk semua kebutuhan latihan dan pertandingan, mencari tempat latihan sendiri, dan pelatih.

Dukungan seperti tempat latihan bisa datang dari klub tempat asal mereka, tetapi tak jarang atlet harus mencari sendiri dan berpindah tempat demi bisa bersiap untuk turnamen. Lalu, jika beruntung, berprestasi, dan memiliki citra baik, atlet non-pelatnas bisa mendapat sponsor.

Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani berhadapan dengan Chen Bo Yang/Liu Yi (China) pada Kejuaraan Asia Bulu Tangkis di Ningbo, China, Rabu (9/4/2025). Sabar/Reza tersingkir pada babak pertama.

Jonatan dan Chico berharap bisa berprestasi bagi bulu tangkis Indonesia meskipun tak lagi menjadi atlet pelatnas. Debut Jonatan sebagai atlet profesional akan dimulai di Singapura Terbuka, 24 Mei-1 Juni.

Taufik pun berjanji bahwa PBSI akan memberi dukungan seperti dalam program latihan dan pendaftaran untuk mengikuti turnamen. Apalagi, BWF memiliki peraturan bahwa atlet harus mendaftar melalui federasi bulu tangkis negara masing-masing untuk mengikuti kejuaraan. Untuk kejuaraan yang harus diikuti dengan undangan, seperti Kejuaraan Dunia, Final BWF, dan Kejuaraan Asia, PBSI tetap akan memberikan jatah tersebut pada atlet yang memiliki hak meski berstatus pemain non-pelatnas.

”Jika mereka membutuhkan diskusi untuk menyusun program latihan, kami akan terbuka untuk membantu. Saat prestasi bagus, kami juga akan memberi tempat pada kejuaraan beregu seperti saat memanggil Rehan/Gloria pada Piala Sudirman,” kata Taufik, memberi contoh ketika ganda campuran PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, dipanggil untuk bergabung di tim ”Merah Putih” dalam Piala Sudirman.

Pelajaran untuk Alwi

Dari turnamen Thailand Terbuka Super 500 di Stadion Nimibutr, Bangkok, Alwi masih harus banyak belajar untuk menghadapi pemain berpengalaman. Pemain Indonesia berusia 19 tahun itu kalah dari pemain Jepang, Kenta Nishimoto, dengan skor 15-21, 21-9, 13-21 pada babak kedua, Kamis.

Skor tersebut sebenarnya lebih baik dibandingkan ketika Alwi kalah 14-21, 16-21 pada pertemuan sebelumnya, di babak kedua Kejuaraan Asia, April. Namun, Alwi masih harus belajar bermain konsisten dengan pola yang tepat dan mengurangi kesalahan.

Dua faktor tersebut biasanya menjadi pembeda antara atlet yang sudah banyak pengalaman bertanding dalam turnamen besar dan yang masih minim pengalaman seperti Alwi. Juara dunia yunior 2023 tersebut baru bisa mengikuti turnamen Super 300 ke atas sejak 2024, sedangkan Nishimoto sudah bermain sejak BWF memperkenalkan sistem BWF World Tour pada 2018.

Alwi Farhan mengalahkan tunggal putra ranking ketiga dunia Anders Antonsen. Momen itu terjadi pada penyisihan grup Kejuaraan Piala Sudirman Indonesia melawan Denmark di Xiamen, China, Kamis (1/5/2025).

Pelajaran dari atlet top didapat pemain muda lainnya, Jafar Hidayatullah/Felisha Alerta Nathaniel Pasaribu. Ganda campuran Indonesia tersebut kalah dari unggulan keenam asal tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, 13-21, 14-21.

Puavaranukroh/Paewsampran, yang berpasangan setelah Olimpiade Paris 2024, sudah memiliki empat gelar juara, salah satunya dari Malaysia Terbuka Super 1000 pada Januari. Sebelum berpasangan dengan Paewsampran, Puavaranukroh menjuarai 16 turnamen BWF Super Series bersama Sapsiree Taerattanachai. Duet Puavaranukroh/Taerattanachai, bahkan menjadi finalis Kejuaraan Dunia 2019 dan menjadi juara dunia dua tahun berikutnya.

Sementara, dua dari tiga ganda putri lolos ke perempat final. Mereka adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Alessya Rose. Adapun Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari kalah dari unggulan teratas asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, 17-21, 21-10, 15-21.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan