Italia menjadi tim tenis putri terbaik dunia dengan menjuarai Piala Billie Jean King. Jasmine Paolini menjadi pemain kunci.
21 Nov 2024 10:33 WIB · Olahraga
MALAGA, RABU — Jasmine Paolini bersaing di arena tenis putri profesional sejak 2011, tetapi dia baru muncul ke permukaan selang 13 tahun kemudian. Petenis berusia 28 tahun itu sampai kebingungan ketika diminta memilih momen terbaiknya pada musim kompetisi 2024. ”Terlalu banyak memori indah,” katanya.
Perjalanan baiknya dimulai dengan mencapai babak keempat Grand Slam Australia Terbuka pada Januari. Bagi Paolini, itu menjadi perjalanan terjauhnya di Melbourne Park karena tak pernah bisa melewati babak pertama sejak debut pada 2017.
Berselang tiga pekan setelah itu, petenis Italia tersebut menjuarai turnamen WTA 1000 Dubai. Dalam struktur turnamen profesional putri, WTA 1000 berada pada level tertinggi.
Setelah itu, pada pertengahan musim, Paolini tampil pada level yang menjadi cita-cita semua petenis, yaitu tampil di final Grand Slam. Tak hanya pada satu turnamen, dia mencapainya dalam dua Grand Slam beruntun, yaitu Perancis Terbuka dan Wimbledon, meski akhirnya kalah dari mereka yang lebih berpengalaman. Paolini kalah dari Iga Swiatek di Perancis Terbuka dan dari Barbora Krejcikova di lapangan rumput All England Club, tempat penyelenggaraan Wimbledon.
Momen pertama lainnya adalah ketika menjadi bagian dari peserta turnamen Final WTA di Riyadh, Arab Saudi, 2-9 November. Ajang ini hanya diikuti delapan petenis terbaik berdasarkan prestasi sepanjang tahun.
Paolini tersingkir pada fase penyisihan karena menempati urutan terakhir di grupnya, di bawah para juara Grand Slam dan peraih emas Olimpiade Paris 2024, Aryna Sabalenka, Zheng Qin Wen, dan Elena Rybakina. Meski demikian, Paolini mendapat satu kemenangan, yaitu atas Rybakina.
Tak hanya pada nomor tunggal, petenis yang menempati ranking keempat dunia sejak 28 Oktober ini mencapai periode terbaik di sektor ganda. Selain melawan Swiatek pada final Perancis Terbuka, Paolini juga menjalani final di ganda putri bersama seniornya asal Italia yang berusia 37 tahun, Sara Errani, meski akhirnya kalah dari Cori Gauff/Katerina Siniakova.
Gelar juara didapat duet Paolini/Errani pada turnamen WTA 1000 Roma dan Beijing. Adapun puncak prestasi dicapai di Olimpiade Paris 2024 ketika meraih medali emas.
Rangkaian prestasi tersebut membuat Paolini kesulitan ketika harus memilih satu momen terbaik. Apalagi, dia menutup musim kompetisi 2024 dengan turut mengantarkan Italia menjadi juara ajang beregu putri, Piala Billie Jean King, yang sebelumnya bernama Piala Fed. Tahun ini, kejuaraan itu digelar di Malaga, Spanyol, 14-20 November.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/21/a0c49fd318bff4c880c3ef4872cf48d5-AFP_36MY863.jpg)
Dalam final yang berlangsung Rabu (20/11/2024), Italia mengalahkan Slowakia 2-0. Kemenangan didapat pada nomor tunggal pada laga pertama dan kedua sehingga persaingan ganda putri pun tak dimainkan.
Poin pertama Italia didapat dari Lucia Bronzetti yang menang atas Viktoria Hruncakova dengan skor 6-2, 6-4. Setelah itu, Paolini membuat timnya unggul setelah mengalahkan Rebecca Sramkova 6-2, 6-1.
Kemenangan tersebut membayar kegagalan Italia saat dikalahkan Kanada pada final Piala Billie Jean King 2023. Saat itu, Paolini kalah dari petenis nomor satu Kanada, Leylah Fernandez, 2-6, 3-6.
Tenis putri Italia menambah catatan juara Piala Billie Jean King menjadi lima kali setelah menjadi juara pada 2006, 2009, 2010, dan 2013. Errani menjadi bagian dari tim juara pada 2009, 2010, dan 2013.
”Ternyata seperti ini rasanya menjadi juara bersama tim. Saya tak menduga kami biasa juara karena persaingan di sini sangat ketat. Apalagi, rasanya sulit menerima kekalahan pada final 2023,” komentar Paolini.
Meski demikian, kejuaraan pada 2023 yang diselenggarakan di Sevilla, Spanyol, menjadi titik balik bagi Paolini. ”Sejak Piala Billie Jean King tahun lalu, saya bermain semakin baik. Itu membantu saya ketika tampil pada kejuaraan besar,” katanya.
Kehadiran Paolini sebagai tunggal putri ranking sepuluh besar dunia sejak Mei dan gelar juara Piala Billie Jean King menandai suksesnya tenis Italia pada 2024. Di bagian putra, Jannik Sinner menjadi petenis terbaik dengan delapan gelar juara, dua di antaranya dari Grand Slam Australia dan Amerika Serikat Terbuka. Sinner juga mendapat gelar dari turnamen Final ATP. Posisinya sebagai petenis nomor satu dunia sejak 10 Juni tak akan berubah setidaknya hingga Januari 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/21/807b827a7c67eeaa370099ebc660f82c-6eeb02f00d0b4df3be88b9240351ef08_0_f4333150176a4c32b512b85cff6b2a68.jpg)
”Tenis Italia pada tahun ini luar biasa dan ini bagus untuk perkembangan tenis di negara kami. Penggemar tenis semakin banyak, juga mereka yang mulai bermain tenis,” kata Paolini dalam laman resmi Piala Billie Jean King.
Seperti Paolini, Sinner akan mengakhiri penampilan tahun 2024 pada kejuaraan beregu bersama rekan-rekannya. Mereka bersaing pada putaran delapan besar Piala Davis di Malaga, 19-24 November.
Bersama Lorenzo Musetti, Matteo Berrettini, Andrea Vavassori, dan Simone Bolelli, Sinner akan berupaya mempertahankan gelar juara Piala Davis. Perjalanan mereka dimulai pada perempat final melawan Argentina, Kamis. Pada hari yang sama, Australia yang mengandalkan Alex de Minaur akan berhadapan dengan AS yang diperkuat Taylor Fritz, finalis Final ATP.
Perempat final lainnya berlangsung dalam dua hari terakhir, yaitu Belanda yang mengalahkan Spanyol 2-1 dan Jerman yang menang atas Kanada 2-0. Belanda pun akan berhadapan dengan Jerman di semifinal. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan