Perjuangan Paskibraka, dari Jaga Pola Makan sampai Menyamakan Derap Langkah

Paskibraka yang merupakan perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia berlatih bersama. Disiplin sembari menjaga kebugaran dan kebersamaan menjadi keniscayaan.

16 Agt 2025 16:25 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu

Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka merupakan impian bagi sebagian pelajar. Kendati harus berlatih keras, mereka yang terpilih akan tampil di Istana Kepresidenan Jakarta, di hadapan Presiden RI serta ditonton seluruh Indonesia.

Namun, proses menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidaklah instan. Sejak 25 Juli 2025, para calon anggota Paskibraka 2025 berlatih di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur. Kehidupan teratur dan disiplin pun dimulai.

Merlin Anggraeni Mausali, anggota Paskibraka asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, sempat kangen dengan orangtuanya, terutama saat sarapan. Armelya Indira Zahra Habibie dari Provinsi Gorontalo dan Zalfa Naqiyya dari Sulawesi Barat juga mengakui awalnya agak kesulitan menghadapi makanan yang disiapkan.

Kesulitan ini bukan lantaran ada perbedaan rasa pada masakan di tanah Jawa. Namun, asupan yang diberikan untuk anggota Paskibraka memang tak boleh terlampau asin.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) berlatih dalam gladi kotor untuk peringatan HUT ke-80 RI, Rabu (13/8/2025).
Quote

Sampai pengibaran nanti kita harus kompak dan punya rasa kebersamaan yang kuat.

”Makanannya memang disesuaikan. Nggak boleh digoreng, nggak pedas, nggak bersantan, nggak terlalu asin. Selain itu, ada dokter yang selalu memantau kesehatan,” tutur salah seorang pendamping Paskibraka, Kartini.

Jika menu sarapan terdiri dari telur dan susu, mereka akan mendapatkan camilan pagi roti dan jus buah. Selain itu, masih ada makan siang dan makan malam yang terdiri dari sayuran, lauk sumber protein, dan nasi.

Dengan asupan yang terjaga ini, semua anggota Paskibraka memang lebih sehat. Stamina terjaga. Namun, tak pernah ada kerupuk dalam menu makanan mereka.

Olahraga pun tak pernah lepas dari keseharian setelah shalat Subuh. ”Tiap hari stretching, lari, push up, sit up sampai jam 04.55. Lalu mandi, sarapan jam 6.30, dan jam 7.00 apel pagi,” ujar Armel, yang merupakan siswa MAN 1 Kota Gorontalo.

Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) menggelar gladi bersih upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Jumlah anggota paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan ke-80 RI sebanyak 76 orang. Mereka perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Kompas/Hendra A Setyawan

Fransiscus Sakfiris Pahabolisage, siswa SMA Negeri 1 Wamena, pun bercerita, awalnya dia kaget dengan persiapan fisik. ”Belum pernah lari, push up, dan sit up. Makanya, pas tes langsung kaget. Larinya, oh, begini, lapangannya besar sekali. Jadi kaget. Fisiknya kaya kaget langsung,” tuturnya.

Setelah berbagai kegiatan pagi itu, latihan baris-berbaris dilakukan pagi dan sore. ”Menyamakan langkah itu susah. Kadang ada yang kecepatan dan ada yang kelamaan,” kata Armel lagi.

Ketukan metronom

Padahal, semua anggota Paskibraka harus berjalan dan melangkah sesuai ketukan metronom, peranti untuk menjaga tempo. Terlebih lagi, menurut Kapten Laut (P) Baruna Adi Firmanto, salah seorang komandan kompi Paskibraka 2025, terkadang ada yang memiliki kebiasaan mengayunkan lengan saat melangkah tegap maju.

Oleh karena itu, di awal latihan bersama, kalibrasi harus dilakukan terlebih dahulu. Semua berusaha melupakan kebiasaan baris-berbaris di daerahnya sembari menyamakan langkah sesuai standar Paskibraka.

Sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, latihan baris-berbaris pun dilakukan. Setidaknya, biasanya dilakukan empat kali latihan penaikan bendera dan empat kali penurunan bendera.

Dengan intensitas ini, semua anggota Paskibraka bergantian berlatih di berbagai posisi. Semua bersiap untuk bertugas pada upacara 17 Agustus 2025.

Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) menggelar gladi bersih upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Jumlah anggota paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan ke-80 RI sebanyak 76 orang. Mereka perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Kompas/Hendra A Setyawan

Selain Baruna, ada tiga personel lain dari matra TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang juga sudah berlatih bersama untuk tugas Paskibraka.

Dari berbagai latihan, menurut Armel, evaluasi dilakukan. Setiap usai latihan, setiap tim bercerita dan mengevaluasi diri.

Sejak 11 Agustus, Paskibraka pindah dan tinggal di hotel yang lebih dekat dengan Istana Kepresidenan Jakarta. Latihan tetap intens. Gladi kotor sampai gladi bersih dilakukan setiap hari pada tanggal 12-14 Agustus 2025.

Memberi yang terbaik

Selepas gladi bersih, mereka tetap berlatih menyempurnakan gerakan. Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage yang mewakili Papua Pegunungan dan Stince Clara Muyapa dari Papua Tengah pun bersemangat. Mereka mengatakan akan berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara.

”Yang pasti terutama gugup bisa ketemu langsung Bapak Presiden. Kayak sebuah kebahagiaan untuk kita semua bisa ketemu langsung dengan hasil usaha kita sendiri,” kata Stince, siswa SMAN 1 Nabire, Kabupaten Nabire.

Latihan ini pun membuat para pelajar yang berasal dari semua provinsi di Indonesia saling mengenal. Anggota Paskibraka tahun 2025 ini terdiri atas 76 orang. Setiap provinsi mengirimkan dua pelajar, seorang perempuan dan seorang laki-laki. Kini, mereka semua telah berlatih bersama hampir sebulan.

Instruktur memberulkan tali sepatu salah satu anggota Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) saat gladi bersih upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Jumlah anggota paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan ke-80 RI sebanyak 76 orang. Mereka perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Kompas/Hendra A Setyawan

Merlin yang berasal dari SMAN 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, dan sekamar dengan Zalfa yang berasal dari SMAN 1 Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, merasa senang bisa mendapatkan teman baru. ”Senang bisa mempelajari bahasanya dan kadang terbawa logatnya,” ujarnya.

Sementara Stince menceritakan, semua harus memahami satu sama lain, tapi juga fokus. ”Sampai pengibaran nanti kami harus kompak dan punya rasa kebersamaan yang kuat,” katanya.

Sebanyak 76 pelajar anggota Paskibraka 2025 sudah dikukuhkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8/2025) siang. Mereka pun bersiap menunaikan tugas keesokan harinya, pada peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia.

Sebagian bertugas dalam upacara penaikan bendera di pagi hari, sebagian lainnya dalam upacara penurunan bendera di sore hari. Selamat bertugas, Paskibraka 2025. Dirgahayu Republik Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti