Persebaya Vs PSIM, Lawan Lama Bertemu Kembali

Persebaya Surabaya memulai Liga Super 2025/2026 dengan menjamu PSIM Yogyakarta yang notabene sesama tim pendiri PSSI.

07 Agt 2025 19:23 WIB · Olahraga

Oleh Ambrosius Harto

Pekan pembuka Liga Super mempertemukan dua dari tujuh tim pendiri PSSI. Persebaya Surabaya akan menjamu lawan lama yang baru promosi, yakni PSIM Yogyakarta, di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (8/8/2025) pukul 19.00 WIB.

Meskipun merupakan sesama tim pendiri PSSI pada 1930, Persebaya dan PSIM baru dua kali bertemu di era kompetisi modern. Hasilnya, Green Force sekali menang dan sekali seri melawan Laskar Mataram. Perjumpaan terakhir di kompetisi resmi terjadi Agustus 2017 atau sekitar delapan tahun lalu.

Namun, kedua tim pernah bertemu dalam laga uji coba pada 2022 di Gelora Bung Tomo. Saat itu, Persebaya menang 1-0 atas PSIM. Hasil uji coba yang terkini pun tidak dapat menjadi patokan untuk melihat kedua tim yang telah berubah signifikan.

Persebaya saat ini ditangani oleh pelatih Eduardo Perez. Selain itu, ada asisten pelatih Shin Sang-gyu. Sebelum berlabuh di klub Bumi Pahlawan, keduanya terlihat dalam pembangunan tim nasional Indonesia era Shin Tae-yong.

Perez asal Spanyol meremajakan Persebaya sepeninggal Paul Munster asal Irlandia Utara. Di tangan Munster, Green Force mengakhiri musim 2024/2025 di posisi empat dengan 15 kemenangan, 11 imbang, dan 8 kekalahan. Persebaya di bawah juara Persib Bandung, urutan kedua Dewa United, dan posisi ketiga Malut United.

Posisi keempat tak memuaskan manajemen. Sejak kembali ke kasta tertinggi pada 2017, Persebaya masih tersandung untuk memenuhi ambisi juara. Perez diharapkan membawa perubahan vital yang mungkin kian mendekatkan Persebaya dengan trofi sejak terakhir kali menggenggam gelar pada 2004.

Proyek peremajaan Perez termasuk belanja lima pemain asing. Mereka ialah Leo Lelis, Gali Freitas, Mihailo Perovic, Milos Raickovic, dan Risto Mitrevski.

Lelis merupakan satu dari tiga pemain yang pernah membela Green Force. Dua pemain yang pulang ialah Rachmat Irianto dan Koko Ari. Info yang didapat, Lelis dan Rachmat telah berlatih dengan tim utama, sedangkan Koko masih dalam pemulihan cedera.

Pesepak bola Persebaya Surabaya Kadek Raditya Maheswara (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan) saat pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). Persebaya mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/agr

Peremajaan di Persebaya juga melibatkan dua pemain binaan klub internal. Mereka ialah Ichsas Baihaqi dan Sadida Nugraha. Persebaya dikenal produktif menghasilkan pemain binaan berkualitas. Namun, keputusan untuk menurunkan skuad terbaik ada di tangan Perez.

Sebelum memulai kompetisi, Persebaya melakukan pelbagai uji coba. Di tiga pertandingan uji coba terakhir, Persebaya menang atas Western Australia dan PSS Sleman dan imbang dengan PSS Sleman.

”Kami terus mematangkan gaya bermain dan berharap dapat memetik hasil positif,” kata Perez. Laga melawan PSIM akan sengit dan Persebaya patut kembali mengeluarkan gaya ngotot dan tentunya selalu fokus.

Peremajaan juga dilakukan PSIM yang akhirnya kembali ke kasta tertinggi. Erwan Hendarwanto yang sukses mengantar PSIM sebagai juara Liga 2 musim lalu dipertahankan sebagai asisten pelatih. Manajemen menunjuk Jean-Paul Van Gastel asal Belanda sebagai ”tumenggung” alias pelatih kepala Laskar Mataram.

Van Gastel, mantan pelatih NAC Breda, mencoba mengubah cara bermain PSIM. Maklum, tim ini lama terjebak di Liga 2. Atmosfer Liga Super (sebelumnya Liga 1) menuntut konsistensi dan kestabilan. Fisik, teknik, dan mental tim sepanjang musim akan memperlihatkan hasil di ujung. PSIM tentu tak mau hanya promosi sebentar di Liga Super.

Namun, Vas Gastel menyadari, kembalinya PSIM ke kasta tertinggi ternyata tak mudah. Persiapan memperlihatkannya. Dari enam laga uji coba, PSIM dihajar empat kekalahan, yakni dari Bali United, Persik Kediri, Barito Putera, dan musuh bebuyutan Persis Solo. Dua kemenangan uji coba didapat dari Madura United dan PSIS Semarang.

Van Gastel telah membawa 21 pemain ke Surabaya. Ada lima pemain yang ditinggal, yakni Riyatno Abiyoso, Kasim Botan, Muhammad Iqbal, Andy Setyo, dan Khairul Fikri. Kasim Botan pernah membela Persebaya.

Suporter PSIM Yogyakarta merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka naik jenjang ke kompetisi Liga 1 dengan berkonvoi menuju Simpang Tugu, Yogyakarta, Senin (17/2/2025). PSIM Yogyakarta berhasil melaju ke Liga 1 setelah mengalahkan tim PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1 pada hari itu. PSIM Yogyakarta terakhir kali berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia level teratas adalah pada tahun 2006 saat Liga 1 masih bernama Divisi Utama.

Menurut Van Gastel, meskipun laga-laga uji coba kurang sesuai harapan, tetapi persiapan PSIM sebelum melawan Persebaya telah optimal.

”Saya mengerti laga melawan Persebaya akan sulit,” ujar Van Gastel yang akan debut sebagai pelatih di Liga Super. Apalagi laga perdana harus tandang yang membawa tekanan signifikan. Namun, PSIM diminta jangan terbebani, tetapi bermain lepas, gembira, sekalipun mendapat ”tekanan” dari puluhan ribu penonton mayoritas Bonek.

Van Gastel mengingatkan tim asuhnya, yakni Rafinha, dan rekan agar menikmati atmosfer Gelora Bung Tomo. Keberadaan bonek yang fanatik dan berisik perlu dijadikan momentum untuk membangkitkan adrenalin dan semangat. ”Tuan rumah justru juga menghadapi tekanan yang itu harus dimanfaatkan,” katanya.

Berikut ini adalah perkiraan susunan pemain Persebaya (4-2-3-1): Ernando Ari; Catur Pamungkas, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Ichas Baihaqi; Malik Risaldi, Francisco Rivera, Bruno Moreira; Mihailo Perovic. Pelatih tim dalam komando Eduardo Perez.

Adapun, tim PSIM (4-3-3) adalah Harlan Suardi; Reva Adi Utama, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Raka Cahyana; Rendra Teddy, Ze Valente, Savio Sheva; Ezequiel Vidal, Rafinha, Nermin Heljeta. Mereka dalam besutan pelatih Jean-Paul van Gastel.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul