Kompas.id Brief

Perseteruan Lama Bersemi Kembali

Persoalan Kashmir telah berlangsung sejak 1940-an hingga saat ini. Sekarang, ketegangan mencuat kembali dan berpotensi memicu perang.

26 Apr 2025 15:15 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

India dan Pakistan, dua negara bertetangga, telah lama berada dalam situasi konflik. Kashmir dan persoalan kelompok teror sering kali membuat hubungan ke dua negara pemilik senjata nuklir ini tegang.

Artikel ini memberi panduan sederhana penyebab ketegangan yang muncul kembali antara dua negara di wilayah Asia Selatan tersebut:

  1. Apa Penyebab Ketegangan antara India dan Pakistan?
  2. Tindakan Apa yang Sudah Dilakukan Kedua Negara?
  3. Bagaimana Status Kashmir?
  4. Bagaimana Reaksi Dunia Internasional soal Potensi Perang India-Paksitan?

1. Apa Penyebab Ketegangan Antara India dan Pakistan?

copy title

Ketegangan baru terjadi antara dua negara bertetangga, India dan Pakistan, setelah sebuah serangan terjadi pada sekelompok wisatawan yang tengah berkunjung ke Pahalgam, kota wisata di Kashmir, Selasa (22/4/2025). Penembakan itu menewaskan 26 orang wisawatan dan puluhan lainnya terluka. 

Aparat keamanan dan kepolisian India menuding kelompok teror Laskar-i-Taiba (LET), yang beroperasi di wilayah India dan Pakistan, sebagai dalang pembunuhan tersebut. Sejumlah saksi mata melihat tiga pelaku lari ke arah wilayah Pakistan. Akibat kejadian itu, sekitar 1.500 orang warga yang tinggal di Kashmir diperiksa polisi. 

Pasukan Penjaga Perbatasan India (BSF) melakukan atraksi disaksikan ribuan wisatawan di Wagah, perbatasan India dengan Pakistan, Jumat (25/4/2025).

Atas kejadian itu, Perdana Menteri India Narendra Modi bersumpah akan melacak dan menghukum para pelaku jika mereka berhasil ditangkap. ”Saya katakan kepada seluruh dunia: India akan mengidentifikasi, melacak, dan menghukum setiap teroris dan pendukungnya,” kata Modi. ”Kami akan mengejar mereka sampai ke ujung Bumi.”

Pemerintah India mengklaim ada keterlibatan Pakistan dalam peristiwa tersebut. Pakistan membantahnya. Sebuah kelompok yang menamakan diri sebagai kelompok Perlawanan Kashmir, kelompok yang sebelumnya tidak dikenal, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

2. Tindakan Apa yang Sudah Dilakukan Kedua Negara?

copy title

Kedua negara telah melakukan sejumlah langkah diplomatik satu sama lain menyusul peristiwa di Pahalgam. New Delhi menurunkan status hubungan diplomatiknya dengan Pakistan, mencabut semua visa warga negara Pakistan, menarik pulang diplomatnya hingga menangguhkan perjanjian pembagian air Sungai Indus dengan Islamabad. 

”Kami akan memastikan bahwa tidak ada setetes pun air Sungai Indus yang sampai ke Pakistan,” kata Menteri Sumber Daya Air India CR Paatil dalam sebuah unggahan di platform X.

Militer India juga dikabarkan telah memulai latihan perang. Angkatan Darat dan Angkatan Laut India, melansir laporan kantor berita PTI, telah memulai latihan. 

Poster yang berisi pengumuman sosok yang diduga adalah salah satu pelaku serangan bersenjata terhadap turis di Pahalgam, Kashmir, yang dikeluarkan oleh Polisi Wilayah Jammu dan Kashmir, Kamis (24/4/2025).

Islamabad sejauh ini belum melakukan latihan militer. Namun, serangkaian tindakan diplomatik telah dilakukan, mulai dari menetapkan status persona non-grata para diplomat India dan menutup wilayah udaranya bagi penerbangan maskapai India. 

Dua hari berturut-turut, Kamis malam dan Jumat (24-25/4/2025) malam hingga Sabtu dini hari, militer India dan Pakistan yang berada di wilayah perbatasan saling berbalas tembakan. Militer India mengklaim penembakan dilakukan militer Pakistan dari beberapa pos di sepanjang perbatasan de facto kedua negara. India membalasnya Tembakan dilakukan ke wilayah yang kosong sehingga tidak menimbulkan korban. Akan tetapi, hal ini mengindikasikan bahwa perang bisa pecah sewaktu-waktu. 

Militer India dilaporkan telah menghancurkan rumah dua tersangka pelaku penembakan di Kashmir. Upaya pengejaran masih terus dilakukan.

3. Bagaimana Status Kashmir?

copy title

Kashmir masih menjadi titik panas dalam relasi hubungan India-Pakistan. Sejak tahun 1940-an wilayah ini menjadi rebutan dan penguasaannya terbelah. Akan tetapi, situasi berubah ketika tahun 2019, secara sepihak Narendra Modi mengumukan penghapusan Pasal 370 Konstitusi India yang membuat New Delhi mengklaim seluruh wilayah Kashmir adalah bagian dari India. 

Pemerintah Pakistan, yang saat itu dipimpin Perdana Menteri Imran Khan, mengecam keras tindakan Modi dan menyebut India sebagai negara kolonial dan penindas. Tindakan India mengklaim keseluruhan wilayah Kashmir tidak hanya membuat Pakistan berang, tetapi juga China.

Peta lokasi wilayah Kashmir, yang berada di perbatasan Pakistan dan India. Kashmir diperebutkan oleh Pakistan dan India.

4. Bagaimana Dampak Ketegangan terhadap Ekonomi Keduanya?

copy title

Hubungan yang memburuk antarkedua negara bisa menimbulkan konsekuensi ekonomi. Tidak besar, tetapi pelik. 

Penutupan wilayah udara Pakistan untuk maskapai penerbangan India akan membuat warga harus membayar ongkos angkutan udara lebih mahal. Maskapai Air India, yang dimiliki konglomerasi Tata Group, diperkirakan akan menjadi maskapai yang paling terdampak. 

Mark D Martin, dari Martin Consulting, memerkirakan, harga tiket bisa naik lebih dari 35 persen untuk tujuan Timur Tengah dan lebih dari 45 persen ke Eropa. Bisnis penerbangan, kata Martin, akan selalu terdampak ketika kedua negara berseteru dan saling serang. Sanjay Lazar, pakar penerbangan dan CEO Avialaz Consultants, mengatakan, harga tiket akan mengalami kenaikan jika ketegangan terus berlanjut hingga enam bulan mendatang.

Tentara India melakukan operasi pencarian di sekitar padang rumput Baisaran setelah serangan di Pahalgam, Srinagar pada 23 April 2025. P

Data Pemerintah India menunjukkan bahwa ketika Islamabad menutup wilayah udaranya pada tahun 2019, maskapai penerbangan domestik mengalami kerugian finansial hampir 5,5 miliar rupee (64,3 juta dollar AS) akibat penutupan wilayah udara selama lima bulan.

Sementara belum ada penghitungan dari sisi Pakistan menyangkut potensi kerugian ekonominya meski Islamabad telah menangguhkan semua perdagangan dengan India, termasuk melalui negara ke tiga. (AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase