Kompetisi BRI Super League 2025/2026 memanas. Terdapat empat tim saling sikut demi trofi juara.
06 Jan 2026 13:39 WIB · Olahraga
persib bandung
BANDUNG, KOMPAS — Persib Bandung terlempar dari peringkat pertama BRI Super League setelah hasil imbang 1-1 kontra Persik Kediri pada pertandingan pekan ke-16 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) malam. Di awal paruh kedua kompetisi, Persib mesti mengalami banyak persoalan yang rawan memecah konsentrasi tim.
Tambahan satu angka hanya membawa Persib ke peringkat ketiga dengan nilai 35. Poin Persib sama dengan Persija Jakarta yang berada di peringkat kedua. Namun, ”Macan Kemayoran”, julukan Persija, lebih unggul jumlah gol memasukkan. Adapun Borneo FC kini nyaman di puncak klasemen dengan nilai 37.
Gol Persib dicetak pemain pengganti, Saddil Ramdani, pada menit ke-68, yang ironisnya mendapatkan kartu merah di laga ini. Adapun gol balasan Persik dicetak Muhammad Firly di menit 90+5.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/06/728307a7d971724e1b1c78d53f036990-large_berguinho_julio_persik_nando_8b84f871c6.jpg)
Seusai laga, Pelatih Persib Bojan Hodak menyoroti kepemimpinan wasit dalam laga di Kediri. Ia menyatakan Persib akan menyampaikan keberatan secara tertulis soal kepemimpinan wasit Muhammad Tri Santoso.
”Kami akan mengirim surat (protes). Saya tidak bisa bicara banyak tentang wasit, itu saja,” kata Bojan.
Sementara bek Persib, Alfeandra Dewangga, mengaku kecewa dengan hasil imbang kontra Persik. Menurut dia, satu poin dari Kediri bukan target yang dicanangkan timnya pada pertandingan ini.
”Pastinya kurang bahagia karena kami seharusnya menang,” ucapnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/05/361b69478bf6b4dafc41355ed28d7407-IMG_20251205_WA0190.jpg)
Akan tetapi, di luar kepemimpinan wasit, permainan Persib kali ini tidak seperti biasanya. Tim seperti kesulitan menghadapi penjagaan ketat lawan. Permainan umpan pendek tidak banyak terlihat. Umpan panjang lebih banyak diandalkan dalam laga ini.
Persib juga bermain sangat berhati-hati. Badai cedera, kabar pemain yang hengkang, hingga mesti berbagai konsentrasi dengan laga Asia membuat strategi bermain tim tidak terlalu ciamik.
Dalam laga itu, Persib tanpa Marc Klok yang cedera hingga Federico Barba yang dikabarkan ngebet pulang kampung ke Italia. Andrew Jung dan Beckham Putra juga ditarik keluar dari laga karena cedera.
Tidak hanya itu, Thom Haye dan Luciano Guaycochea juga tidak bermain penuh. Kartu merah yang didapat pemain pengganti Saddil membuat permainan Persib kacau balau menjelang akhir laga.
Borneo FC mencatatkan rekor baru di paruh musim Super League 2025/2026. Hingga putaran pertama, ”Pesut Etam” telah mengoleksi 37 poin meski masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Persita Tangerang.
Hasil tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah klub ini di paruh musim kompetisi. Catatan tersebut bahkan melampaui capaian 35 poin yang ditorehkan tim asal Samarinda ini saat menjadi juara Regular Series BRI Liga 1 2023/2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/06/8ff41d7e4f40533a7115dc2becbf37f6-1767512319.jpg)
Pelatih Borneo Fabio Lefundes menyebut statistik yang diraih timnya patut diapresiasi. Akan tetapi, dia mengingatkan bahwa setiap musim memiliki tantangan yang berbeda, terutama dengan sistem kompetisi yang berubah.
Pelatih asal Brasil itu juga menyinggung ketatnya persaingan antartim papan atas musim ini. Menurut dia, sejumlah tim mulai menunjukkan kekuatan signifikan dan bisa menjadi ancaman serius bagi Borneo FC.
”Kita harus tetap sangat kuat. Jangan kasih kendur karena sekarang ada beberapa tim yang juga sangat kuat. Persib Bandung sedang kuat, Malut United mulai masuk papan atas, dan ada juga Persija Jakarta,” tuturnya.
Penulis:
Fabio. Maria Lopes CostaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra