Bertahun-tahun Banjir Rob di Pantura Sayung Tak Kunjung Tuntas Ditangani

Banjir rob di jalan pantura Demak, Jateng, yang jadi masalah menahun perlu solusi konkret. Pemerintah dituntut menuntaskan problem penuh tantangan itu.

31 Mei 2025 07:00 WIB · Nusantara

Oleh Kristi Dwi Utami

Selama bertahun-tahun, masyarakat dan pengguna jalan di pantai utara Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menanggung berbagai penderitaan karena banjir rob yang terus merendam jalanan. Mereka kecewa karena persoalan menahun itu tak kunjung tuntas. Solusi konkret kian mendesak.

Hampir setiap hari, setidaknya selama 10 tahun terakhir, Rara (30), warga Demak, harus menerjang rob di Jalan Pantura Sayung menuju tempatnya kuliah dan bekerja di Kota Semarang. Selama itu pula, aneka derita membelenggunya.

Banjir rob yang sering kali menggenangi jalanan tidak hanya membuat sepeda motor yang menjadi penunjang mobilitas Rara basah dan kotor. Tak jarang, sepeda motornya itu jadi mogok setelah dipaksa melewati rob. Akibatnya, ia terpaksa mendorong sepeda motornya sepanjang hampir 1 kilometer ke bengkel atau setidaknya ke tempat kering untuk bisa mengeluarkan air yang masuk knalpot motornya.

Salah satu tempat usaha yang dijual di sekitar lokasi banjir pasang air laut di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Air rob yang asin juga membuat mesin dan rangka sepeda motor Rara lebih mudah karatan dan keropos. Pada 2019, Rara terpaksa mengganti knalpot yang lepas dari sepeda motor karena keropos. Knalpot itu tak bisa lagi dipertahankan setelah dua kali sempat dilas.

Rob juga disebut Rara memicu kemacetan panjang. Hal itu terjadi karena kendaraan-kendaraan yang nekat melewati rob mogok di tengah jalan.

”Kalau sedang banjir rob, biasanya macet panjang. Perjalanan dari rumah ke Semarang yang biasanya sekitar 1 jam, bisa sampai 2 jam lebih,” kata Rara, Jumat (30/5/2025).

Banjir pasang air yang menggenangi rumah warga di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Untuk menghindari jalanan yang tergenang rob di Sayung, Rara biasanya memilih jalan lain melewati Kecamatan Mranggen. Oleh karena harus memutar, perjalanan yang ditempuh Rara menjadi sekitar 30 menit lebih lama.

Tak hanya pengguna jalan, dampak banjir rob di Jalan Pantura Sayung juga dikeluhkan warga sekitar. Sigit (50), warga Sayung, menyebut, rob juga turut merendam rumah-rumah warga di sekitar jalan pantura. Kondisi itu mengganggu kenyamanan mereka hingga sebagian warga, khususnya anak balita dan warga lansia, harus mengungsi ke tempat lain yang aman dari genangan. 

”Kami berharap pemerintah segera bergerak karena banjir rob ini sudah sangat mengganggu. Setiap tahun, terutama saat puncak rob, seperti bulan Mei, Juni, Juli, itu warga sangat menderita,” ucap Sigit.

Pekerja memperbaiki dan meninggikan salah satu tempat usaha agar tidak tergenang pasang air laut yang selalu terjadi di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Persoalan rob di Sayung yang tak kunjung teratasi juga menjadi salah satu isu yang diperhatikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Ketua BEM Unissula Wiyu Ghaniy mengatakan, lembaganya membuat kajian terkait persoalan banjir rob yang dampaknya turut dirasakan oleh sivitas akademika Unissula.

Dosen dan mahasiswa yang tinggal di kawasan Kaligawe dan Sayung mengeluhkan tempat tinggal atau lingkungan tempat tinggalnya turut terdampak rob. Kendaraan-kendaraan mereka juga menjadi lebih cepat rusak karena sering terkena rob.

Selain mengkaji dampak rob terhadap sivitas akademika Unissula, mereka juga mengkaji dampak banjir rob terhadap masyarakat sekitar. Dari kajian itu, BEM Unissula mendapati fakta bahwa rob mengganggu perekonomian masyarakat. Usaha masyarakat di sepanjang jalan itu jadi sepi pembeli karena pelintas enggan mampir akibat rob.

Pekerja berjalan di atas pembatas untuk menghindari banjir pasang air laut di Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

”Kami juga sempat mewawancarai para sopir kendaraan angkutan barang yang mengaku mobilitasnya tersendat karena banjir rob. Jalan pantura ini menjadi pilihan mayoritas sopir kendaraan angkutan barang dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang menuju ke Jawa Timur dan sebaliknya karena gratis. Sebenarnya, kalau lewat jalan tol, bisa terhindar dari banjir rob. Tapi, kan, harus bayar,” ujarnya.

Dalam kajian yang dibuat BEM Unissula, rob juga dinilai membuat sarana-prasarana, infrastruktur, dan fasilitas umum di Kecamatan Sayung tidak berfungsi. Lahan-lahan pertanian, yang telah beralih fungsi menjadi tambak karena terendam rob, lama-kelamaan menghilang karena permukaan rob kian meninggi.

”Dampak fisik dari banjir rob yang terjadi di Kecamatan Sayung dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu perabotan rusak besar dengan persentasenya 35 persen, rumah tenggelam dengan persentase sebesar 50 persen, dan kerusakan lainnya yang disebabkan rob, seperti dinding rumah korosi sebesar 15 persen,” kata Ghaniy.

Warga mengamankan kucing piaraannya agar terbebas dari genangan pasang air laur di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Beberapa waktu terakhir, BEM Unissula telah mengajukan permohonan audiensi dengan Bupati Demak dan Gubernur Jateng untuk mencari tahu mengenai solusi konkret yang disiapkan pemerintah dalam mengatasi persolan banjir rob. Mereka ditemui oleh Bupati Demak dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jateng.

”Kepada Bupati Demak ataupun perwakilan Pemprov Jateng, kami meminta penanggulangan jangka pendek dan penanganan bertahap. Datangkan para ahli geologi, kelautan, infrastruktur jalan, lingkungan hidup, sambil berupaya menemukan solusi konkret,” ucap Ghaniy.

Kerugian signifikan

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DI Yogyakarta juga mengeluhkan, banjir rob menimbulkan kerugian yang signifikan. Kepala Bidang Preservasi I, BBPJN Jateng-DI Yogyakarta Tri Bakti Mulianto mengatakan, genangan rob yang bersifat korosif memicu kerusakan struktur jalan dan merusak aspal.

Pekerja pabrik menyeberangi jalan pantura Semarang-Demak yang digenangi banjir pasang air laut di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Kendati tak menyebut besarannya, Tri mengatakan, biaya pemeliharaan rutin meningkat karena jalanan yang kerap terendam rob menjadi cepat rusak dan berlubang. Kondisi itu dinilai membebani anggaran pemeliharaan jalan nasional.

Selama ini, BBPJN telah melakukan berbagai upaya teknis untuk menjaga fungsionalitas jalan nasional yang terdampak banjir rob. Upaya-upaya itu, yakni meninggikan badan jalan di titik-titik kritis, memasang pompa air, memperbaiki drainase, menguatkan struktur jalan menggunakan material yang lebih tahan terhadap genangan, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam membangun sistem polder dan tanggul laut.

”Penanganan rob yang bersifat darurat ataupun permanen tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Oleh karena itu, BBPJN atau Kementerian Pekerjaan Umum mendorong pendekatan kolaboratif lintas instansi dan perencanaan jangka panjang agar masalah ini bisa diselesaikan secara tuntas dan berkelanjutan. Yang sedang berjalan saat ini adalah pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 yang sekaligus terintegrasi tanggul laut.

Salah satu rumah yang ditinggalkan pemiliknya setelah beberapa tahun ini kawasan tersebut digenangi pasang air laut di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2025). Banjir pasang air laut atau rob yang terjadi beberapa pekan ini semakin meluas hingga menggenangi jalur pantura. Limpasan pasang air laut tersebut juga meluas dampaknya dari permukiman, akses jalan, kawasan industri, dan sekolah.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
30-05-2025
 *** Local Caption ***

Tri menambahkan, secara teknis, faktor utama penyebab banjir rob di jalan pantura adalah kombinasi dari penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, serta kapasitas drainase yang terbatas. Di kawasan pesisir seperti Sayung, penurunan muka tanah bisa mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun. Sementara kenaikan muka air laut terus berlangsung akibat perubahan iklim global.

”Selain itu, kontur wilayah Semarang bagian selatan yang berupa perbukitan turut menjadi faktor. Sebab, saat terjadi hujan lebat, air dari wilayah atas mengalir dengan sangat cepat ke daerah bawah atau pesisir, yang membuat beban debit air di wilayah dataran rendah seperti Sayung lebih besar,” kata Tri.

Tanggul laut

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan rob di Jalan Pantura Sayung perlu dikebut. Salah satu upaya yang diyakini bakal menyelesaikan persoalan itu ialah pembangunan pembangunan Tol Semarang-Demak tahap 1 yang juga berfungsi sebagai tanggul laut. Sayangnya, pembangunan proyek tersebut diperkirakan baru akan rampung pada 2027.

”Untuk tanggul lautnya, insya Allah Januari 2026 sudah fungsional. Minimal, kalau fungsional, ini sudah mengatasi rob,” ucap Luthfi.

Sebuah kendaraan melintasi jalur proyek pembangunan tol Semarang-Demak 1B di Terboyo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/5/2025). Pada proyek tol Semarang-Demak 1B tersebut nantinya juga berfungsi sebagai tanggul laut untuk mengurangi dampak pasang air laut. Jalan tol tanggul laut ini dibangun sepanjang 6.728 meter.

Kompas/Raditya Mahendra Yasa
27-05-2025
 *** Local Caption ***

Sementara itu, Bupati Demak Eistianah mengatakan, permasalahan banjir di Sayung tidak bisa hanya bergantung pada proyek tol dan tanggul laut tersebut. Menurut dia, perlu pembangunan tanggul laut tambahan untuk melindungi wilayah yang belum terlindungi. Untuk itu, pihaknya mengusulkan pembangunan tanggul laut tambahan ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

”Pembangunan tanggul laut di luar kawasan tol penting untuk mengatasi rob di area yang belum terlindungi. Selain itu, ini juga bertujuan mengaktifkan kembali jalan kabupaten yang selama ini tergenang. Namun, hingga kini, usulan tersebut masih menunggu dukungan pendanaan dari pemerintah pusat,” ujar Eistianah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto