Amerika Serikat dan Inggris izinkan Ukraina menyerang Rusia dengan rudal jarak jauh. Di sisi lain Rusia siap berdamai dengan mediasi Donald Trump.
21 Nov 2024 19:46 WIB · Internasional
KYIV, Kamis – Setelah Ukraina menggunakan rudal jarak jauh dari AS dan Inggris untuk menyerang Rusia, Selasa (19/11/2024), Rusia membalas dan untuk pertamakali meluncurkan rudal antar benua (ICBM) untuk menghantam sasaran strategis di Ukraina, Kamis (21/11/2024).
“Pada pukul 05.00 dan pukul 07.00 (pukul 09.00 dan pukul 11.00 waktu Jakarta) Rusia menembakan rudal antar benua ke Kota Dnipro,” demikian keterangan Angkatan Udara Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh rudal jelajah Kh-101.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden memberikan ijin kepada Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh menyerang ke Rusia sejak Minggu (17/11/2024). Tindakan tersebut menimbulkan eskalasi perang dan bahkan dikhawatirkan memicu serangan senjata nuklir strategis.
Rusia juga telah mengubah doktrin penggunaan senjata nuklir akibat keputusan Presiden Joe Biden mengijinkan penggunaan rudal jarak jauh AS untuk menyerang Rusia.
Adapun rudal antar benua (ICBM) yang ditembakan Rusia berasal dari pangkalan rudal di Astrakhan, di dekat Laut Kaspia yang berjarak 1.000 kilometer lebih ke sasaran di Kota Dnipro, Ukraina.
Kota Dnipro adalah titik strategis, sebuah kota besar dibelah Sungai Dnipro yang membelah negara Ukraina menjadi dua bagian barat dan timur.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan, serangan Rusia menyasar kawasan industri dan infrastruktur strategis di Kota Dnipro. Rudal antara benua yang diluncurkan Rusia dapat dilengkapi hulu ledak (war head) konvensional atau pun nuklir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/02/28/fd8e9ec7-c57e-49e3-ac01-02f8eaf0d4f1.jpg)
Media Ukraina KyivPost menambahkan, Serangan mencakup penembakan rudal Kinzhal Kh-47M2 dari jet tempur Mig-31K di wilayah Tambov, dan tujuh rudal jelajah Kh-101 dari bomber Tu-95 MS di dekat Volgograd.
Hingga pukul 10.30 pagi (pukul 2.30 waktu Jakarta), laporan kerusakan akibat serangan Rusia belum diverifikasi.
Serangan Rusia itu memicu sirene peringatan serangan udara di seluruh Ukraina sejak pagi pukul 05.05. Selanjutnya terdengar dentuman ledakan di Kota Dnipro pada pukul 07.15 pagi.
Dilaporkan terjadi kerusakan di kawasan industri, infrastruktur strategis, yang diikuti kebakaran besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/18/341f50005b14dc95a8a681ff8ef8e88e-Russia_Ukraine_War_Drone_Factory_125534744.jpg)
Pemadaman listrik diberlakukan di sekitar Kyiv, Dnipro, Kota Pelabuhan Odesa, Sumy, Zhytomyr, dan wilayah Donetsk di tengah serangan Rusia.
Aparat pemerintahan Ukraina mati – matian memperbaiki pusat pembangkit listrik mereka yang kerap diserang Rusia. Terlebih saat ini meyongsong musim dingin, kebutuhan pasokan listrik sangat penting untuk membangkitkan sarana pemanas ruangan.
Rudal yang ditembakan bomber Tu-95 memasuki wilayah Ukraina dari utara melalui Chernihiv sebelum menuju kea rah pusat dan tenggara Ukraina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/01/25/a464094b-c51b-4d9b-883c-999d1dd0bb30.jpg)
Sirine serangan udara dan rangkaian ledakan dilaporkan di wilayah Poltava, Kremenchuk, dan Zaporizhzhia. Menjelang tengah hari, peringatan serangan udara sudah dipadamkan di wilayah Ukraina barat.
Sehari sebelum serangan perdana rudal balistik Rusia, pada Rabu (20/11/2024), berbagai media sosial Ukraina mengabarkan adanya serangan skala besar Rusia. Informasi tersebut menyatakan, serangan Rusia akan melibatkan rudal RS-26 Rubezh – sebuah rudal balistik baru dengan jangkauan 6.000 kiloemter.
Namun, sebagian informasi yang beredar di Ukraina disanggah oleh Intelijen Ukraina HUR dan disebut sebagai bagian dari informasi sesat dari Rusia.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv memberi peringatan kepada warga Amerika Serikat di Ukraina pada tanggal 20 November 2024 tentang kemungkinan serangan rudal Rusia hari itu. Peringatan itu disampaikan situs resmi Kedubes AS di Kota Kyiv mengenai ancaman serangan dan mengimbau warga AS utuk mencari tempat perlindungan udara dalam serangan udara.
Peringatan dikeluarkan Kedubes AS di Ukraina menyusul serangan Ukraina dengan menggunakan rudal ATACMS buatan AS ke depot militer Rusia di wilayah Briyansk.
AS mengijinkan Ukraina menggunakan rudal pasokan mereka untuk serangan jarak jauh dengan dalih kehadiran prajurit Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia. Pada Minggu (17/11/2024) Rusia meluncurkan 120 rudal dan 90 drone ke pusat – pusat pembangkit listrik Ukraina.
Di tengah saling serang sepekan terakhir, kemungkinan perundingan dan perdamaian Rusia – Ukraina mengemuka. Pihak Rusia menyatakan siap berdamai dengan penyelesaian realistis.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis (21/11/2024) mengatakan, siap untuk berunding. “Kami terbuka penyelesaian realistis, dan tidak dipolitisir,” kata Zakharova.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/11/b9bba687cb3990211696002c5d295576-000_36LX2C9.jpg)
Penyelesaian damai yang dimaksud tentu sesuai dengan kepentingan Rusia sesuai kondisi terakhir dan adanya jaminan untuk kesepakatan dipatuhi.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin mengindikasikan siap merundingkan gencatan senjata di Ukraina dengan bantuan Presiden baru AS, Donald Trump.
Putin menegaskan, tidak ada konsesi wilayah yang dilepas Rusia dan Ukraina harus meninggalkan rencana bergabung dengan NATO karena dianggap membahayakan Rusia.
Donald Trump dalam kampanye pemilihan presiden AS bersumpah akan segera mengakhiri perang di Ukraina.
Saat ini posisi Rusia di atas angin dengan menguasai wilayah Ukraina seluas negara bagian Virginia di Amerika Serikat.
Saat ini posisi Rusia di atas angin dengan menguasai wilayah Ukraina seluas negara bagian Virginia di Amerika Serikat.
Rusia mungkin sepakat menghentikan konflik pada posisi medan perang saat ini dengan wilayah - wilayah yang dikuasai.
Ada tiga pejabat Rusia yang berbicara secara anonim mengatakan, mungkin ada pembahasan soal wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson.
Rusia menyatakan menguasai Donetsk, Luhansk, Zaprizhzhia, dan Kherson di bawah perlindungan senjata nuklir. Rusia menguasai 70 – 80 persen wilayah tersebut yang mayoritas warganya adalah etnis Rusia.
Rusia mungkin mundur dari sejumlah kantung wilayah yang diduduki yakni di Kharkhiv, dan Mykolaiv di utara dan selatan bagian timur Ukraina. (Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase