Seruan Gencatan Senjata Menguat di Tengah Pertempuran Sengit Hizbullah-Israel

Upaya gencatan senjata di Lebanon terus diupayakan. Di lapangan, pertempuran sengit terus berlangsung.

25 Nov 2024 09:29 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

BEIRUT, SENIN — Pertempuran sengit terus terjadi antara Kelompok Hizbullah dan militer Israel, Minggu (24/11/2024). Pada saat yang sama, Uni Eropa dan Amerika Serikat terus berupaya menyodorkan rencana gencatan senjata.

Dalam pertempuran pada hari Minggu itu, Hizbullah menembakkan lebih dari 250 roket ke beberapa kota di Israel, termasuk Tel Aviv. Sebaliknya, militer Israel menggempur wilayah Lebanon selatan dan sejumlah titik di pinggiran selatan kota Beirut.

Serangan Hizbullah ke Israel itu melukai tujuh orang, dan sejumlah roket mencapai jantung Israel di kota Tel Aviv. Di Haifa, sebuah roket Hizbullah menghantam sebuah bangunan tempat tinggal yang menurut polisi terancam runtuh. Serangan itu merupakan balasan atas serangan Israel sehari sebelumnya yang menewaskan puluhan orang di Beirut.

Sementara serangan Israel yang dilancarkan pada Minggu ke sejumlah target yang diduga menjadi pusat kegiatan militer Hizbullah di Tyre dan Naqoura menewaskan seorang tentara Lebanon dan 18 orang lainnya.

Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, mengecam serangan terbaru tersebut dan menyebutnya sebagai serangan terhadap upaya gencatan senjata. Dia mengatakan, serangan itu adalah sebuah pesan langsung, pesan berdarah, dan bentuk penolakan semua upaya serta kontak yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrel yang tengah berada di Beirut, Lebanon, mengatakan, perlu tekanan lebih besar pada kedua pihak agar mau mencapai kesepakatan gencatan senjata. Bola, kata Borrel, kini berada di tangan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. ”Kesepakatan menunggu persetujuan akhir pemerintah Israel,” kata Borrel.

Di Beirut, Borrel bertemu dengan Mikati dan Ketua Parlemen Nabih Berri, sekutu Hizbullah yang telah berperan sebagai penengah dalam proses perundingan tersebut. Borrel juga menegaskan, Uni Eropa siap mengalokasikan dana 200 juta euro untuk membantu militer Lebanon.

Akan tetapi, Borrel mengatakan, dirinya tidak melihat ketertarikan Israel terhadap proposal gencatan senjata yang disodorkan oleh Utusan Khusus Pemerintah AS, Amos Hochstein. Dia menyebut bahwa Netanyahu berupaya untuk mengajukan persyaratan baru sebelum membahas atau bahkan menerima proposal gencatan senjata tersebut. Salah satu indikasinya adalah penolakan Israel menerima Perancis sebagai anggota komite internasional yang akan mengawasi pelaksanaan gencatan senjata.

Foto yang dirilis Kantor Media Perdana Menteri Lebanon memperlihatkan pembicaraan antara Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati (kanan), dan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrel di Beirut, Lebanon, Minggu (24/11/2024). UE mendorong para pihak untuk melakukan gencatan senjata meski menduga Israel akan mengajukan persyaratan baru.

Media Israel melaporkan, Netanyahu mengadakan rapat kabinet keamanannya pada Minggu petang waktu setempat. Jurnalis situs Axios Barak Ravid dalam unggahannya di media sosial mengutip pejabat Israel yang tidak mau disebut namanya menyebut bahwa Israel sedang bergerak menuju perjanjian gencatan senjata di Lebanon.

Akan tetapi, laporan lain dari lembaga penyiaran publik Israel, Kan, mengatakan, sejauh ini tidak ada lampu hijau dari Pemerintah Israel untuk meneruskan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Kantor berita itu menyatakan berbagai hal masih harus diselesaikan tanpa menyebut detail masalah-masalah tersebut.

Upaya gencatan senjata difokuskan pada pelaksanaan kembali Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang Hizbullah-Israel tahun 2006. Resolusi tersebut mengharuskan Hizbullah untuk menarik mundur para pejuangnya sekitar 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan dengan Israel, dan tentara Lebanon untuk dikerahkan di zona penyangga. Militer Israel juga harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon selatan.

”Kami hanya melihat satu kemungkinan jalan ke depan: gencatan senjata segera dan penerapan penuh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701,” kata Borrell.

Sengit di Lebanon selatan

Sengitnya pertempuran ditandai dengan penghancuran enam tank milik militer Israel oleh pasukan Hizbullah, Minggu (24/11/2024). Kantor berita nasional Lebanon NNA melaporkan, pertempuran intensif berlangsung di beberapa wilayah di Lebanon selatan, termasuk di wilayah Bayada yang menjadi lokasi penghancuran tank-tank milik militer Israel tersebut.

Dalam laporannya, NNA menyebut pasukan Hizbullah berhasil memukul pasukan Israel setelah menghancurkan tank-tank tersebut. Konvoi 30 kendaraan militer Israel berbalik arah dari lokasi pertempuran yang terletak kurang dari 10 kilometer dari perbatasan kedua negara.

Dua warga berjalan di dekat bangunan yang rusak berat akibat serangan Israel ke kawasan Rweiss, Beirut selatan, Minggu (24/11/2024).

Hizbullah dalam pernyataannya mengatakan, pasukannya menghancurkan lima tank Israel di pinggiran timur Bayada, termasuk satu yang berusaha maju untuk menyelamatkan satu tank yang hancur.

Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah menyebut telah menghancurkan tank Merkava keenam di daerah Deir Mimas.

George Nakad, Wali Kota Deir Mimas, dikutip oleh NNA mengatakan bahwa pasukan Israel telah mendirikan pos pemeriksaan di jalan antara desa tempatnya berasal dan desa tetangga.

Warga dan sejumlah aparat keamanan Israel melihat kerusakan yang timbul akibat serangan roket Hizbullah di Petah Tikva, tidak jauh dari Tel Aviv, Israel, Minggu (24/11/2024).

Lebih jauh ke timur, Hizbullah mengatakan, para pejuangnya meluncurkan empat salvo roket ke arah pasukan Israel di timur Khiam, kota perbatasan. Khiam memiliki makna simbolis karena telah menjadi tempat penjara terkenal yang dijalankan oleh Tentara Lebanon Selatan, milisi proksi Israel, saat pendudukan Israel selama 22 tahun di Lebanon selatan. Pendudukan itu berakhir pada tahun 2000.

Tank-tank Israel yang telah beroperasi di sebelah timur Khiam selama lebih dari tiga minggu telah bergerak ke utara kota.

Laporan NNA pada hari Sabtu (23/11/2024) menyebut pasukan Israel mencoba menembus daerah Bayada, dekat kota Tyre, untuk mengepung kota Naqura tempat pasukan penjaga perdamaian PBB bermarkas. (AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .