Pertemuan 30 Menit Puan-Lorenzo, Bahas Kerja Sama Parlemen hingga Kapal Perang

Dalam lawatan sepekannya ke Roma, Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana. Beragam isu dibahas, termasuk kerja sama pertahanan.

07 Feb 2025 15:07 WIB · Politik & Hukum

Oleh Anita Yossihara Dari Roma, Italia

Bertemu dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam lawatannya ke Roma, Italia, pekan ini. Lewat pertemuan itu, peningkatan hubungan bilateral kedua negara serta kerja sama di berbagai bidang dirintis.

Puan berada di Roma, Italia, sejak 31 Januari lalu. Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu telah menghadiri sejumlah agenda, di antaranya pertemuan para pemimpin dunia untuk hak anak atau World Leaders Summit on Children’s Rights dan mengunjungi markas Scholas Occurrentes, sebuah gerakan pendidikan global yang didirikan oleh Paus Fransiskus.

Pada Kamis (6/2/2025), Puan berkunjung ke gedung parlemen Italia di Roma. Bersama Ahmad Basarah, anggota DPR dari Fraksi PDI-P, serta Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey, Puan disambut Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana saat tiba di gedung parlemen sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Keduanya berjabat tangan dan saling lempar senyum sebelum berbincang-bincang. Pertemuan bilateral antara pemimpin lembaga legislatif kedua negara itu berlangsung tertutup selama lebih kurang 30 menit. Pertemuan diakhiri dengan bertukar cendera mata.

Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan cendera mata kepada Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Keduanya bertemu selama 30 menit salah satunya untuk membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia. *** Local Caption *** Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan cendera mata kepada Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Keduanya bertemu selama 30 menit salah satunya untuk membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia.

Seusai pertemuan, Basarah mengungkapkan, peningkatan hubungan diplomatik RI dan Italia menjadi pokok bahasan dalam pertemuan itu. Baik Puan maupun Lorenzo sama-sama menginginkan hubungan erat RI-Italia selama ini dapat ditingkatkan.

”Dalam pertemuan itu muncul harapan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Italia yang selama ini sudah baik bisa diperkuat lagi,” kata Basarah.

Hubungan diplomatik RI-Italia dimulai sejak Italia mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 September 1949. Namun, Pemerintah RI baru membuka perwakilan diplomatiknya di Roma, ibu kota Italia, pada Maret 1952. Sementara itu, Pemerintah Italia telah lebih dulu membuka kantor perwakilan di Jakarta, yakni pada Oktober 1951.

Kini, setelah tiga perempat abad berlalu, hubungan RI-Italia masih terjalin baik. Kerja sama tidak hanya dijalin dalam bidang pemerintahan, tetapi juga ekonomi bahkan budaya.

Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Pertemuan selama 30 menit yang berlangsung tertutup itu salah satunya membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia. *** Local Caption *** Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Pertemuan selama 30 menit yang berlangsung tertutup itu salah satunya membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia.

Kepada Lorenzo, Puan juga menekankan pentingnya kerja sama parlemen kedua negara. Menurut Puan, kerja sama antarparlemen dibutuhkan untuk melengkapi hubungan diplomatik pemerintah kedua negara.

”DPR RI memandang pentingnya mendorong dialog antarparlemen dan diplomasi parlemen yang semakin erat baik secara bilateral, regional, dan global,” ujarnya.

Sebagai wujud diplomasi parlemen, DPR RI periode 2024-2029 telah membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI dengan Italia. GKSB RI-Italia ini merupakan bagian dari 102 GKSB yang dibentuk DPR pada pada 30 Januari lalu.

”Diplomasi parlemen diharapkan dapat menjembatani perbedaan antarnegara, di saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, konflik, persaingan kekuatan besar, iklim,” terang Puan.

Ketua DPR RI Puan Maharani berbincang dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Keduanya bertemu selama 30 menit salah satunya untuk membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia. *** Local Caption *** Ketua DPR RI Puan Maharani berbincang dengan Ketua DPR Italia Lorenzo Fontana di gedung parlemen Italia di Roma, Kamis (6/2/2025). Keduanya bertemu selama 30 menit salah satunya untuk membahas peningkatan hubungan bilateral RI-Italia.

Kapal perang dari Italia

Selain penguatan hubungan diplomatik, Puan juga menyinggung soal kerja sama bidang pertahanan antara RI dan Italia. Baru-baru ini, TNI AL menerima dua kapal perang buatan Fincantieri, sebuah perusahaan kapal Italia. Kedua kapal perang itu akan digunakan untuk memperkuat pertahanan wilayah laut Indonesia.

”Saya senang atas keberhasilan upacara pemberian nama untuk dua kapal perang Indonesia, yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, yang dibeli dari Fincantieri, Italia, pada 29 Januari 2025 lalu,” tuturnya.

Dua kapal buatan Italia itu berjenis offshore patrol vessels (OPV). Kapal ini memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, draft 5,2 meter, kecepatan maksimum 32 knot dengan pendorongan combined diesel, electric, and gas turbine. Selain itu, senjata yang dimiliki adalah SAM: 16 VL Sistem, SSM: 8 Teseo Mk-2E, meriam 127 mm, meriam 76 mm, dan torpedo.

Quote

Diplomasi parlemen diharapkan dapat menjembatani perbedaan antarnegara di saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, konflik, persaingan kekuatan besar, iklim.

Kontrak antara Pemerintah RI dan Fincantieri senilai 1,18 miliar euro ini ditandatangani Maret 2024. Saat itu, kedua kapal ini telah selesai dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kapal sudah selesai diluncurkan November 2022 dan diberi nama Marcantonio Colonna and Ruggiero di Lauria.

Dalam sambutan saat upacara pemberian nama kedua kapal perang, 29 Januari lalu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, pengadaan dua kapal perang buatan Italia itu merupakan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara, khususnya TNI AL. Kerja sama dengan Italia ini juga menunjukkan bahwa kemitraan strategis Indonesia dengan mitra internasional dapat menghasilkan alutsista yang modern dan berdaya saing tinggi (Kompas.id, 30 Januari 2025).

Penamaan KRI KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, Rabu (29/1), di Muggiano, Italia.

Puan menyampaikan, hubungan bilateral RI-Italia merupakan hubungan yang saling melengkapi. Tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga di bidang lain, seperti perekonomian dan perdagangan. Ketua DPP PDI-P ini mendorong lebih banyak lagi kerja sama pihak swasta atau business to business (B to B) antara RI dan Italia.

”Kita perlu terus menemukan cara yang konstruktif dan kolaboratif untuk meningkatkan perdagangan berbagai komoditas, tanpa membuat hambatan perdagangan baru,” ujarnya.

Landasan kuat

Melalui Lorenzo, Puan berharap dukungan parlemen Italia terhadap peningkatan kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Hubungan baik yang selama ini terjalin diharapkan menjadi landasan kuat untuk mengembangkan kerja sama konkret, terutama di bidang ekonomi. Namun, kerja sama harus dibangun untuk dapat menguntungkan kedua negara, termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Pengembangan kerja sama di bidang perekonomian RI-Italia dinilai Puan semakin signifikan mengingat saat ini Indonesia telah resmi bergabung dengan blok ekonomi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS). ”Kerja sama ekonomi Indonesia dan Italia sendiri sudah cukup besar dan perlu ditingkatkan, termasuk di bidang pendidikan, kebudayaan, industri, dan agriculture,” ungkap Puan.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima lukisan dari seorang anak penyintas perang Rusia-Ukraina, di Museum Gereja San Salvatore, Roma Italia, Minggu (2/2/2024). Penyerahan lukisan disaksikan pula oleh Ketua DPR RI Puan Maharani (dua dari kanan) dan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial Italia Maria Teresa Belluci (ketiga dari kanan). *** Local Caption *** Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima lukisan dari seorang anak penyintas perang Rusia-Ukraina, di Museum Gereja San Salvatore, Roma Italia, Minggu (2/2/2024). Penyerahan lukisan disaksikan pula oleh Ketua DPR RI Puan Maharani (dua dari kanan) dan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial Italia Maria Teresa Belluci (ketiga dari kanan).

Untuk bidang pendidikan, Puan mendorong dilakukan kerja sama antar-universitas Indonesia dan Italia, misalnya dengan membuat program gelar bersama. ”Juga dengan meningkatkan pertukaran dosen dan mahasiswa serta penelitian bersama dan publikasi internasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menilai pentingnya Indonesia dan Italia memperkuat kontak antarmasyarakat melalui pariwisata, program pertukaran pemuda, pertukaran pemimpin agama, dan beasiswa serta mengintensifkan dialog antaragama.

Dalam kesempatan itu, Puan juga menyampaikan terima kasih atas persetujuan Italia terkait pengajuan calon duta besar RI untuk negara tersebut. Saat ini, Pemerintah RI telah menetapkan Junimart Girsang sebagai Dubes RI untuk Italia.

Sementara itu, Lorenzo Fontana mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan Puan ke parlemen Italia. ”Kami senang atas kehadiran Ibu Ketua DPR RI Puan Maharani karena ini akan mempererat hubungan kedua negara di tengah kesulitan dunia,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Anita Yossihara Dari Roma, Italia
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro