Pertemuan AS-Rusia di Riyadh Jadi Awal Perundingan Panjang Akhiri Perang Ukraina

Pertemuan awal tingkat tinggi AS-Rusia di Riyadh, Arab Saudi, ini bisa menjadi persiapan awal pertemuan antara Trump dan Putin.

18 Feb 2025 13:56 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

RIYADH, SELASA — Para diplomat serta pejabat tinggi AS dan Rusia akan bertemu di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (18/2/2025), untuk berunding tentang pemulihan hubungan kedua negara yang retak serta memulai upaya awal untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia. Baik Washington maupun Moskwa meyakini proses perundingan akan panjang.

Oleh karena baru awal, kedua belah pihak ragu kemungkinan bahwa pertemuan tingkat tinggi itu akan menghasilkan terobosan besar.

Meski demikian, pembicaraan tersebut sudah memicu kekhawatiran di Ukraina dan Eropa. Sejumlah pemimpin negara-negara Eropa, diprakarsai Presiden Perancis Emmanuel Macron, secara mendadak menggelar pertemuan darurat di Paris. Dalam pertemuan ini, mereka menegaskan mereka harus memiliki suara dalam perundingan AS-Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Pembicaraan di Arab Saudi memperlihatkan upaya pemulihan hubungan antara Gedung Putih dan Kremlin yang keruh setelah meletusnya perang Ukraina-Rusia sejak Februari 2022.

Dalam pertemuan di Riyadh, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan ajudan senior Putin, Yuri Ushakov, akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz, dan Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tiba di Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Senin (17/2/2025).

Pertemuan tersebut juga bisa menjadi persiapan awal pertemuan langsung Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menjelang pertemuan, Selasa (18/2/2025), Rusia mengatakan bahwa Putin dan Trump ingin meninggalkan hubungan AS-Rusia yang tidak normal. Rusia juga tidak melihat tempat bagi Eropa untuk berada di meja perundingan itu.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pembicaraan tersebut terutama ditujukan untuk memulihkan hubungan Rusia-Amerika yang rumit. Ia juga menyebut adanya kemungkinan negosiasi mengenai resolusi Ukraina dan menyelenggarakan pertemuan antara Presiden AS dan Rusia.

Moskwa telah menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya ingin mengadakan pembicaraan bilateral dengan AS mengenai sejumlah masalah keamanan, tidak hanya kemungkinan gencatan senjata Ukraina.

Quote

Pertemuan pejabat AS-Rusia di Riyadh, Arab Saudi, bisa menjadi persiapan awal pertemuan langsung Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Agenda Moskwa selama ini salah satunya adalah mengurangi kehadiran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Benua Eropa. Sebelum menginvasi Ukraina pada Februari 2022, Putin menuntut NATO menarik pasukan, peralatan, dan pangkalannya dari beberapa kawasan yang berada di bawah pengaruh Moskwa selama Perang Dingin.

Sejauh ini, belum ada kejelasan prospek pembicaraan akan mengarah pada kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Ukraina.

”Saya tidak berpikir, orang melihatnya sebagai sesuatu yang menyangkut perincian atau bergerak maju dalam semacam negosiasi,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce.

Russian army officers walk past a street exhibition of military posters named 'Together to Victory' dedicated to Russian army in St. Petersburg, Russia, Friday, Feb. 14, 2025. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)

Ushakov mengatakan, pembicaraan tersebut akan membahas awal perundingan, yaitu bagaimana memulai negosiasi tentang Ukraina.

Salah satu tuntutan Putin yang diutarakan tahun lalu adalah agar Kyiv menarik pasukan dari sejumlah besar wilayah konflik.

Zelenskyy tur Timteng

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memastikan, Kyiv tidak diundang dalam pertemuan di Riyadh. Ia justru berkunjung ke Uni Emirat Arab dan Turki saat pembicaraan di Riyadh berlangsung.

Dikutip kantor berita Ukraina, Ukrinform, Zelensky mengatakan, Kyiv tidak tahu apa-apa tentang pembicaraan di Riyadh. Ia kembali menegaskan, Kyiv tidak dapat mengakui hal-hal atau perjanjian apa pun tentang Ukraina yang dibuat tanpa melibatkannya.

Di media sosial, Zelenskyy mengatakan, setiap kesepakatan damai harus mencakup jaminan keamanan yang kuat dan dapat diandalkan. Jaminan keamanan ini telah diminta oleh Perancis dan Inggris, tetapi tidak didukung oleh semua kekuatan Eropa.

TOPSHOT - This handout photograph taken from Ukraine's President Volodymyr Zelensky's social media "X" account shows Ukrainian President Volodymyr Zelensky (C) shaking hands next to his wife Olena Zelenska (centre L) after their plane landed in Turkey on February 17, 2025. (Photo by Handout / X account of Volodymyr Zelensky / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / X account of Volodymyr Zelensky / HANDOUT" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Zelenskyy tiba di Turki pada Selasa waktu Indonesia untuk membahas konflik tersebut dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan kemudian ke Arab Saudi, sehari kemudian. Ia tidak berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan delegasi AS atau Rusia.

Pekan lalu, Zelenskyy mengatakan, ia siap bertemu Putin. Akan tetapi, pertemuan itu hanya akan berlangsung setelah Kyiv dan sekutunya memiliki posisi yang sama untuk mengakhiri perang.

Rusia di atas angin

Di palagan, Moskwa tengah berada di atas angin. Pasukan Rusia mendorong Ukraina kembali melintasi garis depan sejauh 1.000 kilometer (km). Pada Senin, militer Rusia mengatakan, pasukannya telah merebut permukiman kecil di timur laut Ukraina.

Mereka juga merebut kembali kendali atas sebuah desa di wilayah Kursk barat, tempat Ukraina melancarkan serangan balasan yang mengejutkan pada Agustus 2024.

Di sisi lain, Kyiv terus tertekan. Selain terdorong mundur di medan perang, Ukraina juga menghadapi kemungkinan kehilangan bantuan militer AS yang selama ini menjadi pendukung utamanya.

This handout photograph taken by the Press service of the 24th Mechanized Brigade of Ukrainian Armed Forces on February 8, 2025 shows Ukrainian servicemen of the 24th Mechanized Brigade firing a 120mm mortar towards Russian positions at an undisclosed location near Chasiv Yar in the Donetsk region, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by Handout / 24th Mechanized Brigade of Ukrainian Armed Forces / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Press service of the 24th Mechanized Brigade of Ukrainian Armed Forces " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Ukraina terpaksa bergantung kepada Eropa, yang menurut Zelenskyy, saat ini juga dalam posisi lemah.

”Meskipun kesiapan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dalam hal kekuatan pasukan, jumlah pasukan tempur, armada, angkatan udara, pesawat nirawak, sejujurnya saya pikir, Eropa lemah saat ini,” katanya dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Senin.

Menurut Zelenskyy, saat ini AS terkesan hanya berusaha untuk menyenangkan Moskwa dalam pembicaraan mengenai Ukraina. ”AS sekarang mengatakan hal-hal yang sangat menguntungkan Putin karena mereka ingin menyenangkannya,” ujarnya.

Kendati demikian, Zelenskyy tetap tegas menolak gagasan menyerahkan wilayah Ukraina yang telah direbut Rusia. ”Kami akan merebut kembali semuanya,” ujarnya.

Pertemuan di Turki

Kantor Kepresidenan Turki mengabarkan, pemimpin Ukraina itu mengunjungi Turki untuk berunding dengan Erdogan di Ankara. ”Keduanya akan membahas langkah-langkah untuk lebih memperkuat kerja sama di antara kedua negara,” tulis kepala staf pers Erdogan, Fahrettin Altun, di X.

Lawatan itu merupakan kunjungan ketiga Zelenskyy ke Turki sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina hampir tiga tahun lalu. Ia terakhir berkunjung pada Maret 2024.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berjabat tangan usai pertemuan trilateral di Kota Lviv, Ukraina, Kamis (18/8/2022). (AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Sebagai anggota NATO, Turki telah berupaya untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangganya yang bertikai di Laut Hitam. Erdogan menempatkan dirinya sebagai perantara dan mediator untuk mengupayakan perdamaian antara Ukraina dan Rusia.

Ankara telah menyediakan pesawat nirawak untuk Ukraina, tetapi juga tak memberlakukan dari sanksi ke Rusia yang dipimpin Barat.

Pada Minggu, Zelenskyy membahas kerja sama ekonomi dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan di Abu Dhabi.

Selama pertemuan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita UEA, WAM, Sheikh Mohammed menekankan perlunya membangun kemitraan yang efektif dengan negara-negara di dunia. Ia juga berbicara tentang pentingnya mencapai solusi damai untuk krisis di seluruh dunia.

Sementara Zelenskyy berterima kasih kepada UEA atas kontribusi dalam pertukaran tahanan antara Kyiv dan Moskwa. Kedua negara itu juga menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi.

”Prioritas utama kami adalah membawa lebih banyak warga kami pulang dari tahanan. Kami juga akan fokus pada investasi dan kemitraan ekonomi, serta program kemanusiaan berskala besar,” kata Zelenskyy.

UEA telah menjadi mediator penting antara Rusia dan Ukraina dalam membantu pertukaran tahanan dan pemulangan anak-anak Ukraina dari Rusia. (AFP/AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .