Perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pertukaran tawanan menjadi harapan keluarga yang ditinggalkan.
20 Mar 2025 10:30 WIB · Foto
Pertukaran masing-masing 175 tawanan perang Rusia dan Ukraina, Rabu (19/3/2025), menandai harapan baru akan perdamaian setelah lebih dari tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Pertukaran ini juga menjadi yang terbanyak.
Ratusan keluarga menunggu dengan cemas kedatangan bus yang membawa tawanan di tempat yang disepakati kedua pihak, di dekat perbatasan utara kedua negara yang bertikai, wilayah Chernihiv, Ukraina.
Saat beberapa bus memasuki halaman rumah sakit, terlihat para tentara yang lemah dan tampak kelelahan keluar dari kendaraan. Wajah mereka berseri-seri. Mereka disambut pelukan hangat keluarga yang telah menunggunya sedari pagi.
Beberapa orang berjalan di antara kerumunan, membawa foto-foto kerabat mereka yang hilang, dengan putus asa bertanya kepada tawanan perang yang dibebaskan apakah mereka melihat merekanya.
Beberapa tawanan yang terluka segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/16aa6985-5cbf-49a9-bf80-e01050a752db_jpg.jpg)
Perang Rusia-Ukraina diawali pada 2014. Saat itu separatis yang didukung Rusia menyerbu dan menganeksasi Krimea, menyita sebagian wilayah Donbas di Ukraina yang terdiri dari Oblast Luhansk dan Donetsk.
Pada 2021, Rusia memulai penumpukan militer skala besar pada batas Rusia-Ukraina.
Perang sebenarnya dimulai 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan serangan udara, darat, dan laut yang menghancurkan Ukraina. Awalnya, serangan ini sempat disangkal Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam serangannya, Rusia menargetkan bandara dan markas militer di seluruh Ukraina, termasuk Bandara Internasional Boryspil di Kyiv.
Pasukan Rusia merangsek dari berbagai arah, termasuk timur laut dekat Kharkiv, timur dekat Luhansk, serta dari Belarus di utara dan Crimea di selatan. Pasukan terjun payung Rusia juga diterjunkan untuk merebut pangkalan udara di dekat Kyiv dan kota pelabuhan besar seperti Odessa dan Mariupol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/f55b74ee-6080-4bd1-8522-2b321dd81efb_jpg.jpg)
Sampai hari ini, perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, tepatnya 1,120 hari. Perang ini juga menewaskan puluhan ribu korban dari kedua pihak. Dan perang belum menunjukkan tanda-tanda akan usai.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari