Pertukaran 175 Tawanan di Hari Ke-1.120 Perang Rusia-Ukraina

Perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pertukaran tawanan menjadi harapan keluarga yang ditinggalkan.

20 Mar 2025 10:30 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pertukaran masing-masing 175 tawanan perang Rusia dan Ukraina, Rabu (19/3/2025), menandai harapan baru akan perdamaian setelah lebih dari tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Pertukaran ini juga menjadi yang terbanyak. 

Ratusan keluarga menunggu dengan cemas kedatangan bus yang membawa tawanan di tempat yang disepakati kedua pihak, di dekat perbatasan utara kedua negara yang bertikai, wilayah Chernihiv, Ukraina.

Sebanyak 175 tahanan perang Ukraina dengan bendera nasionalnya menunggu angkutan yang akan membawanya ke tempat pertukaran tawanan perang.
Sebagian dari 175 tahanan perang Ukraina dengan bendera nasional, setelah pertukaran di lokasi yang dirahasiakan.
Tentara Rusia berbaris untuk naik bus setelah dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina di lokasi yang tidak ditentukan.
Tentara Rusia bertepuk tangan saat mereka duduk di bus setelah dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina di lokasi yang tidak ditentukan.
Reaksi para tawanan perang setelah dibebaskan dalam pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina, Rabu, 19 Maret 2025.
Seorang prajurit Ukraina berbicara di telepon dengan keluarganya setelah kembali dari penahanan dalam pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina, Rabu, 19 Maret 2025.

Saat beberapa bus memasuki halaman rumah sakit, terlihat  para tentara yang lemah dan tampak kelelahan keluar dari kendaraan. Wajah mereka berseri-seri. Mereka disambut pelukan hangat keluarga yang telah menunggunya sedari pagi.

Beberapa orang berjalan di antara kerumunan, membawa foto-foto kerabat mereka yang hilang, dengan putus asa bertanya kepada tawanan perang yang dibebaskan apakah mereka melihat merekanya. 

Beberapa tawanan yang terluka segera mendapatkan perawatan di rumah sakit.

 

Tentara Ukraina yang dibebaskan dalam program pertukaran tawanan perang, diambut keluarganya, 19 Maret 2025.

Dimulai dari Invasi Rusia

Perang Rusia-Ukraina diawali pada 2014. Saat itu separatis yang didukung Rusia menyerbu dan menganeksasi Krimea, menyita sebagian wilayah Donbas di Ukraina yang terdiri dari Oblast Luhansk dan Donetsk. 

Pada 2021, Rusia memulai penumpukan militer skala besar pada batas Rusia-Ukraina. 

Perang sebenarnya dimulai 24 Februari 2022 ketika Rusia melancarkan serangan udara, darat, dan laut yang menghancurkan Ukraina. Awalnya, serangan ini sempat disangkal Presiden Rusia Vladimir Putin.

Seorang tentara Rusia berpatroli di sebuah daerah di Sudzha, wilayah Kursk Rusia, setelah diambil alih oleh pasukan Rusia.
Tentara Rusia mengendarai sepeda motor melewati bangunan yang hancur di desa Kazachya Loknya, yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan Ukraina di distrik Sudzha di wilayah Kursk pada 18 Maret 2025 .
Seorang tentara Rusia berpatroli di sebuah daerah di Sudzha di wilayah Kursk Rusia, setelah diambil alih oleh pasukan Rusia.
Tentara Rusia bersiap mengibarkan bendera di atas sebuah rumah di Staraya Sorochina, sebuah desa di distrik Sudzha di wilayah Kursk Rusia setelah diambil alih oleh pasukan Rusia.
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di bangunan rumah sakit yang terbakar setelah serangan Rusia di Krasnopillya, wilayah Sumy, Ukraina.
Seorang prajurit Ukraina berbicara di telepon dengan keluarganya setelah kembali dari penahanan dalam pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina, Rabu, 19 Maret 2025.
Prajurit Ukraina foto bersama setelah kembali dari penahanan dalam pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina, di wilayah Chernyhiv, Ukraina, Rabu, 19 Maret 2025.

Dalam serangannya, Rusia menargetkan bandara dan markas militer di seluruh Ukraina, termasuk Bandara Internasional Boryspil di Kyiv. 

Pasukan Rusia merangsek dari berbagai arah, termasuk timur laut dekat Kharkiv, timur dekat Luhansk, serta dari Belarus di utara dan Crimea di selatan. Pasukan terjun payung Rusia juga diterjunkan untuk merebut pangkalan udara di dekat Kyiv dan kota pelabuhan besar seperti Odessa dan Mariupol.

Tentara Rusia berpatroli di desa Kazachya Loknya, yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan Ukraina, 18 Maret 2025.

Sampai hari ini, perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, tepatnya 1,120 hari. Perang ini juga menewaskan puluhan ribu korban dari kedua pihak. Dan perang belum menunjukkan tanda-tanda akan usai. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari