Serangan ke Kyiv kali ini yang terbesar sejak perang dimulai pada 2022. Uni Eropa bereaksi dan memanggil diplomat Rusia. Presiden AS Donald Trump berang.
29 Agt 2025 08:37 WIB · Internasional
KYIV, JUMAT — Upaya perundingan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina masih berjalan meski membuahkan hasil. Namun, Rusia terus menggempur wilayah-wilayah Ukraina. Sebanyak 21 orang di ibu kota Kyiv tewas dalam serangan terbaru dan terbesar Rusia sejak perang dimulai pada 2022.
Kantor berita Associated Press, Jumat (29/8/2025), mengutip Pihak berwenang Ukraina, menyebutkan, serangan pesawat tanpa awak dan rudal Rusia pada Kamis (28/8/2025) juga melukai 48 orang dan merusak kantor-kantor diplomatik Uni Eropa dan Inggris. ”Di antara korban tewas terdapat empat anak berusia antara 2 tahun dan 17 tahun,” kata Tymur Tkachenko, Kepala Pemerintahan Kota Kyiv.
Tkachenko mengatakan,kemungkinan masih banyak korban di bawah reruntuhan. Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.
Angkatan Udara Ukraina menyebutkan, Rusia meluncurkan 598 pesawat nirawak (drone) serang dan umpan serta 31 rudal berbagai jenis ke seluruh wilayah Ukraina pada Kamis. Serangan itu sebagian besar diarahkan ke Kyiv.
Setidaknya 33 lokasi di 10 distrik kota terkena rudal atau rusak langsung akibat terkena pecahannya. ”Ribuan jendela pecah sementara hampir 100 bangunan rusak, termasuk sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota,” kata Tkachenko.
”Ini tidak manusiawi, menyerang warga sipil,” kata Oleksandr Khilko, warga Kyiv. Ia mendatangi bangunan tempat tinggal saudara perempuannya di Distrik Darnytsia, Kyiv, yang terkena hantaman rudal Rusia.
Warga Kyiv ketakutan dan berharap perang segera berakhir. ”Dengan segenap jiwaku, aku ingin perang ini berakhir secepat mungkin. Aku menunggu, tetapi setiap kali alarm serangan udara berbunyi, aku takut,” kata Sophia Akylina, warga Distrik Holosiivskyi, Kyiv, yang rumahnya rusak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/29/38c70739-d739-466d-bcb6-b8467b7bbfac_jpg.jpg)
Serangan Rusia membuat Uni Eropa bereaksi. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas memanggil utusan Rusia untuk Uni Eropa ke Brussels, Belgia, terkait serangan yang merusak kantor-kantor Uni Eropa. ”Tidak ada misi diplomatik yang boleh menjadi target. Sebagai tanggapan, kami memanggil utusan Rusia di Brussels,” ujar Kallas dalam unggahan di X.
Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan, dua serangan Rusia mendarat dengan selisih 20 detik. Titiknya sekitar 50 meter dari gedung Misi Uni Eropa untuk Ukraina di Kyiv. Ia mengatakan, tidak ada staf yang terluka dalam serangan itu.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuding Presiden Rusia Vladimir Putin menyabotase harapan perdamaian dengan serangan ”tidak masuk akal” itu. Duta Besar Rusia untuk London dipanggil ke kantor kementerian luar negeri.
British Council, lembaga yang mempromosikan hubungan budaya dan kesempatan pendidikan, menyatakan kantornya di Kyiv rusak parah dalam serangan itu. Kantor ditutup untuk pengunjung hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Organisasi tersebut mengunggah foto yang menunjukkan gedung dengan jendela dan pintu masuk yang hancur dikelilingi oleh pecahan kaca dan puing-puing. ”Seorang penjaga terluka dan terguncang, tetapi stabil,” tulis Kepala Eksekutif British Council Scott McDonald di X.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) lantas menjadwalkan pertemuan darurat mengenai serangan udara terhadap Ukraina pada Jumat sore waktu New York. Pertemuan digelar atas permintaan Ukraina dan lima anggota Dewan Eropa, yakni Inggris, Perancis, Slovenia, Denmark, dan Yunani.
Dua utusan utama Ukraina dijadwalkan bertemu pada Jumat dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas mediasi. Kremlin mengatakan, Rusia tetap tertarik untuk melanjutkan perundingan damai.
”Rusia memilih balistik, alih-alih meja perundingan,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan di X setelah serangan di Kyiv.
”Kami mengharapkan tanggapan dari semua orang di dunia yang telah menyerukan perdamaian tetapi sekarang lebih sering diam daripada mengambil posisi yang berprinsip,” ujarnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/29/1a501552-8cab-413c-9eca-2f50d7ae258d_jpg.jpg)
Serangan pada Kamis dinilai sebagai serangan gabungan besar-besaran Rusia pertama dengan pesawat drone dan rudal massal yang menyerang Kyiv. Serangan terbesar ini terjadi setelah Trump bertemu Putin di Alaska pada pertengahan Agustus.
Pertemuan itu untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Namun, belum ada kesepakatan yang tercapai.
Para pemimpin Barat menuduh Putin lamban dalam menanggapi upaya perdamaian. Mereka juga menuduh Putin menghindari negosiasi serius saat pasukan Rusia bergerak lebih jauh ke Ukraina. Pekan ini, para pemimpin militer Ukraina mengakui pasukan Rusia sudah memasuki wilayah kedelapan Ukraina.
Trump dibuat berang dengan penundaan Putin atas usulan AS. Seusai pertemuan Alaska, Trump mengusulkan perundingan damai langsung antara Putin dan Zelenskyy.
Trump mengatakan, ia berharap untuk memutuskan langkah selanjutnya dalam dua minggu jika perundingan langsung tidak segera dijadwalkan. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan, jelas bahwa pertemuan antara Zelenskyy dan Putin tidak akan terjadi.
Zelenskyy berharap sanksi AS yang lebih keras akan melumpuhkan ekonomi Rusia jika Putin tidak menunjukkan keseriusan untuk mengakhiri perang. Ia mengulangi tuntutan tersebut setelah serangan besar-besaran di Kyiv.
Pemerintahan Trump lantas menyetujui penjualan senjata senilai 825 juta dollar AS kepada Ukraina setelah serangan Rusia. Persenjataan mencakup rudal jarak jauh dan peralatan terkait untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina karena upaya AS untuk menengahi perdamaian tampaknya terhenti.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Ukraina akan menggunakan dana dari negara-negara anggota NATO, seperti Denmark, Belanda, dan Norwegia, di samping pembiayaan militer asing AS untuk membayar peralatan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/29/39cf0577-f4d6-4220-b7b6-d36e61e38b8c_jpg.jpg)
Di Washington DC, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengkritik Putin dan Zelenskyy setelah serangan di Kyiv. Ia mengatakan, Trump tidak senang dengan berita ini. Namun, Trump juga tidak terkejut dengan serangan udara itu.
Leavitt mencatat, Ukraina juga melancarkan serangan terhadap industri minyak Rusia dalam beberapa minggu terakhir. ”Mungkin kedua belah pihak yang terlibat dalam perang ini belum siap untuk mengakhirinya sendiri,” kata Leavitt.
”Presiden (Trump) ingin perang ini berakhir, pemimpin kedua negara ini pasti juga menginginkannya berakhir,” imbuh Leavitt.
Kritikan Leavitt itu merujuk pada kenyataan di kedua negara. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan terhadap pangkalan udara militer dan perusahaan-perusahaan di dalam kompleks industri militer Ukraina menggunakan senjata jarak jauh, termasuk rudal Kinzhal.
”Semua obyek yang ditunjuk terkena serangan,” ujar Kemenhan Rusia dalam pernyataan.
Sementara Ukraina telah meningkatkan produksi senjata dalam negeri untuk melawan invasi Rusia. Banyak pabrik senjata beroperasi secara diam-diam, beberapa di antaranya tertanam di wilayah sipil dengan pertahanan udara yang unggul.
Serangan Rusia yang membabi buta dan menargetkan industri pertahanan Ukraina menewaskan banyak warga sipil. Kemenhan Rusia juga mengatakan telah menembak jatuh 102 drone Ukraina semalam, sebagian besar di barat daya Rusia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/29/6848d5d0-c3de-4348-8b8a-11b01eb34f1b_jpg.jpg)
Pesawat nirawak Ukraina pun berulang kali menyerang kilang dan infrastruktur minyak lainnya dalam beberapa pekan terakhir. Serangan itu untuk melemahkan ekonomi perang Rusia, menyebabkan stasiun pengisian bahan bakar di beberapa wilayah Rusia kehabisan bahan bakar dan harga melonjak.
Operator kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia, melaporkan kerusakan infrastruktur di wilayah Vinnytsia dan Kyiv. Kerusakan menyebabkan penundaan dan mengharuskan kereta api menggunakan rute alternatif.
(AP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan