Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Kembali Bergulir Saat Damai di Lebanon Terkoyak

Gencatan senjata di Lebanon dinilai sebagai momentum mendorong kesepakatan yang sama di Gaza. Namun, kesepakatan damai di Lebanon itu justru dinodai serangan Israel.

30 Nov 2024 10:24 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum

KAIRO, SABTU — Perwakilan Hamas direncanakan tiba di Kairo, Mesir, pada Sabtu (30/11/2024) untuk menggelar pembicaraan baru tentang kemungkinan gencatan senjata di Gaza. Berulang kali gagal, upaya perundingan gencatan senjata di Gaza kembali digulirkan saat gencatan senjata di Lebanon justru terkoyak oleh serangan Israel atas Hizbullah.

”Delegasi Hamas akan pergi ke Kairo besok untuk beberapa pertemuan dengan pejabat Mesir guna membahas gagasan gencatan senjata dan kesepakatan tahanan di Jalur Gaza,” kata salah satu pejabat Hamas, Jumat (29/11/2024).

Pejabat itu meminta dikutip tanpa identitas karena sensitivitas topik tersebut. Upaya perundingan Gaza muncul dua hari setelah gencatan senjata berlaku antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang juga sekutu Hamas.

Bersamaan dengan pengumuman tercapainya gencatan senjata di Lebanon, Selasa, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan akan mendorong lagi perundingan gencatan senjata di Gaza. Ia mendesak Israel dan Hamas memanfaatkan momen gencatan senjata di Lebanon untuk mencapai kesepakatan yang sama.

Untuk itu, AS mengumumkan upaya diplomatik baru dengan Qatar, Turki, dan Mesir. Qatar sebelumnya telah menarik diri dalam upaya perundingan gencatan senjata Gaza. Namun, negara yang menjadi tempat tinggal sejumlah pejabat Hamas itu sekarang kembali bersedia turut berperan serta.

Pembahasan juga akan mengupayakan pembebasan sandera Israel yang ditawan di Gaza sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan Hamas tersebut memicu serangan balasan Israel yang telah menewaskan 44.363 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil.

Aktivis perdamaian Palestina dan Israel berdemonstrasi menentang perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza di kota Beit Jala, Tepi Barat, Jumat, 29 November 2024. (Foto AP/Mahmoud Illean) Palestinian and Israeli peace activists demonstrate against the ongoing war in the Gaza Strip in the West Bank city of Beit Jala Friday Nov. 29, 2024.(AP Photo/Mahmoud Illean)

Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang, yang sebagian besar juga warga sipil. Sekitar 250 orang disandera di Gaza. Saat ini diduga masih ada 97 sandera di Gaza, 34 orang di antaranya dilaporkan sudah tewas dalam penyanderaan.

Selama hampir setahun terakhir, AS, Qatar, dan Mesir telah berkali-kali mengupayakan perundingan gencatan senjata lanjutan antara Israel dan Hamas, tetapi selalu gagal. Satu-satunya gencatan senjata yang berhasil di Jalur Gaza hanya pada November 2023. Gencatan dua hari itu membebaskan sekitar 100 sandera oleh Hamas dan sekutunya dengan imbalan pembebasan 240 tahanan Palestina dari penjara Israel.

Damai Lebanon terkoyak

Di Lebanon, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, sekutu Hamas, mulai berlaku sebelum fajar pada Rabu. Namun, baru sehari gencatan senjata berlangsung, tentara Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Kamis (28/11/2024).

Militer Israel mengklaim serangan itu sah karena menyasar fasilitas penyimpanan roket jarak menengah milik Hizbullah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperkuat narasinya atas serangan itu dengan menyatakan mereka siap melakukan serangan yang lebih intensif ke wilayah Lebanon.

”Jika perlu, saya memberikan arahan kepada pasukan untuk melancarkan perang intensif jika terjadi pelanggaran gencatan senjata,” kata Netanyahu kepada televisi Israel, Channel 14.

Gambar yang diambil dari TV Al-Manar milik Hizbullah pada tanggal 29 November 2024, memperlihatkan kepala Hizbullah Naim Qasem menyampaikan pidato yang disiarkan di televisi dari lokasi yang dirahasiakan. Pada tanggal 29 November, Qassem berjanji untuk bekerja sama dengan tentara Lebanon dan membantu membangun kapasitas pertahanan negara di tengah upaya untuk menerapkan ketentuan gencatan senjata dengan Israel. (Foto oleh Al-Manar / AFP) / DIBATASI UNTUK PENGGUNAAN EDITORIAL - KREDIT WAJIB "AFP PHOTO / HO / AL-MANAR" - TANPA PEMASARAN, TANPA KAMPANYE IKLAN - DIDISTRIBUSIKAN SEBAGAI LAYANAN KEPADA KLIENAn image grab taken from Hezbollah's Al-Manar TV on November 29, 2024, shows Hezbollah chief Naim Qasem delivering a televised speech from an undisclosed location. Qassem on November 29 vowed to cooperate with the Lebanese army and help build the country's defence capacities amid efforts to implement the terms of a ceasefire with Israel. (Photo by Al-Manar / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / AL-MANAR" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Sebaliknya, Hizbullah bersikap lebih hati-hati. Hizbullah belum mengeluarkan pernyataan publik tentang dugaan pelanggaran gencatan senjata dengan Israel. Namun, anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengakui insiden tersebut.

Ketika ditanya wartawan bagaimana Hizbullah akan menanggapi, ia bersikap hati-hati. ”Kami tidak ingin terburu-buru,” katanya, seraya menambahkan bahwa Hizbullah ”memiliki hak untuk membela diri”.

Pada Jumat, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, justru memberi pernyataan yang memperkuat komitmen untuk membangun Lebanon setelah gencatan senjata dengan Israel tercapai pekan ini.

Dalam pernyataan pertama sejak gencatan senjata berlaku, Qassem mengatakan akan bekerja sama dengan tentara Lebanon dan membantu membangun kapasitas pertahanan negara itu di tengah upaya untuk menerapkan ketentuan gencatan senjata dengan Israel.

”Kami akan bekerja untuk memperkuat kapasitas pertahanan Lebanon,” kata Qassem, yang menggantikan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, yang tewas dalam serangan udara Israel di Beirut selatan pada September.

”Perlawanan akan siap untuk mencegah musuh mengambil keuntungan dari kelemahan Lebanon bersama dengan mitra kami, pertama dan terutama tentara,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Warga berduka atas peti jenazah para pejuang Hizbullah yang tewas saat berperang melawan pasukan Israel selama perang dua bulan terakhir, selama prosesi pemakaman mereka di desa Maarakeh, Lebanon selatan, Jumat, 29 November 2024. (Foto AP/Hussein Malla). Peopole mourn over the coffins of Hezbollah fighters who were killed while fighting against the Israeli troops during the past two months war, during their funeral procession in Maarakeh village, south Lebanon, Friday, Nov. 29, 2024. (AP Photo/Hussein Malla)

Qassem mengatakan, koordinasi antara kelompok perlawanan (Hizbullah) dan tentara Lebanon akan berada pada tingkat tinggi untuk melaksanakan komitmen perjanjian. ”Tidak seorang pun bertaruh pada masalah atau perselisihan dengan tentara,” katanya menegaskan.

Qassem juga menyatakan bahwa Hizbullah telah mencapai kemenangan besar melawan Israel yang melampaui kemenangan pada Juli 2006. Ia merujuk pada perang Hizbullah melawan Israel pada tahun itu.

Kemenangan itu, katanya, karena Hizbullah mencegah musuh menghancurkan Hizbullah dan menghancurkan atau melemahkan kelompok perlawanan. Qassem bersumpah, dukungan Hizbullah untuk Palestina tidak akan berhenti dan terus berlanjut melalui berbagai cara.

Pemakaman

Setelah gencatan senjata, warga Lebanon berbondong-bondong pulang dari pengungsian. Warga Lebanon di bagian timur dan selatan berusaha bangkit di tengah reruntuhan.

Mereka juga menggelar prosesi pemakaman untuk para anggota Hizbullah yang tewas dalam dua bulan terakhir. Selama perang berlangsung, mereka tak bisa menggelar pemakaman layak untuk kerabat mereka sehingga ditunda hingga setelah gencatan tercapai.

Di Lebanon selatan, bendera kuning Hizbullah berkibar di atas tumpukan puing yang dulunya merupakan bagian dari pasar lama Nabatieh. Di Lebanon timur, puing-puing terlihat di lokasi yang dulunya bangunan bersejarah Baalbek.

Warga mengungkapkan duka di atas peti jenazah enam pejuang Hizbullah di Desa Maarake, Lebanon selatan, di sebelah timur Tyre, selama pemakaman mereka pada Jumat (29/11/2024). Para pejuang itu tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan desa tersebut beberapa hari sebelum gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel mulai berlaku pada 27 November 2024.

Di Baalbek, di Lembah Bekaa dekat perbatasan Suriah, rumah Hamza al Outa adalah satu dari sekitar belasan bangunan yang hancur di satu lingkungan saja. Besi beton yang bengkok menyembul dari tumpukan puing dan batu bata yang rusak.

”Bangunan-bangunan ini dapat dibangun kembali. Bangunan-bangunan itu tidak penting. Namun, orang-orang yang kita cintai, teman-teman, tetangga, sahabat, dan orang-orang, serta tanah air telah hancur,” katanya. Di belakangnya tanah dipenuhi lubang-lubang yang dalam.

Quote

Perlawanan akan siap untuk mencegah musuh mengambil keuntungan dari kelemahan Lebanon bersama dengan mitra kami, pertama dan terutama tentara.

Seperti wilayah selatan Lebanon dan pinggiran selatan Beirut, Baalbek adalah wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah. Hizbullah memiliki pengaruh politik yang besar di wilayah tersebut.

Displaced residents celebrate as they return to their villages following a ceasefire between Israel and Hezbollah that went into effect on Wednesday, Nov. 27, 2024, in Ablah, eastern Lebanon. (AP Photo/Hassan Ammar)

Sebaliknya, di Israel utara, tepat di perbatasan dengan Lebanon selatan, warga Israel masih enggan kembali. Mereka ragu gencatan senjata dapat bertahan lama.

”Gencatan senjata itu omong kosong,” kata Dean Sweetland, tukang kebun dan anggota pasukan keamanan sipil kibbutz Malkiya di Israel utara. ”Apakah Anda mengharapkan saya untuk menelepon teman-teman saya dan berkata, semua keluarga harus pulang? Tidak,” katanya.

Warga di Israel utara takut serangan Hizbullah masih akan terjadi. Mereka juga kurang percaya terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas menegakkan gencatan senjata di perbatasan. Mereka marah kepada Pemerintah Israel yang dinilai tak mampu menjaga keamanan.

Ketika gencatan senjata mulai berlaku, sekitar 45.000 warga Israel telah dievakuasi dari utara. Mereka meninggalkan rumah setelah Hizbullah mulai menembaki perbatasan itu pada 8 Oktober 2023 yang dibalas oleh Israel.

Serangan Hizbullah itu sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas di Gaza. Serangan lintas batas membuat warga Israel utara dan Lebanon selatan hidup dalam ancaman.

Serangan di Gaza

Di Jalur Gaza, serangan Israel masih terus berlanjut. Serangan militer Israel pada Kamis dan Jumat menewaskan sedikitnya 40 warga Palestina. Petugas medis mengatakan, 19 orang tewas ditemukan di wilayah utara Nuseirat, salah satu dari delapan kamp pengungsi.

Pada Jumat, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina di sebuah rumah di Beit Lahiya di Gaza utara. Korban tewas lain tersebar di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza.

Rombongan warga Palestina berjalan melewati genangan air di tengah bangunan yang hancur di Nuseirat di Jalur Gaza tengah saat penduduk kamp kembali untuk memeriksa rumah mereka setelah penembakan Israel berhenti Jumat (29/11/2024).

Layanan Darurat Sipil Palestina mengatakan, tim kewalahan menanggapi panggilan darurat dari warga yang terjebak di rumah mereka.

Pada Kamis, militer Israel menyatakan pasukannya terus menyerang target sebagai bagian dari kegiatan operasional di Jalur Gaza. Tank-tank Israel telah memasuki wilayah utara dan barat Nuseirat. Mereka mundur dari wilayah utara pada Jumat, tetapi tetap aktif di bagian barat kamp.

Menyusul mundurnya tentara Israel di utara, puluhan warga Palestina kembali untuk memeriksa kerusakan di rumah mereka yang sudah ditinggalkan tentara Israel.

Pada Jumat, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, sebuah pesawat nirawak Israel menewaskan kepala Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Kamal Adwan Ahmed Al-Kahlout. Rumah sakit di Beit Lahiya, di sisi utara Jalur Gaza, itu merupakan basis operasi tentara Israel sejak awal Oktober.

Namun, saat dihubungi kantor berita Reuters, militer Israel menyangkal. Mereka mengatakan tidak mengetahui adanya serangan yang terjadi di lokasi atau jangka waktu yang dituduhkan.

Rumah Sakit Kamal Adwan adalah satu dari tiga fasilitas medis di tepi utara Jalur Gaza yang kini nyaris tak berfungsi karena kekurangan pasokan medis, bahan bakar, dan makanan. Pejabat kesehatan setempat mengatakan, sebagian besar staf medis telah ditahan atau diusir oleh tentara Israel.

Palestinians gather to get food at a distribution center in Deir al-Balah, Gaza Strip, Friday Nov.29, 2024. Earlier, two children and a 50-year-old woman were crushed to death as a crowd of Palestinians pushed to get bread at one of the bakeries in Deir al-Balah, medical officials said. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Layanan Darurat Sipil Palestina, Hamas, dan kantor berita resmi Palestina, WAFA, menyebutkan, jumlah warga Palestina yang tewas dalam dua serangan Israel di Beit Lahiya selama 24 jam terakhir mencapai 70 orang. Belum ada konfirmasi langsung mengenai angka tersebut dari kementerian kesehatan setempat.

Di wilayah pendudukan Tepi Barat, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Ia menuduh Israel menggunakan senjata kelaparan terhadap rakyat untuk mengusir mereka dari tanah dan rumah mereka.

Tentara Israel mengatakan, pasukan yang beroperasi di Beit Lahiya, Beit Hanoun, dan Jabalia sejak 5 Oktober 2024 bertujuan mencegah anggota Hamas berkumpul kembali dan melancarkan serangan dari daerah-daerah tersebut. Penduduk mengatakan, tentara sedang mengosongkan kota Beit Lahiya dan Beit Hanoun serta kamp pengungsi Jabalia. (AFP/AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan