Perundingan Nuklir Lancar, Serangan ke Iran Bisa Ditunda Sepekan Lagi

AS-Iran setuju berunding lagi pekan depan. Persetujuan menunda hasrat Israel-AS menyerang Iran dengan alasan mencegah pengembangan senjata nuklir.

13 Apr 2025 11:05 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

MUSCAT, SABTU — Rencana serangan dua negara pemilik bom nuklir, Amerika Serikat dan Israel, ke Iran berpeluang ditunda sepekan lagi. Penundaan itu menyusul kelancaran perundingan delegasi Washington DC-Teheran di Muscat, Oman.

Berkumpul di ruang terpisah pada Sabtu (12/4/2025) siang sore waktu Muscat, kedua delegasi saling berkirim surat. Oleh Kementerian Luar Negeri Oman, surat itu diantarkan.

Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Timur Tengah, Steve Witkoff, memimpin delegasi AS. Sementara delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi.

Witkoff dan Aragchi berpapasan dan saling menyapa di lokasi pertemuan selepas perundingan berakhir. ”Kedua belah pihak serius menunjukkan keinginan untuk kesepakatan yang adil dan pantas,” kata Aragchi.

Ia menyebut, AS-Iran menyepakati dasar-dasar pertemuan selanjutnya. Delegasi kedua negara dijadwalkan berunding lagi pekan depan.

AS dan Iran sama-sama mengeluarkan pernyataan tertulis setelah pertemuan itu. Mereka sama-sama menyebut pertemuan itu ”konstruktif” dan ”positif”.

Istilah itu kerap dipakai diplomat menggambarkan pembicaraan tanpa kesepakatan selain persetujuan para pihak untuk terus berkomunikasi. Istilah itu juga kerap dipakai menggambarkan pertemuan yang dipenuhi tuntutan dari satu pihak ke pihak lain.

AS-Iran memilih perundingan format tertulis untuk memastikan semua hal selama perundingan tercatat. Jika ada bagian yang dihilangkan salah satu pihak, pihak lain masih menyimpan catatan lengkap proses perundingan.

Sebelum pertemuan, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran kalau tidak ada kesepakatan bisa dicapai. Bahkan, AS telah menyiagakan dua gugus tempur laut yang dipimpin dua kapal induk, yakni USS Harry Truman dan USS Carl Vinson, di dekat Iran.

USS Carl Vinson dan USS Harry Truman membawa jet-jet tempur yang bisa menjangkau Iran. Beberapa pekan ini, jet tempur F/A-18 di geladak Harry Truman berulang kali mengebom Yaman.

Media AS, Newsweek, melaporkan, AS terus menambah pesawat pengebom dan pesawat tanker udara ke Pulau Diego Garcia. Pulau milik Inggris di tengah Samudra Hindia itu merupakan pangkalan AS. Jaraknya 4.210 kilometer dari Bandar Abas, kota Iran di tepi Selat Hormuz. Sementara B-52 bisa terbang sampai 14.000 kilometer.

Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak khawatir Iran akan menutup Selat Hormuz jika diserang besar-besaran oleh AS dan Israel. Penutupan bisa menghentikan hingga 30 persen pasokan minyak ke pasar global.

Bukan alasan

Media Iran, Tehran Times, melaporkan bahwa pengerahan mesin tempur AS itu bukan alasan Teheran mau berunding di Muscat. Surat Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi penyebab Iran mau berunding lagi.

Dalam surat itu, Trump mau berunding dengan fokus pada program nuklir saja. Tidak ada pembahasan soal kebijakan militer dan luar negeri. Dalam berbagai kesempatan, Teheran selalu menyatakan program nuklir Iran bisa dirundingkan.

Sumber Tehran Times menyebut, Iran datang ke Oman dengan keskeptisan tinggi. ”Kami tidak akan terus menoleransi. Bahkan dalam isu nuklir, AS harus realistis. Kalau mereka mau kami membatasi program tanpa menawarkan konsensi bermakna, maka (pembatasan nuklir) tidak akan pernah terjadi,” kata pejabat yang menolak identitasnya diungkap itu.

AS, kata pejabat itu, harus memutuskan mencari kesepakatan atau menuju perang. ”Kami tidak mencari perang. Akan tetapi, kami juga tidak takut jika memang harus,” lanjut pejabat itu.

This handout picture provided by the Iranian Ministry of Foreign Affairs shows Iran's Foreign Minister Abbas Araghchi (L) meeting with Oman's Foreign Minister Sayyid Badr al-Busaidi in Muscat on April 12, 2025. Iran's top diplomat arrived in Oman on April 12 and began laying the groundwork for high-stakes nuclear talks with the United States that are unfolding under the threat of military action. (Photo by Iran's Ministry of Foreign Affairs / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  IRAN'S MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Pertemuan di Muscat menjadi perundingan perdana AS-Iran di era kedua Trump. Di era pertama Trump, tidak ada perundingan Teheran-Washington.

Bahkan, Trump malah menarik AS keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran (JCPOA) pada 2018. AS juga menjatuhkan lagi aneka sanksi tambahan ke Iran selepas itu.

Dalam pernyataan beberapa tahun selepas AS keluar dari JCPOA, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku membujuk Trump agar keluar dari kesepakatan itu. Israel, satu-satunya pemilik bom nuklir di Timur Tengah, tidak mau ada negara lain di kawasan punya teknologi senjata nuklir. Israel telah berulang kali menyerang negara Timur Tengah lain yang mencoba mengembangkan bom nuklir.

Iran berulang kali diserang Israel gara-gara program nuklir itu. Pakar nuklir Iran dibunuh. Sementara reaktor dan berbagai fasilitas nuklir Iran diserang lewat berbagai cara.

Bangun kepercayaan

Di tengah kondisi itu, AS berusaha kembali berunding soal nuklir Iran. Di era Joe Biden, ada serangkaian perundingan tidak langsung. Semua tanpa hasil.

Iran, menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), terus meningkatkan aras pengayaan nuklirnya. Dari maksimum 20 persen, Iran telah bisa mengayakan uranium melebihi 60 persen. Untuk bisa dijadikan bom, uranium harus dikayakan sekurangnya 90 persen.

Di sisi lain, AS juga terus menambah sanksi untuk Iran. Pekan lalu, lima lembaga dan seorang warga Iran menjadi sasaran terbaru sanksi AS.

Peneliti Timur Tengah pada Chatham House, Aniseh Bassiri Tabrizi, menyebut pertemuan perdana di Muscat menjadi jembatan komunikasi awal. Pertemuan itu membantu para pihak memahami keinginan masing-masing. ”Harus diingat, tidak ada komunikasi langsung AS-Iran sejak lama,” ujarnya kepada media AS, NBC.

Kondisi Iran kini berbeda dibandingkan pada 2016 atau 2023. Ia merujuk pada periode Trump mulai berkampanye dan saat Iran masih punya jaringan kuat kelompok milisi di kawasan. ”Banyak hal terjadi dalam 1,5 tahun ini,” katanya merujuk pada pelemahan berbagai kelompok sokongan Iran di kawasan.

Foto yang dirilis kantor Angkatan Darat Iran pada Rabu (13/10/2021), menunjukkan senjata anti pesawat yang turut digunakan dalam latihan gabungan antara tentara Iran dan Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari kedua di sebuah tempat yang tidak disebutkan. Kawasan Timur Tengah masih dalam keadaan tegang karena program nuklir Iran yang meningkat. (Photo by - / Iranian Army office / AFP) *** Local Caption *** This handout photo made available by the Iranian Army office on October 13, 2021 shows an anti-aircraft missile launcher during the second day of a joint military exercise between the Iranian army and the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). (Photo by - / Iranian Army office / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / HO / IRANIAN ARMY OFFICE" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ===

Mantan anggota tim perunding Iran, Hossein Mousavian, sepakat dengan Tabrizi. Serangan Israel ke tetangganya membuat Iran kehilangan jaringan milisi yang membentang dari Irak sampai Lebanon.

Para petinggi Hizbullah, Hamas, dan berbagai kelompok perjuangan lain tewas. Organisasi-organisasi itu kini sedang sibuk menata ulang di tengah gempuran tiada henti oleh Israel.

Dengan kondisi itu, Mousavian kurang yakin perang besar AS-Iran akan terjadi kalau perundingan Oman gagal. Meski demikian, ia tetap mewaspadai nafsu para pendukung Trump dan Pemerintah Israel untuk menggempur Iran.

Mantan Direktur M16 Inggris, Richard Dearlove, menyebut Trump mengajukan tuntutan amat tinggi dalam perundingan kali ini. Trump, menurut petinggi intelijen Inggris itu, akan menuntut Iran juga menghancurkan program nuklir untuk keperluan sipil.

Hal itu untuk memastikan Iran sama sekali tidak punya kemampuan mengembangkan nuklir sama sekali. ”AS dan Israel mau Iran sama sekali tidak punya kemampuan nuklir dengan alasan apa pun,” katanya.

Permintaan itu akan sulit dipenuhi. Khamenei berulang kali menyatakan, Iran tak akan menyerahkan program nuklirnya. Iran tidak mau seperti Libya yang tidak berdaya setelah setuju menghentikan program nuklirnya.

Mantan pemimpin Libya, Moammar Khadafy, digulingkan AS dan sekutunya beberapa tahun setelah setuju melepaskan program nuklir Libya. Persetujuan itu tidak membuat AS dan sekutunya mengurangi sanksi kepada Libya.

A picture shows newspaper frontpage headlines at a kiosk in Tehran on April 12, 2025, featuring the Iran-US talks on the Iranian nuclear programme set to begin in Oman on the same day. (Photo by ATTA KENARE / AFP)

Meski menolak menyerahkan nuklir, Khamenei tetap mengizinkan ada perundingan soal itu. Aragchi, yang sejak lama terlibat dalam merundingkan isu itu, diberi kewenangan oleh Khamenei untuk membela kepentingan Iran dalam perundingan nuklir.

Kesultanan Oman berulang kali menjadi perantara dalam berbagai perundingan perdamaian kawasan. Perundingan AS-Iran hanya salah satu dari mediasi itu.

Oman telah lama menjembatani dialog Iran dengan negara Barat. Muscat berulang kali menengahi proses pembebasan warga negara-negara Barat dari penjara-penjara Iran.

”Fokus saat ini adalah mengurangi ketegangan kawasan, pertukaran tahanan, dan perjanjian terbatas untuk mengurangi sanksi (terhadap Iran) dengan imbal balik pengawasan program nuklir Iran,” kata sumber Kementerian Luar Negeri Oman kepada Reuters.

AS menawarkan keringanan sanksi ekonomi terhadap Iran yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi. Namun, belum jelas, seberapa jauh Iran mau mengurangi kemampuan pengayaan uranium mereka. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji