Penampilan dan Perutmu Terdampak Tarif Trump

Gara-gara tarif baru Presiden AS Donald Trump, harga permen cokelat favorit dan sepatu incaran akan naik. Bisa jadi harganya kian tak terjangkau.

08 Apr 2025 16:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Tarif yang dijatuhkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak hanya akan menaikkan harga ponsel dan produk lain besutan Apple. Sepatu olahraga, pakaian, dan cokelat buatan Swiss pun bersiap-siap ”harga naik”.

Seperti sepatu lari Vomero 18 bersol tebal yang terpajang di toko Nike di New York, Amerika Serikat. Saat ini sepatu itu masih dibanderol 150 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta.

Dalam waktu dekat, mau tak mau harganya akan naik. Padahal, sepatu bertuliskan ”Made in Vietnam” itu sedang diandalkan untuk menarik kembali perhatian para pelari yang sudah beralih mengenakan sepatu jenama lain.

Harian Financial Times, Minggu (6/4/2025), menyebutkan, lantaran dibuat di Vietnam, harga sepatu itu mau tak mau akan melonjak. Padahal, Nike memilih memproduksi di Vietnam pada 1995 karena alasan biaya produksi bisa lebih rendah dengan tenaga kerja yang lebih murah.

Vietnam yang selama ini menjadi pusat global pembuatan sepatu atletik menjadi sasaran beberapa tarif paling berat yang diberlakukan Trump. Menurut American Apparel and Footwear Association, tarif baru Trump sebesar 46 persen akan dikenakan atas bea masuk sebesar 20 persen yang sudah ditetapkan atas impor sepatu atletik AS.

Nike adalah salah satu investor asing pertama di Vietnam dan berkontribusi terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonominya. Perusahaan itu berhasil memperluas basis pemasoknya dengan cepat dan menciptakan ribuan pekerjaan.

Nike punya 130 pabrik pemasok di Vietnam yang memproduksi sepatu, pakaian, dan peralatan. Vietnam menyumbang setengah dari produksi alas kaki Nike. Sementara pesaingnya asal Jerman, Adidas, mendapatkan 39 persen sepatunya dari Vietnam.

Produsen bisa saja membuka pabrik sepatu olahraga di negara-negara baru. Namun, merelokasi rantai pasok alas kaki butuh waktu paling tidak dua tahun. Perusahaan biasanya merencanakan perubahan seperti itu dalam siklus lima tahun. Meksiko, Brasil, Turki, dan Mesir bisa menjadi alternatif pusat manufaktur. Namun, butuh 18-24 bulan untuk bisa teken kontrak pesanan dengan pemasok.

Lagi pula Trump mengenakan tarif timbal balik dengan tarif minimum 10 persen pada hampir setiap mitra dagang. Untuk pusat alas kaki utama, seperti China dan Indonesia, Trump memberlakukan tarif baru lebih dari tiga kali lipat. ”Menemukan pasar yang lebih murah di Planet Bumi ini akan sulit,” kata Wakil Presiden Ritel di konsultan Kantar, David Marcotte.

Seperti halnya Nike, Adidas dan Puma, jenama lain asal Jerman, akan menaikkan harga jual di AS sekitar 20 persen. Ini demi mempertahankan margin laba kotor setelah kena tarif baru.

Pengunjung berada di salah satu stan dalam ajang Jakarta Sneaker Day (JSD) 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (25/2/2023). JSD 2023 mengusung tema Solebration yang menggabungkan kata sole (tapak sepatu) dan celebration (perayaan). Tahun ini menjadi pergelaran JSD untuk kelima kalinya secara luring tersebut dan menjadi ajang berkumpulmya para pecinta sneaker. Selain jenama luar negeri yang sudah populer seperti Atmos, Asics, FILA, New Balance, dan PUMA, jenama lokal pun turut hadir dalam JSD 2023 seperti Compass, Cosmonauts, KANKY, WAKAI, dan Never Too Lavish.JSD 2023 berlangsung mulai 23-26 Februari dengan menargetkan sekitar 40.000 pengunjung. JSD 2023 sepenuhnya gratis untuk masuk area JSD pengunjung cukup registrasi pada laman jakartasneakerday.com atau expo.bca.co.id KOMPAS/RADITYA HELABUMI 25-02-2023

Nasib Adidas dan Puma, kata analis di Bank Metzler, Felix Dennl, diperkirakan bisa lebih baik daripada Nike karena mereka menjual lebih sedikit di AS. Posisi Adidas juga mungkin akan lebih baik karena lebih banyak bermain di segmen gaya hidup.

Sementara Puma akan kesulitan menaikkan harga karena gagal mengubah citra sebagai pembuat sepatu premium. Puma dinilai gagal mendapatkan momentum. Meski begitu, Puma akan mencoba strategi produksi di beberapa negara dan memperbanyak mitra jangka panjang di basis pemasok.

”Produsen barang olahraga akan mengurasi produk mereka di AS dan menghentikan produk yang kurang menguntungkan,” kata Dennl.

Vietnam menerima gelombang baru investasi manufaktur pada masa jabatan pertama Trump (2017-2021). Pada waktu itu AS mulai terlibat dalam perang dagang dengan China. Hal itu membuat banyak perusahaan mengalihkan produksi dari China. Pemasok untuk produsen alas kaki di Vietnam tidak hanya perusahaan lokal, tetapi juga kelompok Korea Selatan dan Taiwan yang beroperasi di sana.

Migrasi ke Vietnam menyebabkan surplus perdagangannya dengan AS membengkak menjadi 123,5 miliar dollar AS pada tahun lalu. Adam Cochrane, analis Deutsche Bank, mengatakan, jenama sepatu olahraga mungkin harus mengurangi volume pesanan dan mengalihkan lebih banyak produknya ke Eropa, Timur Tengah, dan China.

Pahitnya cokelat

Menjelang musim Paskah, cokelat buatan Swiss mungkin akan terasa lebih pahit, terutama di urusan harga. Bukan hanya karena harga kakao yang tinggi, melainkan karena tarif impor AS yang baru. Banyak warga Swiss, mulai dari pemerintah hingga produsen cokelat, merasakan kejutan tarif AS.

AS menetapkan tarif yang sangat tinggi, yakni 31 persen, pada barang-barang Swiss. Angka ini jauh lebih tinggi dari tarif sebelumnya, 20 persen, yang dikenakan pada ekspor dari UE. Ini dikhawatirkan memengaruhi industri penting Swiss yang lain, seperti jam tangan, kopi, dan keju.

Sejumlah cokelat "single origin" atau tanpa bahan tambahan dihidangkan pada sesi private single origin chocolate tasting di Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019). Cokelat-cokelat tersebut menggunakan kakao dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Bali, Papua, dan Papua Barat.

AS adalah mitra dagang terbesar kedua Swiss setelah UE. Perdagangan barang dan jasa AS-Swiss meningkat empat kali lipat selama 20 tahun terakhir. Pemerintah Swiss juga sudah menghapuskan semua tarif industri pada 1 Januari 2024. Ini berarti 99 persen dari semua barang dari AS dapat diimpor ke Swiss bebas bea.

Manager Marketing Canonica, produsen cokelat Swiss yang punya tiga toko di San Francisco, Julie Jammes, berharap para pelanggan di AS akan tetap setia. Namun, dia memaklumi jika konsumen tak mau lagi beli cokelat jika harganya terlalu mahal. ”Saya menempatkan diri saya pada posisi konsumen. Kalau terlalu mahal, orang juga tidak bisa beli,” ujarnya.

Asosiasi industri cokelat Swiss Chocosuisse kecewa dengan tarif Trump. Meski demikian, mereka optimistis masih bisa mengandalkan pasar domestik. Pasalnya, Swiss termasuk konsumen cokelat terbesar di dunia, menghabiskan sekitar 10 kilogram per orang per tahun. Philippe Pascoet, pembuat cokelat dari Geneva, menyesalkan kenaikan tajam harga kakao selama enam bulan terakhir. Pasar AS dikatakannya selalu sulit bagi produsen yang lebih kecil.

”Mengirim cokelat ke Amerika selalu sulit dan alasannya hanya karena alasan sanitasi. Mereka ingin mengendalikan apa yang diimpor ke negara mereka. Jadi, bahkan orang-orang yang biasa memesan cokelat dari kami secara daring sering mendapati cokelatnya diblokir di bea cukai,” kata Pascoet.

Peluang mode lambat

Berbeda dengan bisnis lain yang kelabakan dengan tarif Trump, slow fashion atau mode lambat bisa jadi malah diuntungkan oleh tarif Trump. Mode lambat adalah gerakan dan pendekatan ritel yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, dan usia pakai yang panjang dari sebuah produk mode. Selama ini mode lambat kalah oleh mode cepat (fast fashion) yang menekankan kuantitas ketimbang kualitas.

This photo taken on June 11, 2024 shows workers producing garments at a textile factory that supplies clothes to fast fashion e-commerce company Shein in Guangzhou in southern China's Guangdong province. US President Donald Trump ignited a potentially ruinous global trade war on April 2 as he slapped 10 percent tariffs on imports from around the world and harsh extra levies on key trading partners. (Photo by Jade GAO / AFP) / “The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Jade GAO has been modified in AFP systems in the following manner: [caption correction]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.”

Yayasan Ellen MacArthur pernah memproyeksikan produksi pakaian akan mencapai 160 juta ton pada 2050. Angka ini naik tiga kali lipat dari tahun 2017. Sementara lebih dari 40 persen konsumen gen Z berbelanja di perusahaan seperti Shein, Temu, dan Tiktok Shop yang memprioritaskan biaya produksi rendah dan pengiriman cepat. Mereka mendominasi pasar dengan barang-barang murah yang tidak selalu bisa tahan lama.

Namun, menurut majalah Time, Senin (7/4/2025), industri mode cepat kini terpukul keras oleh tarif timbal balik Trump yang menambahkan pungutan impor tambahan sebesar 34 persen pada barang-barang China. Angka ini lebih tinggi dari pungutan sebelumnya, 20 persen.

Selain tarif itu, industri mode cepat terpukul dengan penghapusan ”pembebasan bea masuk de minimis” barang dari China dan Hong Kong ke AS. Ini menutup celah bea cukai yang memungkinkan Shein dan Temu mengirim jutaan paket dalam sehari ke AS tanpa bea.

”Pembebasan bea masuk de minimis” membebaskan paket kecil yang bernilai 800 dollar AS atau kurang yang dikirim langsung ke konsumen dari bea cukai. Pembebasan bea masuk ini telah digunakan dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah pengiriman kecil bebas bea dari China meningkat 1,145 persen dari tahun 2018 hingga 2023.

Industri mode lambat relatif terbebas dari tarif Trump karena tidak bergantung pada rantai pasok global untuk sumber produk. Alon Rotem, kepala strategi dan penasihat umum di perusahaan penjualan kembali di California, ThredUp, yang menjual pakaian dan aksesoris bekas, mengatakan, rantai pasok ThredUp atau pakaian-pakaian yang dijual kembali di ThredUp itu asalnya dari lemari warga AS juga.

Sebaliknya, saham mayoritas perusahaan ritel anjlok setelah Trump mengumumkan China, Vietnam, Kamboja, Indonesia, dan Bangladesh akan dikenai tarif yang tinggi. Padahal negara-negara itulah yang selama ini menjadi pusat produksi utama industri mode cepat.

<p>Infografik Kompas.id Perbedaan Pendekataan Fast Fashion dan Slow Fashion</p>

Sementara saham ThredUp sedikit naik sejak 2 April. Kenaikan seperti ini jarang terjadi. CEO ThredUp James Reinhart menilai penutupan pembebasan bea masuk de minimis untuk China sudah dinantikan sejak lama. Celah de minimis sudah menguntungkan mode cepat dan ini tidak adil. Sebab, itu memungkinkan mode cepat membanjiri pasar dengan barang-barang murah dan berumur pendek serta menghindari bea masuk.

”Kami menganggap kebijakan ini kemenangan bagi lingkungan dan masa depan mode berkelanjutan,” kata Reinhart.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari