Pesantren

Pesantren Darul Ashom, Tempat Difabel Rungu Menimba Ilmu

Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom menjadi tempat menimba ilmu bagi 180 santri difabel rungu dari sejumlah daerah.

26 Feb 2026 21:12 WIB · Nasional

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Oleh Ferganata Indra Riatmoko

Puluhan santri difabel rungu mengaji Al Quran dalam hening di salah satu ruang yang baru saja dibangun di Pondok Pesantren Tunarungu Darul Ashom, Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Mereka berkonsentrasi penuh saat membaca kitab Al Quran, lalu menerjemahkannya dengan menggunakan bahasa isyarat.

Salah satu santri yang tengah menimba ilmu di pondok pesantren itu adalah Irsyad (13) yang berasal dari Kalimantan Utara. Ia termasuk santri yang tekun belajar untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang ustaz.

Santri difabel rungu berbincang dengan menggunakan bahasa isyarat dengan pendiri Pondok Pesantren Darul Ashom Ustadz Abu Kahfi (kanan) di sela-sela kegiatan mengaji Al-Quran  di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

Meski mengaku betah tinggal di pondok pesantren yang didirikan pada tahun 2019 itu, kerinduan Irsyad akan keluarga di kampung halaman tetap sering kali susah dibendung. Irsyad semakin bersemangat karena saat H-10 Lebaran mendatang ia berkesempatan untuk pulang ke rumah dan bertemu dengan ibunya yang ia rindukan, seperti disampaikan oleh Irsyad dan dialihbahasakan oleh pendiri Pondok Pesantren Darul Ashom, Ustaz Abu Kahfi (52). 

Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

Darul Ashom kini menjadi tempat belajar bagi 180 santri dari sejumlah daerah, sebanyak 60 di antaranya merupakan santri perempuan. Tempat itu ditenagai oleh 16 pengajar yang sebagian di antaranya merupakan alumnus pondok pesantren tersebut.

Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

Menurut Kahfi, Darul Ashom menggunakan Sanad Thaif dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyaratnya. Sanad tersebut dikembangkan sejak 1433 Hijriah di Riyadh, Arab Saudi, dan disepakati oleh negara-negara Islam di kawasan itu serta terus dijaga keasliannya.

Darul Ashom merupakan pondok salafiah umum yang berbasis Kitab Kuning dan Tahfidz di mana seluruh materi ajarnya disampaikan dengan menggunakan bahasa isyarat untuk membantu kaum difabel rungu. Kurikulum ajar di pondok pesantren itu berlangsung selama sembilan tahun di mana santri diwajibkan menyelesaikan 28 kitab.

Pendiri Pondok Pesantren Darul Ashom Ustadz Abu Kahfi berdiri di dekat gambar panduan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung baru  Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom di Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu dibimbing pendiri Pondok Pesantren Darul Ashom Ustadz Abu Kahfi (kiri) saat mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

Para santri juga mempelajari materi akademik umum, seperti matematika, sains, bahasa Indonesia, dan pendidikan tentang Pancasila, setiap hari Sabtu. ”Lulusan pondok pesantren ini diproyeksikan menjadi pengajar atau ustaz. Sebagian juga dapat bekerja sebagai pengurus pondok,” kata Kahfi.

Selama Ramadhan, santri bergantian menyampaikan ceramah setiap waktu shalat. Hal itu untuk melatih kemampuan mereka jika kelak menjadi pemimpin agama.

Jadwal ceramah santri di Pondok Pesantren Darul Ashom.
Santri difabel rungu berbincang dengan menggunakan bahasa isyarat di sela-sela kegiatan mengaji Al-Quran di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

Darul Ashom terus berkembang dan kerap menerima kunjungan dari pengelola tempat pendidikan agama Islam di sejumlah negara, seperti Bangladesh, Belanda, dan Kazakhstan. Pada masa mendatang, pondok pesantren itu juga akan menerima santri dari negara asing yang berkeinginan mempelajari seluk-beluk agama Islam dengan menggunakan bahasa isyarat.

Santri difabel rungu menjalani rutinitas mereka di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu menjalani rutinitas mereka di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu menjalani rutinitas mereka di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.
Santri difabel rungu mengaji Al-Quran dengan menggunakan bahasa isyarat di Pondok Pesantren Tuna Rungu Darul Ashom,  Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (26/2/2026). Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun  2019 itu menggunakan sanad dari Arab Saudi sebagai kurikulum pendidikan bahasa isyarat dan menjadi tempat belajar agama bagi remaja difabel rungu dari berbagai daerah.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ferganata Indra Riatmoko
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar