Pesta syukuran pernikahan anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Garut memicu warga berdesak-desakan. Tiga orang meninggal dalam peristiwa ini.
18 Jul 2025 18:38 WIB · Kriminalitas
BANDUNG, KOMPAS — Dua warga dan seorang anggota polisi tewas dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025). Diduga warga berdesak-desakan dalam acara tersebut.
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara pernikahan Maula Akbar Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Maula adalah putra sulung Dedi Mulyadi.
Sebelumnya Maula dan Putri telah melaksanakan ijab kabul pada Kamis (17/7/2025) kemarin. Dalam acara di Lapangan Otto Iskandar Dinata pada Jumat ini, warga dapat menikmati aneka makanan gratis.
Warga yang datang ke acara ini kemudian berdesak-desakan sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam video yang beredar di media sosial, warga dari berbagai kalangan usia tak bisa bergerak. Bahkan ada warga yang terinjak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/8e47021da39748160a166cc2197a0e97-Videoshot_20250718_180153.jpg)
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan membenarkan adanya kejadian di Garut. Data sementara dua warga dan seorang anggota polisi meninggal.
Identitas korban adalah Vania Aprilia (8), Dewi Jubaedah (61), dan Bripka Cecep Bahri (39). Jenazah dua warga dibawa ke RSUD dr Slamet Garut. Sementara jenazah Cecep dibawa ke Rumah Sakit Guntur Talun.
Cecep adalah anggota Bintara Pembina Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Garut. Dia meninggal seusai membantu warga yang berdesak-desakan dalam acara tersebut.
”Anggota kami meninggal seusai membantu warga yang berdesak-desakan di acara tersebut. Dia pingsan dan kemudian meninggal,” ungkap Hendra.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/30/f9355818da6598f74e0a5c53775a3859-IMG_20250430_152231.jpg)
Hendra menuturkan, pihak kepolisian setempat saat ini tengah berkoordinasi dengan penyelenggara acara. Hal ini untuk mengevaluasi proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
”Kami masih menunggu data lengkap dari korban lainnya dan akan terus melakukan pengawasan dan investigasi,” ujar Hendra.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengaku tidak tahu tentang acara pesta syukuran pernikahan anaknya di Lapangan Otto Iskandar Dinata. Ia pun menyampaikan turut berdukacita bagi keluarga korban dalam peristiwa ini.
”Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” kata Dedi.
Ia pun telah meminta anggota stafnya untuk segera menemui seluruh keluarga korban dalam musibah ini. Keluarga para korban akan mendapatkan bantuan uang dari Dedi.
”Dalam musibah ini, saya sebagai Gubernur Jabar memberikan uang duka Rp 150 juta per keluarga,” ujarnya.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Harry SusiloPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase