Petenis Top Dunia Berburu Poin di Asia

Swiatek, Alcaraz, Sinner dan petenis top lain bersaing di China dan Jepang. Mereka melewati rintangan pada fase awal.

27 Sep 2025 19:53 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BEIJING, SABTU — Hanya dua pekan setelah Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, petenis top dunia bersaing di tur Asia yang berlangsung pada pertengahan September hingga Oktober. Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Iga Swiatek berburu poin untuk mewujudkan peluang menjadi petenis nomor satu dunia pada akhir tahun.

Swiatek memiliki peluang menggeser Aryna Sabalenka di puncak peringkat dunia tunggal putri meski mereka terpaut hampir 3.000-an poin. Jumlah poin tersebut setara dengan tiga gelar juara turnamen WTA 1000 (masing-masing turnamen WTA 1000 memperebutkan seribu poin untuk juara) seperti yang berlangsung di Beijing, China, 24 September – 5 Oktober.

Walaupun harus memperkecil selisih poin yang terbilang jauh, Swiatek bisa memperkecil perbedaan tersebut jika tampil baik di Beijing, apalagi, Sabalenka absen karena cedera. Maka, Sabalenka pun dipastikan kehilangan poin yang didapat dari perempat final yang dicapainya pada 2024. Sementara, Swiatek akan meraih tambahan poin dari perjalanan di Beijing pada 2025 karena dia absen setahun sebelumnya.

Sabalenka akan bersaing pada turnamen WTA 1000 berikutnya di China, yaitu di Wuhan pada 6-12 Oktober, tetapi, tugasnya cukup berat. Dia harus mempertahankan seribu poin karena menjadi juara pada 2024.

Upaya Swiatek untuk mendekati Sabalenka dimulai dengan menjuarai WTA 500 Seoul, 15-21 September. Adapun di Beijing, Swiatek memulai perjalanan dari babak kedua, Sabtu (27/9/2025), setelah mendapat bye di babak pertama. Dia mengalahkan pemain tuan rumah, Yuan Yue, 6-0, 6-3.

Iga Swiatek mengembalikan bola ke arah Yuan Yue pada pertandingan di turnamen WTA Beijing, Sabtu (27/9/2025).

Swiatek memenangi set pertama tanpa kehilangan satu gim pun dengan mematahkan servis Yuan pada gim pembuka. Yuan, petenis ranking ke-110 dunia yang mendapat dukungan penonton di stadion, bisa menghindarkan diri dari kekalahan double bagel (0-6, 0-6) dengan memenangi tiga gim pada set kedua.

“Pertandingan sebenarnya tidak mudah karena berlangsung ketat pada setiap gim. Dia pintar dalam membaca permainan,” komentar Swiatek yang menjadi unggulan pertama dengan absennya Sabalenka.

Swiatek tak asing dengan atmosfer kompetisi WTA Beijing walaupun absen pada 2024. Dia juara pada 2023 setelah mengalahkan Liudmila Samsonova di final. Kemenangan itu menjadi satu-satunya gelar Swiatek dari WTA 1000 pada tahun tersebut setelah kalah di final WTA 1000 Dubai dan Madrid.

“Saya memang punya memori baik di sini, tetapi, setiap turnamen mempunyai cerita berbeda. Kita harus menjalani dari awal lagi,” kata pemilik enam gelar Grand Slam tersebut.

Pada babak ketiga, Swiatek akan berhadapan dengan Camilla Osorio dan seharusnya baru menemui tantangan berat sejak perempat final, dengan kemungkinan bertemu Jessica Pegula. Namun, persaingan terbuka memungkinkan apapun terjadi, sehingga Swiatek harus menghadapi setiap babak dengan fokus yang sama.

Iga Swiatek, of Poland returns a shot from Yuan Yue, of China during the women's singles match for the China Open tennis tournament, at the National Tennis Center, in Beijing, Saturday, Sept. 27, 2025. (AP Photo/Andy Wong)

Persaingan terbuka itu membuat unggulan ke-12 yang juga juara WTA Beijing 2019, Naomi Osaka, tersingkir pada babak kedua. Osaka kalah dari petenis kualifikasi Aliaksandra Sasnovich 6-1, 4-6, 2-6. Sasnovich adalah petenis yang mengalahkan petenis Indonesia, Janice Tjen, pada babak pertama. Dalam debut di WTA 1000, Janice bermain sejak fase kualifikasi seperti Sasnovich.

Unggulan ke-10, Clara Tauson, juga tersingkir pada babak kedua, begitu pula dengan petenis remaja asal Kanada, Victoria Mboko, yang menjuarai WTA 1000 Kanada, pada Agustus. Sementara, unggulan keempat, Mirra Andreeva, menang atas Zhu Lin 6-2, 6-2.

Sinner selamat

Pada persaingan tunggal putra di tempat yang sama dalam level ATP 500, Sinner menyelamatkan diri dari kekalahan saat bertemu petenis kualifikasi, Terence Atmane. Sinner mengalahkan Atmane dengan skor 6-4, 5-7, 6-0 pada babak kedua setelah menang atas petenis senior, Marin Cilic, di babak pertama.

“Pertandingan yang sangat sulit. Servis Atmane sangat bagus, selain itu, saya kehilangan sedikit fokus pada set kedua,” kata Sinner yang menjuarai ATP Beijing pada 2023, tetapi kalah dari Alcaraz pada final tahun berikutnya.

Jannik Sinner memukul bola saat bertanding melawan Terence Atmane pada turnamen ATP Beijing, Sabtu (27/9/2025).

Kedua petenis yang menguasai persaingan tunggal putra level atas itu dipastikan tak akan bertemu di Beijing 2025 karena Alcaraz memilih tampil di ATP 500 Tokyo pada pekan yang sama. Pada tahun ini, Alcaraz dan Sinner telah lima kali bertemu yang semuanya terjadi di final, yaitu di ATP Masters 1000 Roma dan Cincinnati, serta Grand Slam Perancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Kecuali di Wimbledon, Alcaraz menang pada empat final lain.

Di Tokyo, petenis Spanyol itu masih bisa bermain baik meski mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan Sebastian Baez pada babak pertama. Alcaraz melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Zizou Bergs 6-4, 6-3 pada babak kedua, Sabtu.

Pada perempat final, Alcaraz akan melawan Brandon Nakashima, lalu berpeluang bertemu Casper Ruud di semifinal. Selain Alcaraz, unggulan pertama, dan Ruud (4), unggulan empat besar lainnya juga akan bersaing di perempat final. Mereka adalah Taylor Fritz (2) yang akan berhadapan dengan Sebastian Korda dan Holger Rune (3) yang akan melawan Jenson Brooksby. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase