KUALA LUMPUR, KAMIS — China berusaha terus merangkul ASEAN lewat isu ekonomi. ASEAN salah satu sumber surplus neraca perdagangan China.
Upaya China diwujudkan dengan rangkaian lawatan para pemimpinnya. Dilaporkan Reuters, Kamis (8/5/2025), Perdana Menteri China Li Qiang dijadwalkan ke Malaysia pada akhir Mei 2025. Sebelum ke Malaysia, Li dijadwalkan ke Indonesia.
Li akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-China-Organisasi Kerja Sama Negara Teluk (GCC). Pada 26-27 Mei 2025, Kuala Lumpur menjadi tuan rumah KTT itu. KTT ASEAN-China-GCC menjadi rangkaian KTT ASEAN dan KTT ASEAN-GCC di Kuala Lumpur.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, China berhasrat memperdalam kerja sama saling menguntungkan dengan anggota ASEAN dan GCC. ”Kami akan bersama-sama menjaga ketertiban ekonomi dan perdagangan serta sistem perdagangan bebas global,” katanya.
Li, menurut laporan Reuters, antara lain membawa isu soal tarif bea masuk impor (BMI) Amerika Serikat. Isu itu beberapa kali dibahas petinggi China dengan petinggi sejumlah negara lain dalam sejumlah kesempatan.
Pada 4-7 Mei 2025 di Milan, Italia, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral China bertemu koleganya dari ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Pembahasan forum itu antara lain jaring pengamanan fiskal regional di tengah ketidakpastian global.
Sebelumnya, pada 14-18 April 2025, Presiden China Xi Jinping mendatangi Kamboja, Malaysia, dan Vietnam. Xi membahas soal kerja sama ekonomi di tengah perang dagang akibat tarif BMI AS. Xi mengajak ASEAN menolak kebijakan AS itu.
China menyatakan ingin mengimpor lebih banyak dari ASEAN. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar dollar AS. Selain Malaysia, walau jauh lebih kecil, Brunei Darussalam dan Laos konsisten menikmati surplus perdagangan dengan China dalam satu dekade terakhir.
Di periode yang sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023. Sisanya selalu defisit dari berdagang dengan China.
Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 persen perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Juru bicara GAC, Lu Daliang, menyebutkan, 90,1 persen komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Selain itu, komoditas pertanian juga penting. (AP/REUTERS)
KUALA LUMPUR, KAMIS — China berusaha terus merangkul ASEAN lewat isu ekonomi. ASEAN salah satu sumber surplus neraca perdagangan China.
Upaya China diwujudkan dengan rangkaian lawatan para pemimpinnya. Dilaporkan Reuters, Kamis (8/5/2025), Perdana Menteri China Li Qiang dijadwalkan ke Malaysia pada akhir Mei 2025. Sebelum ke Malaysia, Li dijadwalkan ke Indonesia.
Li akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-China-Organisasi Kerja Sama Negara Teluk (GCC). Pada 26-27 Mei 2025, Kuala Lumpur menjadi tuan rumah KTT itu. KTT ASEAN-China-GCC menjadi rangkaian KTT ASEAN dan KTT ASEAN-GCC di Kuala Lumpur.
Serial Artikel
ASEAN Wajib Mengelola Pertarungan Geopolitik
Dalam posisi seperti pelanduk di tengah dua gajah yang memperebutkan hegemoni dunia, AS dan China, ASEAN harus memiliki cetak biru strategi dalam menghadapi persaingan dua raksasa. Tanpa itu, kemakmuran bisa buyar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, China berhasrat memperdalam kerja sama saling menguntungkan dengan anggota ASEAN dan GCC. ”Kami akan bersama-sama menjaga ketertiban ekonomi dan perdagangan serta sistem perdagangan bebas global,” katanya.
Li, menurut laporan Reuters, antara lain membawa isu soal tarif bea masuk impor (BMI) Amerika Serikat. Isu itu beberapa kali dibahas petinggi China dengan petinggi sejumlah negara lain dalam sejumlah kesempatan.
Pada 4-7 Mei 2025 di Milan, Italia, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral China bertemu koleganya dari ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Pembahasan forum itu antara lain jaring pengamanan fiskal regional di tengah ketidakpastian global.
Sebelumnya, pada 14-18 April 2025, Presiden China Xi Jinping mendatangi Kamboja, Malaysia, dan Vietnam. Xi membahas soal kerja sama ekonomi di tengah perang dagang akibat tarif BMI AS. Xi mengajak ASEAN menolak kebijakan AS itu.
China menyatakan ingin mengimpor lebih banyak dari ASEAN. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar dollar AS. Selain Malaysia, walau jauh lebih kecil, Brunei Darussalam dan Laos konsisten menikmati surplus perdagangan dengan China dalam satu dekade terakhir.
Serial Artikel
Malaysia Siap Berunding dengan China soal Laut China Selatan
Malaysia siap negosiasi dengan China terkait isu sengketa wilayah di Laut China Selatan. Sebelumnya China juga mengisyaratkan hal itu sekaligus mendorong kode tata perilaku di Laut China Selatan.
Di periode yang sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023. Sisanya selalu defisit dari berdagang dengan China.
Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 persen perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Juru bicara GAC, Lu Daliang, menyebutkan, 90,1 persen komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Selain itu, komoditas pertanian juga penting. (AP/REUTERS)