Petinggi China Terus Sambangi ASEAN

ASEAN menyumbang hampir 1 triliun dollar AS bagi neraca perdagangan China 2014-2024. China masih terus berusaha merangkul ASEAN lebih erat.

09 Mei 2025 06:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

KUALA LUMPUR, KAMIS — China berusaha terus merangkul ASEAN lewat isu ekonomi. ASEAN salah satu sumber surplus neraca perdagangan China.

Upaya China diwujudkan dengan rangkaian lawatan para pemimpinnya. Dilaporkan Reuters, Kamis (8/5/2025), Perdana Menteri China Li Qiang dijadwalkan ke Malaysia pada akhir Mei 2025. Sebelum ke Malaysia, Li dijadwalkan ke Indonesia.

Li akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-China-Organisasi Kerja Sama Negara Teluk (GCC). Pada 26-27 Mei 2025, Kuala Lumpur menjadi tuan rumah KTT itu. KTT ASEAN-China-GCC menjadi rangkaian KTT ASEAN dan KTT ASEAN-GCC di Kuala Lumpur.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, China berhasrat memperdalam kerja sama saling menguntungkan dengan anggota ASEAN dan GCC. ”Kami akan bersama-sama menjaga ketertiban ekonomi dan perdagangan serta sistem perdagangan bebas global,” katanya.

Li, menurut laporan Reuters, antara lain membawa isu soal tarif bea masuk impor (BMI) Amerika Serikat. Isu itu beberapa kali dibahas petinggi China dengan petinggi sejumlah negara lain dalam sejumlah kesempatan.

Presiden Prabowo Subianto diterima oleh Perdana Menteri China Li Qiang di Aula Besar Rakyat. Beijing. China, Sabtu (9/11/2024).

Pada 4-7 Mei 2025 di Milan, Italia, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral China bertemu koleganya dari ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Pembahasan forum itu antara lain jaring pengamanan fiskal regional di tengah ketidakpastian global.

Sebelumnya, pada 14-18 April 2025, Presiden China Xi Jinping mendatangi Kamboja, Malaysia, dan Vietnam. Xi membahas soal kerja sama ekonomi di tengah perang dagang akibat tarif BMI AS. Xi mengajak ASEAN menolak kebijakan AS itu.

China menyatakan ingin mengimpor lebih banyak dari ASEAN. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar dollar AS. Selain Malaysia, walau jauh lebih kecil, Brunei Darussalam dan Laos konsisten menikmati surplus perdagangan dengan China dalam satu dekade terakhir.

Di periode yang sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023. Sisanya selalu defisit dari berdagang dengan China.

Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 persen perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Juru bicara GAC, Lu Daliang, menyebutkan, 90,1 persen komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Selain itu, komoditas pertanian juga penting. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar