Petir dan Keselamatan yang Tanpa Kompromi di Piala Gothia 2025

Sepak bola tidak boleh mengabaikan keselamatan pemain, terbukti di Piala Gothia 2025. Laga kedua LKG BRI Indonesia sempat ditunda akibat petir.

16 Jul 2025 11:24 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia

Pertandingan hari kedua Piala Gothia 2025, Selasa (15/7/2025), di Lapangan Vallhamra, Savedalen, Gothenburg, Swedia, berjalan tidak normal. Jadwal pertandingan molor sampai 45 menit. Situasi itu menjadi hal yang sangat tidak ideal bagi Swedia yang sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu.

Laga tim LKG BRI Indonesia menghadapi Prep Schools District, yang seharusnya dimulai pada pukul 15.30 waktu setempat baru, akhirnya dimundurkan pada 16.15 WIB. Kondisi itu membuat skuad ”Laskar Kera Sakti” harus menunggu sekitar 2,5 jam untuk melakukan pertandingan.

Mereka menyaksikan terlebih dahulu tiga pertandingan sebelum berlaga. Tidak ada informasi apapun terkait keterlambatan itu sebelum LKG BRI Indonesia menjalani pertandingan di lapangan olahraga kompleks sekolah itu.

Perjalanan babak pertama yang berjalan selama 25 menit awalnya tidak ada kendala berarti. Pemain-pemain terbaik Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025 bermain apik untuk mencetak lima gol pada paruh pertama.

Namun, mulai pertengahan babak pertama, gejala cuaca buruk sudah terlihat. Langit menghitam terlihat dari sisi utara area lapangan.

Mendung menyelimuti Lapangan Vallhamra, Gothenburg, Swedia, pada laga LKG BRI Indonesia kontra Prep Schools District, Selasa (15/7/2025). Pertandingan kedua tim sempat ditunda pada babak kedua.

Kilatan petir terlihat sampai lima kali selama babak pertama berlangsung. Meski begitu, belum terdengar suara petir menggelegar.

Ketika wasit meniupkan peluit akhir tanda rampungnya babak pertama, rinai yang dibarengi angin kencang mulai terasa. Sekitar dua menit setelah pertandingan jeda, wasit menghampiri ruang teknis kedua tim. Ia berkata pertandingan harus ditunda karena cuaca buruk.

”Demi keselamatan, pertandingan babak kedua ditunda. Saya belum bisa memastikan berapa lama (durasi penundaan). Semoga cuaca cepat membaik,” ucap wasit saat mendatangi zona teknis LKG BRI Indonesia.

Setelah itu, panitia pertandingan Piala Gothia 2025 di Vallhamra memberikan penjelasan lainnya tentang penundaan laga paruh kedua. Ia juga memandu tim LKG BRI Indonesia untuk masuk ke dalam ruang ganti di kompleks olahraga itu untuk berteduh dari hujan.

”Hujan tidak masalah, tetapi petir menjadi penyebab kami menghentikan pertandingan untuk sementara. Petir sudah mendekat ke sini,” ujar petugas laga itu menunjukkan titik-titik petir melalui aplikasi berbahasa Swedia di ponselnya.

M Fauzan Alhadar, penyerang sayap LKG BRI Indonesia, menguasai bola pada laga kedua Grup 29 B15 Piala Gothia 2025 kontra Prep Schools District, Selasa (15/7/2025), di Lapangan Vallhamra, Gothenburg, Swedia. Duta Indonesia menang 6-1.

Faktor keselamatan

Dengan hujan deras yang berlangsung satu jam, skuad Laskar Kera Sakti beristirahat di ruang ganti Lapangan Vallhamra. Suhu 21 derajat Celcius dengan kecepatan angin 17 kilometer per jam membuat para pemain memakai sarung tangan mereka.

Situasi itu dimanfaatkan pemain untuk saling berbincang dan melepaskan ketegangan. Pelatih LKG BRI Indonesia Tb Wahyudiansyah menyampaikan sejumlah catatan kepada sejumlah pemainnya dari pertandingan babak pertama.

Tommy, diaspora Indonesia yang menyaksikan laga, mengatakan dirinya juga awalnya heran dengan jadwal pertandingan yang molor tidak normal. Nyatanya, hujan dan petir pula yang sempat menunda pelaksanaan pertandingan pada siang hari sehingga jadwal sejumlah laga mengalami pemunduran.

”Petir intensitasnya sangat tinggi di musim panas. Meskipun sudah punya penangkal petir dan semacamnya di ruang publik, keselamatan selalu paling utama di sini,” tutur Tommy.

Sekitar satu jam hujan deras menyelimuti kompleks pertandingan dilengkapi suara-suara petir menggelegar. Setelah hujan mulai reda, wasit bersama Manajer Lapangan Vallhamra Piala Gothia 2025 Andreas melakukan inspeksi ke lapangan.

Mereka mengamati aplikasi cuaca, lalu menguji alur bola dan tingkat genangan air di permukaan lapangan berumput sintentis itu. Dari hasil inspeksi itu, lapangan masih dalam kondisi aman demi keselamatan pemain berlaga.

”Mohon tunggu lagi 10 menit sampai hujan benar-benar reda. Lapangan masih (kondisi) baik. Kami tinggal menunggu petir benar-benar hilang sebelum pertandingan bisa dilanjutkan,” ujar Andreas.

Dilanjutkan

Pertandingan babak kedua kembali dilanjutkan setelah 10 menit berlalu dari pemberitahuan Andreas kepada tim LKG BRI Indonesia. Sebelum sepak mula babak kedua, wasit kembali memberikan kesempatan kepada pemain kedua tim melakukan pemanasan selama lima menit.

Babak kedua bisa berjalan tanpa kendala. Hujan sudah benar-benar reda. Petir dan langit hitam tidak lagi menyelimuti Lapangan Vallhamra selama babak kedua berlangsung.

Terbukti, pelajaran penting tentang keselamatan pemain disajikan di Swedia dan Piala Gothia 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, Swedia
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji