Timnas sepak bola putri akan memulai perjalanan di AFF Women’s Cup atau Piala AFF Putri pada hari ini. Mereka menargetkan juara.
23 Nov 2024 07:30 WIB · Olahraga
LAOS, SABTU — AFF Women’s Cup atau Piala AFF Putri 2024 akan menjadi ujian pertama timnas sepak bola putri Indonesia yang mulai ”dibangun” kembali pertengahan tahun ini. Indonesia juga bisa melihat realitas posisi mereka di antara negara Asia Tenggara lainnya.
Timnas putri akan memulai perjalanannya di Piala AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN) Putri dengan melawan Kamboja dalam laga yang digelar di Stadion National Laos, Vientiane, Laos, Sabtu (23/11/2024) pukul 15.00 WIB. Tiga hari kemudian, Indonesia bakal melakoni pertandingan kedua pada fase grup melawan Malaysia.
Piala AFF Putri merupakan turnamen kualifikasi untuk Kejuaraan AFF Putri 2024. Peserta turnamen ini adalah enam tim terbawah dalam peringkat akhir Kejuaraan AFF Putri 2022.
Indonesia, Kamboja, dan Malaysia berada di Grup B. Sementara itu, tiga tim lainnya adalah tuan rumah Laos, Singapura, dan Timor Leste yang menghuni Grup A.

Setiap tim bermain dalam format round-robin, dengan dua tim teratas dari setiap grup melaju ke semifinal. Adapun finalis dan peringkat ketiga akan mendapatkan tiket ke Kejuaraan AFF Putri 2025 untuk bertarung dengan Filipina, Thailand, Myanmar, dan Vietnam sebagai empat tim terbaik edisi sebelumnya.
Di Kejuaraan AFF Putri, prestasi terbaik yang pernah diraih Indonesia adalah menempati urutan keempat saat edisi perdana tahun 2004. Pada delapan edisi yang diikuti setelahnya, langkah Indonesia selalu terhenti pada fase grup.
Pada edisi terakhir tahun 2022, Indonesia yang tergabung di Grup A berakhir sebagai juru kunci. ”Garuda Pertiwi” hanya mampu mengemas satu poin dari lima laga. Mereka menelan empat kali kekalahan dan sekali imbang dengan catatan memasukkan dua gol dan kemasukan 15 gol.
Empat kekalahan itu dialami saat menghadapi Filipina, Thailand, Australia U-23, dan Singapura. Hasil imbang 1-1 diraih saat bertemu Malaysia. Dengan performa itu, Indonesia menempati urutan ke-10 dari total 11 peserta di peringkat akhir turnamen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/22/6ea2f2520549182fa4faad0dd8ded29d-IDNL6293_768x512.jpeg)
Dua tahun berlalu sejak turnamen terakhir tersebut. Timnas putri pun mulai ”dibangun” kembali sejak pertengahan tahun ini. Maka, Piala AFF Putri dapat menjadi ajang awal bagi Indonesia untuk bisa melihat realitas ataupun level permainan mereka di antara negara Asia Tenggara lainnya saat ini.
”Piala AFF merupakan tujuan terbesar kami saat ini. Tentu kami berharap bisa berprestasi, tentu juga punya target juara. Ini kesempatan besar yang harus kami manfaatkan karena tidak ada tim-tim seperti Thailand dan Vietnam,” tutur Vivin Cahyani, anggota Komite Eksekutif PSSI yang memegang tanggung jawab untuk timnas putri.
Setelah penunjukan pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, pada Februari lalu, timnas putri mulai bergeliat kembali. Beberapa pemain, baik U-17 maupun senior, diseleksi dan dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan.
Para pemain U-17 lebih dulu melakoni Piala Asia Putri U-17 pada Mei. Setelah itu, perjalanan tim senior diawali dengan laga FIFA melawan Singapura yang berakhir dengan kemenangan 5-1. Lalu, Shafira Ika Putri dan kawan-kawan meraih kemenangan beruntun atas Bahrain dalam laga uji coba internasional.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/26/26654e6c-ceba-4fff-b7d4-9b3d548c5f72_jpeg.jpg)
Para pemain juga menjalani pemusatan latihan di Jepang dan Belanda selama September sampai Oktober. Mereka pun melakoni beberapa laga uji coba meski beberapa lawan tidak sepadan dan dipaksakan. Salah satunya ialah timnas Belanda.
”Kita sekarang punya target untuk juara ASEAN. Yang kita harus cek juga ialah lawan kita itu seperti apa,” kata Vivin.
”Selama ini, kan, kita susah menang lawan Thailand dan Vietnam. Bahkan, dibandingkan Laos (ranking ke-92 dunia), peringkat kita (104 dunia) masih di bawahnya. Nah, itu yang membuat kita sekarang, PSSI dalam hal ini, bertekad untuk membangun timnas putri,” tuturnya menambahkan.
Ke Laos, Indonesia membawa 26 pemain yang merupakan hasil seleksi berkali-kali oleh Pelatih Mochizuki. Dari pemain yang terpilih, beberapa di antaranya merupakan pemain tim U-17 yang ”naik kelas” ke senior, seperti Indira Jenna dan Nabila Divany.
Ada pula pemain yang langganan dipanggil timnas, antara lain Claudia Scheunemann, Zahra Muzdalifah, dan Octavianti Dwi Nurmalita. Indonesia juga menambah kekuatan dari pemain diaspora, seperti Noa Leatomu, Katarina Stalin, Estella Loupatty, dan Sydney Hopper.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/17/7d2a01bb-ef0b-4d18-a339-086dc33fdb92_png.png)
”Sejauh ini kami sudah siap untuk menghadapi pertandingan pertama. Tentu saya menginginkan menang, tidak hanya untuk pertandingan pertama. Mengingat ini bukan turnamen di Asia Tenggara pertama saya, saya berharap kemenangan ini akan berlanjut sampai final dan kami juara,” tutur Octa yang menjadi bagian skuad di Kejuaraan AFF Putri 2022.
Pelatih Mochizuki pun mengaku senang dengan para pemainnya yang sangat bersemangat menyambut turnamen tersebut. Saat berlatih di Laos, tutur Mochizuki, anak-anak asuhannya pun menunjukkan kebersamaan dan kekompakan dengan bernyanyi bersama-sama.
”Itu meningkatkan kerja sama dan menyatukan ritme. Itulah tujuan kami. Mereka terus bersorak semangat. Jadi, saya rasa itu sangat baik,” kata Mochizuki.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra