Piala Dunia 2026, FIFA Telah Atur Final Ideal Spanyol Versus Argentina

Dua peringkat terbaik ranking FIFA terkini, Spanyol dan Argentina, tidak akan jumpa di Piala Dunia 2026 hingga babak final.

03 Des 2025 17:21 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

WASHINGTON DC, RABU — Untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia, FIFA memberikan ”karpet merah” untuk tim yang menduduki empat besar teratas ranking FIFA per November 2025. Mereka bakal terhindar dari grup neraka di babak penyisihan, lalu mendapatkan perlakuan khusus karena jalan mereka berpeluang mulus ke fase semifinal.

Undian berlangsung di Kennedy Center di Washington DC, Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 waktu setempat atau Sabtu (6/12/2025) pukul 00.00 WIB. Merujuk aturan undian final Piala Dunia 2026, terdapat dua aturan yang telah disusun khusus untuk 12 tim yang berada di pot pertama.

Pada pot 1 itu terdiri dari tiga tim tuan rumah serta sembilan tim yang menduduki ranking FIFA tertinggi saat ini. Istimewa untuk trio tuan rumah, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, sudah dipastikan grup yang bakal ditempati.

Kanada mengisi Grup A sekaligus bakal mendapat kehormatan menjalani laga pembuka Piala Dunia 2026, 11 Juni mendatang. Meksiko berada di Grup B, dan AS menempati Grup D.

Selain tiga tim tuan rumah, FIFA menghadirkan pula aturan khusus untuk empat tim ranking tertinggi. Mereka adalah Spanyol (peringkat 1), Argentina (2), Perancis (3), dan Inggris (4).

Georgia's defender  #04 Guram Kashia challenges Spain's midfielder #18 Martin Zubimendi during the 2026 World Cup qualifier Europe zone group E football match between Spain and Georgia at Manuel Martinez Valero stadium in Elche on October 11, 2025. (Photo by Jose Jordan / AFP)

Mereka akan ditempatkan di jalur fase gugur yang berbeda dengan simulasi mereka lolos dari babak penyisihan sebagai juara grup. Jika harapan FIFA itu lancar terlaksana, maka duel empat tim terbaik merujuk ranking FIFA paling cepat jumpa pada babak semifinal.

Namun, dari aturan itu, Spanyol dan Argentina dipastikan berada di jalur fase gugur yang hanya akan mempertemukan mereka di partai puncak. Jadi, secara tidak langsung, FIFA menyusun final ideal untuk mempertemukan Spanyol kontra Argentina yang duduk di dua peringkat teratas ranking FIFA per November 2025.

Perancis dan Inggris pun tidak akan lagi berjumpa seperti di babak perempat final Piala Dunia 2022. Paling memungkinkan, Perancis dan Inggris juga bisa menghadirkan final ideal alternatif seandainya Spanyol dan Argentina tersisih sebelum menembus laga pamungkas.

”Tim dengan ranking tertinggi dan tertinggi kedua akan secara acak diundi ke dalam grup dengan jalur (fase gugur) berseberangan. Itu juga berlaku untuk tim peringkat ketiga dan keempat. Itu memastikan jika mereka memenangi grup, dua tim terbaik (ranking FIFA) tidak akan bertemu sebelum final,” tulis pernyataan FIFA tentang aturan itu yang dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu (3/12/2025).

Paling diunggulkan

Aturan khusus FIFA itu tidak lepas pula dari prediksi sejumlah pihak tentang potensi tim unggulan di Piala Dunia 2026. Berdasarkan simulasi superkomputer Opta per 1 Desember 2025, trio duta Eropa, yaitu Spanyol, Perancis, dan Inggris, paling diunggulkan untuk mengangkat trofi ikonik berbalut emas di Stadion MetLife, New Jersey, AS, 19 Juli 2026.

Tiga tim itu memiliki persentase kampiun lebih dari 10 persen. Spanyol dijagokan juara dengan peluang 17 persen. ”La Roja” disusul Perancis dengan 14,1 persen dan Inggris 11,8 persen.

TOPSHOT - Spain's defender #12 Pedro Porro Sauceda and Georgia's defender #03 Lasha Dvali fight for the ball during the 2026 World Cup qualifier Europe zone group E football match between Spain and Georgia at Manuel Martinez Valero stadium in Elche on October 11, 2025. (Photo by Jose Jordan / AFP)

Di bawah mereka terdapat lima tim dengan peluang juara di atas lima persen. Kelimanya adalah Argentina (8,7 persen), Jerman (7,1 persen), Portugal (6,6 persen), Brasil (5,6 persen), dan Belanda (5,2 persen).

Spanyol patut diunggulkan karena rekor impresif mereka dalam dua tahun terakhir bersama Luis de la Fuente. Mereka merengkuh trofi Piala Eropa 2024 dan menembus partai final Liga Nasional Eropa 2024-2025.

La Roja melaju ke Piala Dunia dengan tampil tak terkalahkan di babak penyisihan. Mereka mengemas lima kemenangan dan sekali imbang.   

”Perjalanan kami bukan apa-apa dan tidak akan memengaruhi partisipasi di Piala Dunia 2026. Kami harus tetap rendah hati, bekerja keras, dan berjuang maksimal karena Piala Dunia akan menyajikan laga-laga sulit,” tutur De la Fuente dilansir laman Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF).

Tantangan tersembunyi

Pelatih Argentina Lionel Scaloni juga tidak ingin sesumbar mengenai kans timnya. Scaloni menyadari sulitnya mempertahankan gelar Piala Dunia. Dalam sejarah Piala Dunia, hanya dua tim yang pernah mempertahankan trofi juara atau kampiun dalam dua edisi beruntun. Mereka ialah Italia (1934 dan 1938) dan Brasil (1958 dan 1962).

Selain persaingan sengit, Scaloni menyebut ada tantangan tersembunyi yang akan dihadapi ”La Albiceleste”. Tantangan non-teknis berkaitan dengan suhu panas di kawasan Amerika Utara pada musim panas nanti.

Argentina's forward #10 Lionel Messi (2nd R) vies for the ball with Angola's #3 Jonathan Buatu (R) and Angola's #6 Gaspar Kialonda (4th L) during the friendly match between Angola and Argentina in Luanda on November 14, 2025. Football icon Lionel Messi created the first goal and scored the second as world champions Argentina beat Angola 2-0 in an international friendly in Luanda on Friday.
Miami-based Messi set up Lautaro Martinez to put the Albiceleste ahead on 44 minutes. The roles were reversed after 82 minutes with Martinez the creator and Messi the scorer.
Martinez beat 39-year-old goalkeeper Hugo Marques at his near post and Messi struck with a shot into the far corner of the net. Both scorers were substituted late in the second half.
It was a predictable outcome as Argentina are second in the world rankings, behind Spain and 87 places above Angola. (Photo by Julio PACHECO NTELA / AFP)

”Saya diberi tahu bahwa jadwal laga Piala Dunia 2026 serupa dengan Piala Dunia Antarklub lalu yang berlangsung pada pukul 3 atau 4 siang. Cuaca panas pada periode itu akan sangat menyiksa dan bisa berdampak kepada pemain,” ucap Scaloni kepada TNT Sport Argentina.

”Apalagi, pemain tengah dalam kondisi sangat lelah seusai menjalani musim yang panjang. Itu yang mengkhawatirkan saya,” ucapnya.

Sementara itu, satu hal menarik lain dari undian Piala Dunia 2026 adalah peluang grup yang dihuni Norwegia. Meskipun kembali ke Piala Dunia sejak 1998, Norwegia dijagokan sebagai salah satu tim kuda hitam yang ditakutkan oleh tim mana pun.

Erling Haaland dan kawan-kawan menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan sempurna dalam delapan gim. Mereka menaklukkan pemilik empat gelar Piala Dunia, Italia, dua kali.

Namun, Norwegia akan tergabung di pot ketiga karena ranking FIFA yang rendah. Kondisi itu menyebabkan ”Landslaget” berpeluang unggulan di pot pertama, seperti Argentina atau Brasil.

Di sisi lain, mereka bisa menghancurkan salah satu tim tuan rumah. Norwegia amat berpeluang terhindar tim kuat Eropa di fase grup.

”Saya benci menyaksikan undian dan sama sekali tidak tertarik dengan seremonial itu. Kami fokus untuk mempersiapkan diri di babak utama. Semoga kami juga dinaungi keberuntungan,” kata Pelatih Norwegia Stale Solbakken. (REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto