Piala Dunia U-17 2025, Turnamen Bernuansa Festival Sepak Bola

Piala Dunia U-17 2025 tidak akan digelar di stadion besar seperti sebelumnya. Pertandingan terpusat di lapangan Zona Aspire, Qatar.

27 Jul 2025 16:23 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

AL RAYYAN, MINGGU — Hitung mundur Piala Dunia U-17 2025 sudah tersisa 100 hari. Perhelatan Piala Dunia U-17 di Qatar merupakan konsep perdana turnamen bernuansa festival sepak bola yang diinisiasi FIFA. Tim dan para penggemar melakukan aktivitas terpusat di Zona Aspire yang berada di Kota Al Rayyan, Qatar.

Merujuk Piala Dunia U-17 edisi terakhir di Indonesia pada 2023 lalu, pertandingan disebar ke empat kota terbesar di Tanah Air. Jakarta, Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat), dan Surakarta (Jawa Tengah) merupakan kota penyelenggara yang masing-masing diwakili satu stadion.

Stadion Internasional Jakarta (JIS) jadi arena pertandingan di ibu kota. Stadion Utama Bung Tomo di Surabaya merupakan kandang Indonesia. Stadion Si Jalak Harupat di Bandung menjadi saksi kehadiran bintang-bintang baru, salah satunya Claudio Echeverri dari Argentina. Kemudian, Stadion Manahan di Surakarta menggelar pesta penutupan sekaligus pertandingan final yang dimenangi tim remaja Jerman.

Pelatih Christian Wueck dan pemain Jerman mengangkat trophi Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (2/12/2023) malam. Jerman menundukkan Perancis melalui adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan pada partai puncak Piala Dunia U-17 2023 menjadi sejarah bagi skuad muda "Panser". Tim yunior Jerman meraih gelar ganda dalam satu tahun. Sebelumnya pada Juni lalu mereka meraih predikat Juara Piala Eropa U-17 di Budapest, Hongria. Kompas/Priyombodo (PRI) 02-12-2023

Konsep turnamen di kota-kota terpisah dan stadion berkapasitas lebih dari 10.000 kursi tidak akan lagi tersaji di Piala Dunia U-17 mulai edisi 2025 hingga 2029. Penyelenggaraan lima edisi beruntun di Qatar menggunakan konsep festival. Artinya, pertandingan hanya digelar di lapangan-lapangan dengan kapasitas tidak lebih dari 2.000 penonton.

FIFA dan Komite Penyelenggara Lokal Qatar telah menentukan 103 pertandingan akan digelar di delapan lapangan Zona Aspire. Pertandingan akan digelar mulai 3 hingga 27 November mendatang.

Laga final merupakan satu-satunya gim di stadion besar, yakni Stadion Internasional Khalifa yang juga berada di dalam kawasan Zona Aspire. Stadion Internasional Khalifa adalah kandang utama timnas Qatar.

Pemandangan Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, dari pintu keluar Stasiun Metro Sport City, Sabtu (3/12/2022). Stadion itu adalah stadion nasional Qatar yang menjadi saksi bagi penyelenggaraan seluruh turnamen olahraga internasional di negeri kaya minyak itu.

Tim U-17 Indonesia yang bertarung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia bakal menggelar pertandingan di antara Lapangan 7 dan Lapangan 8 Zona Aspire. Dua kali ”Garuda Muda” tampil di Lapangan 7 ketika menghadapi Zambia dan Honduras. Satu laga kontra Brasil digelar di Lapangan 8.

”Saya sudah tidak sabar menyambut dan melihat bintang-bintang generasi baru mendapatkan kesempatan melakukan debut di panggung dunia. Mereka bakal mengikuti jejak banyak pemain hebat yang tampil di turnamen ini di awal karier mereka,” tutur Presiden FIFA Gianni Infantino dalam rilis resmi FIFA menyambut 100 hari Piala Dunia U-17 2025, Minggu (27/7/2025).

Fasilitas mutakhir

Sebanyak delapan lapangan di Zona Aspire memiliki kualitas rumput dan fasilitas penunjang mutakhir. Rumput yang digunakan serupa ketika Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 lalu. Tentu, Qatar sudah melakukan pergantian rumput sehingga ketika digunakan untuk Piala Dunia U-17 2025 lapangan dalam kualitas terbaik.

Dari informasi yang dihimpu Kompas, untuk memiliki kualitas rumput terbaik, Komite Penyelenggara Lokal Piala Dunia U-17 2025 melalui Supreme Committee for Delivery and Legacy Qatar bertanggung jawab menghadirkan rumput terbaik.

Mereka memiliki tempat pembibitan dan pemeliharaan rumput sendiri sehingga pergantian rumput lapangan di kompleks Zona Aspire dan stadion-stadion Qatar lainnya bisa dilakukan secara berkala.

Pada Piala Dunia U-17 2025, Zona Aspire akan menghadirkan delapan pertandingan per hari selama babak penyisihan. Penyiraman rumput dilakukan sebelum dan sesudah laga, juga pada saat jeda antarbabak.

Bagi para penggemar, kehadiran laga terpusat juga tidak menyulitkan untuk menyaksikan sejumlah pertandingan dalam sehari. Koneksi transportasi umum, terutama Metro Doha, memudahkan penggemar menjangkau Zona Aspire. Terdapat stasiun Sport City di Jalur Emas Metro Doha untuk menuju kawasan Zona Aspire.

Selain itu, Komite Penyelenggara Lokal Piala Dunia U-17 juga telah menyiapkan fan zone di kawasan Zona Aspire. Kawasan itu akan menghadirkan sejumlah aktivitas kebudayaan dari Qatar serta sejumlah negara peserta Piala Dunia U-17 2025.

Almoez Ali, penyerang tim nasional Qatar, menganggap positif kesempatan pemain-pemain muda dari 48 negara kontestan merasakan fasilitas Zona Aspire. Menurut dia, para pemain akan mengalami nuansa pertandingan yang sangat menarik dan tidak terlupakan.

Almoez Ali, penyerang Qatar, merayakan golnya ke gawang Afghanistan, 16 November 2023, di Stadion Internasional Khalifa, Qatar. Pada laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu, Ali menyumbang empat gol untuk kemenangan Qatar, 8-1.

”Piala Dunia U-17 digelar di Zona Aspire akan menghadirkan motivasi besar bagi pemain-pemain generasi mendatang. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menampilkan performa terbaik di atas lapangan. Saya yakin mereka tahu betapa pentingnya pengalaman itu untuk masa depan mereka,” ucap Ali dalam keterangan resmi yang diterima Kompas dari Komite Penyelengggara Lokal Piala Dunia U-17 2025.

Ali merupakan salah satu pemain lulusan awal Akademi Aspire yang digagas Qatar melalui pembangunan fasilitas olahraga terpusat di Zona Aspire sejak 2004. Tidak hanya sepak bola, Zona Aspire juga memiliki fasilitas olahraga terbaik untuk atletik dan akuatik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul