Piala Pertiwi 2024, Pelepas Dahaga Kompetisi Sepak Bola Putri

Kehadiran Piala Pertiwi 2024 bak oase bagi pesepak bola putri. Di tengah ketiadaan liga, Piala Pertiwi sedikit mengurangi dahaga mereka untuk berkompetisi.

19 Des 2024 14:18 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Meskipun tidak sepenuhnya melepas dahaga berkompetisi, bergulirnya Piala Pertiwi 2024 disambut bahagia oleh para pesepak bola putri Indonesia. Di tengah ketiadaan liga, turnamen dengan banyak peserta dan berlevel nasional mengasah kemampuan pemain. Hal ini juga menjaga optimisme kebangkitan sepak bola putri Tanah Air.

Pemain Adhyaksa FC, Sabrina Mutiara, menjadi salah satu pemain yang bersyukur dan berbahagia dengan kehadiran Piala Pertiwi 2024. Kendati timnya yang mewakili Kalimantan Tengah kalah pada laga perebutan peringkat ketiga di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2024) pagi, Sabrina tak sepenuhnya sedih.

Sabrina memang harus mengubur keinginan untuk meraih medali setelah Adhyaksa FC kalah 0-1 dari tim perwakilan DKI Jakarta, Rocket FC. Namun, keikutsertaan di Piala Pertiwi 2024 mampu sedikit mengurangi dahaganya untuk berkompetisi di level nasional. Dia mampu bersaing dengan banyak tim dan menguji hasil latihannya dalam pertandingan.

”Tetap senang dan bersyukur karena masih bisa berkompetisi, bertanding lawan banyak tim. Saya juga jadi bisa lihat ternyata sepak bola putri sekarang semakin berkembang, selain ada wajah-wajah lama, banyak juga bakat-bakat muda yang muncul,” tutur Sabrina.

Pemain Rocket FC yang mewakili DKI Jakarta, Hanipa Halimatusyadiah Suandi (merah), menguasai bola dalam laga perebutan peringkat ketiga melawan Adhyaksa FC dari Kalimantan Tengah pada Piala Pertiwi 2024 di Kingkong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2024). Rocket FC meraih kemenangan 1-0 atas Adhyaksa FC.

Sabrina yang berasal dari klub Arema FC Putri jarang mengikuti turnamen dengan banyak peserta. Turnamen terakhir yang diikutinya, ASBWI Cup 2024, diikuti hanya empat tim. Dia juga tidak tampil di PON Aceh-Sumut 2024 yang selama ini jadi pelepas dahaga para pemain sepak bola putri dan hanya ada empat tahun sekali.

Selain itu, Sabrina tidak masuk dalam skuad timnas yang mengikuti pemusatan latihan dan bertanding di Piala AFF Putri. Alhasil, tanpa liga, selama ini, Sabrina hanya mengandalkan turnamen-turnamen seperti ASBWI Cup 2024 untuk tetap menjaga sentuhan bola dan tetap aktif bertanding.

Quote

Kalau ada turnamen terus, kepercayaan bahwa sepak bola putri mau serius dikembangkan jadi tetap terjaga.

Piala Pertiwi putaran nasional baru digelar kembali tahun ini setelah pada 2023 batal digelar. Pada 2023, beberapa daerah sebenarnya sudah menggelar Piala Pertiwi tingkat regional. Namun, lantaran putaran nasional tidak bergulir, langkah para pemenang dari tiap daerah pun hanya berhenti di tingkat regional.

Pada Piala Pertiwi 2024, sebanyak 16 tim dari 16 asosiasi provinsi PSSI ikut serta. Mereka terbagi dalam empat grup berbeda. Hanya tim yang menempati posisi juara grup berhak lolos ke babak semifinal.

Laga perebutan peringkat ketiga Piala Pertiwi 2024 antara Adhyaksa FC (biru) yang mewakili Kalimantan Tengah dan Rocket FC yang mewakili DKI Jakata pada Piala Pertiwi 2024 di Kingkong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2024). Rocket FC meraih kemenangan 1-0 atas Adhyaksa FC.

Adhyaksa FC, juara Grup A, terhenti di semifinal setelah kalah 0-1 dari Toli FC dari Papua Pegunungan (juara Grup B). Sementara Roket FC (juara Grup C) harus mengakui keunggulan Raga Negeri dari Banten (juara Grup D), juga dengan skor 0-1. Laga final pun mempertemukan Toli FC dan Raga Negeri pada Kamis sore.

Liga mati suri

Piala Pertiwi digelar di tengah liga sepak bola putri yang mati suri sejak edisi pertama pada 2019. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, Liga Putri baru akan kembali bergulir mulai musim 2026-2027. Alasannya, talenta pemain belum cukup untuk bisa digelar kompetisi dalam waktu dekat. Erick menargetkan Liga Putri sudah diputuskan secara resmi pada Kongres Biasa PSSI 2025.

“Saya berharapnya liga dipercepat, tetapi kalau memang tidak bisa dipercepat, sembari menunggu ya semoga ada banyak turnamen nasional seperti ini. Biar pemain-pemain tidak menganggur dan jiwa kompetisi masih tetap ada. Latihan juga jadi tahu tujuannya untuk apa,” ujar Sabrina yang pernah memperkuat timnas Indonesia di Piala Asia Putri 2022.

Hal serupa disampaikan Vivi Oktavia Riski yang memperkuat Rocket FC. Berbeda dengan Sabrina, Vivi dipanggil timnas baru-baru ini sehingga tetap bisa menjaga sentuhan bola dan merasakan atmosfer pertandingan. Vivi menjadi bagian timnas putri yang meraih gelar pertama dengan menjuarai Piala AFF Putri 2024, awal bulan ini.

Laga perebutan peringkat ketiga Piala Pertiwi 2024 antara Adhyaksa FC (biru) yang mewakili Kalimantan Tengah dan Rocket FC yang mewakili DKI Jakata pada Piala Pertiwi 2024 di Kingkong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2024). Rocket FC meraih kemenangan 1-0 atas Adhyaksa FC.

Walakin, Vivi tetap menganggap penting kehadiran turnamen-turnamen seperti Piala Pertiwi. Apalagi, timnas putri juga belum melaksanakan pemusatan latihan kembali. Tak hanya itu, Vivi merasakan sendiri berkah kompetisi yang bisa menjadi wadah unjuk gigi.

Sebelum dipanggil timnas, Vivi lama vakum bermain sepak bola dan fokus menjadi pelatih sekolah sepak bola. Vivi baru bermain lagi di PON Aceh-Sumut 2024 dengan memperkuat Bangka Belitung. Bakatnya lantas kemudian tercium oleh Satoru Mochizuki, pelatih timnas putri.

”Bayangkan kalau harus menunggu PON yang cuma empat tahun sekali. Kalau ada banyak turnamen level nasional seperti PON atau Piala Pertiwi, kan, semakin banyak bakat-bakat yang muncul dan bisa dilirik timnas. Apalagi, ini kan yang ikut dari banyak daerah, dari Sumatera sampai Papua, tidak hanya terpusat di Jawa,” tutur Vivi.

Vivi juga berharap ada banyak turnamen pada 2025 untuk mengisi kekosongan selama persiapan Liga Putri 2026. Dengan demikian, kompetisi bagi pesepak bola putri terus berkelanjutan.

”Ini mumpung momentumnya bagus, timnas putri baru dapat prestasi, minat ke sepak bola putri terus tumbuh. Kalau ada turnamen terus, kepercayaan bahwa sepak bola putri mau serius dikembangkan jadi tetap terjaga,” ucapnya.

Selain Piala Pertiwi untuk level senior, PSSI juga menggulirkan Piala Pertiwi untuk kelompok umur 17 tahun. Persib Putri keluar sebagai juara selepas mengalahkan Raga Negeri FC dengan skor 2-1. Persib Putri sebelumnya menjuarai Piala Pertiwi U-17 Jawa Barat 2024.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .