Indonesia buktikan bisa bersaing di Asia pada 2024. Ambisi tembus level dunia membuat PSSI menyingkirkan harapan terbaik untuk mengangkat trofi juara di Piala ASEAN.
25 Des 2024 16:23 WIB · Olahraga
Selama 2024, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengantarkan tim nasional Indonesia meraih prestasi yang dalam beberapa dekade terakhir hanya sekadar mimpi. Tak heran, tahun ini adalah wujud keseriusan federasi untuk membentuk tim demi memenuhi ambisi besar demi tampil di turnamen kelas dunia.
Di bawah kendali Ketua Umum PSSI Erick Thohir, PSSI mencanangkan tim Indonesia dari tingkatan umur hingga senior untuk tampil di kontes global. Timnas Indonesia telah menembus putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Setelah lolos untuk perdana ke babak gugur Piala Asia 2023, skuad ”Garuda” telah mencatatkan diri sebagai tim Asia Tenggara tersukses di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. Dengan koleksi enam poin dari enam laga, Indonesia telah tampil lebih baik daripada Thailand dan Vietnam di fase yang sama pada dua edisi pra-Piala Dunia sebelumnya.
Indonesia menutup 2024 dengan berada di peringkat ketiga di bawah Jepang dan Australia. Dengan posisi itu, anak asuhan Shin Tae-yong berada di jalur yang tepat untuk meluluskan target duduk di posisi empat besar demi lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/25/0378835e-61f0-4a2d-bed4-6a73804ec838_png.png)
Peluang Indonesia untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026 amat ditentukan dari kiprah di empat laga tersisa. Setidaknya, Garuda wajib memenangi dua laga kandang menghadapi Bahrain dan China yang amat menentukan.
Jika bisa membawa pulang poin dari laga tandang melawan Australia dan Jepang, tak tertutup harapan bagi Indonesia untuk bersaing memperebutkan posisi kedua untuk lolos langsung ke Piala Dunia edisi ke-23.
Perjalanan di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 itu menunjukkan nama Indonesia sudah masuk ke dalam peta persaingan elite di Asia. Bahkan, publik sepak bola dunia, seperti Belanda, Italia, dan Inggris, mulai memberikan perhatian terhadap kiprah Jay Idzes dan kawan-kawan.
Perjalanan di pra-Piala Dunia 2026 bak lanjutan dari seri drama perjalanan tim Indonesia setelah tampil membanggakan di Piala Asia U-23 2024 yang juga menjadi ajang kualifikasi Olimpiade 2024. Meskipun kalah pada pertandingan play-off antarzona, ”Garuda Muda” menembus semifinal setelah mengalahkan tim langganan Olimpiade, seperti Australia dan Korea Selatan.
Capaian timnas Indonesia itu membantu peningkatan signifikan peringkat di pemeringkatan FIFA dalam satu tahun ini. Dari berada di peringkat ke-146 pada Desember 2023, Indonesia menutup 2024 di posisi ke-127. Itu adalah posisi terbaik Indonesia di pemeringkatan bergengsi FIFA sejak Desember 2009 ketika duduk di peringkat ke-120.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/25/197b0554-49da-4560-bf34-9e857a385532_png.png)
Tidak sekadar pemeringkatan FIFA, performa apik di lapangan hijau juga melejitkan nilai komersial jenama timnas Indonesia yang sepenuhnya dipegang PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia. PSSI mendapat peningkatan kerja sama komersial dengan sejumlah sponsor untuk durasi kerja sama 2025.
Kemitraan dengan puluhan sponsor yang bernilai Rp 220 miliar pada 2024 menjadi lebih dari Rp 300 miliar untuk 2025. Peningkatan nilai sponsor itu amat dibutuhkan PSSI untuk menunjang program tim Indonesia yang membutuhkan hampir Rp 400 miliar selama tahun 2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/31/d7d37c0e-cc95-43ba-9c4e-b8468ba047da_jpg.jpg)
Selain tim senior dan U-23 yang diasuh Shin Tae-yong, target untuk menembus turnamen level dunia juga dicanangkan kepada tim U-20 yang dilatih Indra Sjafri dan tim U-17 binaan Nova Arianto. Selama 2024, dua tim yunior itu melakukan perjalanan bertahap dari Piala AFF hingga kualifikasi Piala Asia.
Tim U-20 mampu memenuhi target untuk menjadi juara Piala AFF U-19. Selanjutnya, Indra mengantarkan tim asuhannya menembus Piala Asia U-20 2025 berkat meraih tujuh poin pada tiga pertandingan babak kualifikasi di Stadion Madya, Jakarta.
Selanjutnya, Indonesia telah dinanti tiga lawan berat di babak penyisihan Piala Asia U-20 di China, Februari 2025. Iran, Uzbekistan, dan Yaman menjadi rival yang harus diatasi Indonesia jika ingin menembus babak semifinal dan lolos ke Piala Dunia U-2020 2025 di Chile.
Piala Asia U-20 2025 adalah kesempatan ketiga Indra untuk menembus Piala Dunia U-20. Capaian terbaiknya tercipta pada 2018 ketika mengantarkan Indonesia lolos hingga perempat final. Ambisi untuk melaju ke semifinal dan menjadi salah satu duta Asia di Piala Dunia U-20 2018 digagalkan Jepang.
Sementara itu, tim U-17 yang gagal meraih Piala AFF U-16 2024 menebus kegagalan itu dengan lolos ke Piala Asia U-17 2025. Mereka menaklukkan Kuwait, tim tuan rumah babak kualifikasi, dan Kepulauan Mariana Utara, serta menahan imbang Australia untuk tampil di Arab Saudi 2025.
Meskipun undian babak penyisihan Piala Asia U-17 2025 belum berlangsung, langkah tim U-17 menuju Piala Dunia U-17 2025 akan lebih mudah. Sebab, dengan format terbaru, Asia bakal diwakili oleh sembilan tim, terdiri dari Qatar berstatus tuan rumah dan delapan tim lolos perempat final Piala Asia U-17 2025.
Anak asuhan Nova butuh lolos dengan menjadi salah satu dari dua tim terbaik di fase grup. Apa pun hasil di babak perempat final tidak akan memengaruhi raihan tiket ke babak utama Piala Dunia U-17 2025.
Namun, mimpi besar PSSI untuk membawa Garuda menembus level dunia bak fatamorgana. Sebab, kemampuan tim Indonesia di ajang internasional tidak mencerminkan kondisi sebenarnya pembinaan sepak bola nasional.
Di tim U-17 dan U-20, mayoritas pemain memang berasal dari didikan tim-tim lokal. Namun, kiprah mereka dalam turnamen internasional selama 2024 amat ditopang oleh program naturalisasi yang digiatkan PSSI dalam satu tahun terakhir. Misalnya, tim U-20 amat bergantung pada gol-gol dari penyerang muda Jens Raven untuk menjadi juara Asia Tenggara dan lolos ke Piala Asia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/29/ed67c40b-3e0f-4846-b8f1-8b16be7cfd61.jpg)
Kondisi lebih kontras terasa di tim senior. Ketika tampil dengan skuad mayoritas dari hasil pembinaan kompetisi dalam negeri dan hanya Rafael Struick berstatus pemain naturalisasi di Piala ASEAN 2024, performa tim melempem. Di level Asia Tenggara pun Indonesia gagal lolos dari fase gugur karena kalah bersaing dari Vietnam dan Filipina.
Decak kagum dunia tentang peningkatan signifikan timnas Indonesia seharusnya diimbangi dengan ekselerasi untuk pembenahan program pembinaan usia dini yang berkesinambungan dan kompetisi profesional yang transparan dan berformat kekal.
Sebab, pada akhirnya, timnas adalah buah dari proses panjang program pembinaan berjenjang yang dilakukan federasi. Kebanggaan akan terasa lebih merata terasa dari akar rumput jika pemain-pemain asli pembinaan dalam negeri bisa membantu Garuda terbang ke Piala Dunia.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji