Ucapan tajam Salah dalam wawancara yang menyudutkan Arne Slot ialah buah dari frustrasi berkepanjangan. Jarang berbicara ke media, apa sebenarnya motivasi Salah?
08 Des 2025 12:07 WIB · Olahraga
AFP
Bukan dengan jumlah gol atau asis, musim ini Mohamed Salah justru menggemparkan dunia melalui kata-katanya. Pemain asal Mesir tersebut tergolong jarang berbicara ke media. Namun, usai laga kontra Leeds United, Salah berucap panjang lebar yang turut meningkatkan tekanan kepada Manajer Arne Slot. Lewat wawancara itu, apa yang berusaha Salah capai?
Salah total berbicara sebanyak 1.116 kata. Cukup panjang untuk ukuran Salah yang selama ini dikenal irit bicara. Dia hanya mau berbicara kepada media ketika ada sesuatu yang mengganggu pikirannya atau memang ada hal-hal yang dirasa penting untuk disampaikan. Oleh sebab itu, saat Salah bersedia berbicara banyak seusai hasil imbang 3-3 Liverpool dengan Leeds, Minggu (7/12/2025), pastilah ada pesan atau makna dalam yang patut direnungkan.
Inti dari isi wawancara Salah terkait rasa frustrasinya dengan situasi tim saat ini yang kesulitan menampilkan performa terbaik. Untuk pertama kali sejak musim 2014-2015, Liverpool menelan sembilan kekalahan dari 12 pertandingan di seluruh kompetisi. Itu jelas bukan hasil menggembirakan untuk klub sebesar Liverpool yang sekaligus berstatus juara bertahan Liga Inggris.
Selain itu, Salah juga merasa dirinya menjadi kambing hitam dari keterpurukan ”Si Merah” musim ini. Sejumlah mantan pemain Liverpool menyuarakan kritik kepada Salah. Jamie Carragher jadi yang paling vokal dengan menyebut kaki Salah sudah tidak berfungsi seusai kekalahan memalukan dari PSV Eindhoven di Liga Champions.
Kekecewaan Salah akhirnya meledak setelah dicadangkan Slot dalam tiga pertandingan beruntun. Ia sulit menerima kenyataan bahwa ada pemain lain yang tampil inkonsisten, tetapi tidak mendapat perlakuan sama (dicadangkan). Ibrahima Konate, misalnya, terus mendapat kepercayaan tampil meski tampil buruk. Hanya, saja perlu diingat, pilihan Slot memainkan Konate didasarkan pada kondisi tim karena ketersediaan bek tengah sangat terbatas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/23/0a8d5319-21cc-48a2-a9e2-7bfdab8a39a6_jpg.jpg)
Drama antara Salah dan Slot turut menyeret Cody Gakpo yang juga terkadang tampil buruk. Perbedaan perlakuan antara Gakpo dan Salah memancing perdebatan di kalangan fans Liverpool. Slot disebut pilih kasih setelah hanya mencadangkan Salah. Sementara Gakpo tetap mendapat kepercayaan.
”Maaf, dengan segala hormat, saya mencintai semua orang. Saya mencintai (Erling) Haaland, tetapi saya adalah pencetak gol terbanyak saat ini di Liga Inggris. Saya memenangi liga dengan gaya. Itu (komentar) menyakitkan saya. Apa yang telah saya lakukan, itu menyakitkan. Saya mengenal klub ini dengan baik. Saya telah berada di sini selama bertahun-tahun. Besok, Jamie Carragher akan mengkritik saya, tetapi itu tidak masalah,” kata Salah kepada BBC.
Dari kalimatnya itu, Salah hendak mengatakan bahwa ia masih menjadi penyerang paling berbahaya di Inggris. Sayangnya, semua itu tinggal cerita, setidaknya hanya sampai musim lalu. Argumentasi Carragher mengandung kebenaran. Salah pada musim ini memang tidaklah secemerlang di masa lalu. Musim ini, Salah berkali-kali melewatkan peluang emas.
Statistik menunjukkan, Salah merupakan penyerang sayap paling tidak efisien saat ini. Dari data tingkat konversi peluang (conversion rate), Salah hanya mencatatkan 12,50 persen. Persentase itu menempatkannya pada urutan ke-29 penyerang dengan conversion rate tertinggi.
Salah kalah efisien dibandingkan dengan Igor Thiago (Brentford) yang mencatatkan conversion rate sebesar 31,43 persen, Danny Welbeck (Brighton and Hove Albion) sebesar 28 persen, dan Haaland (Manchester City) dengan persentase 26,32 persen. Padahal, secara jumlah tembakan, Salah menempati peringkat sembilan terbanyak dengan melepaskan 32 tembakan. Namun, yang berhasil dikonversi menjadi gol hanya empat.
Tingkat inefisiensi Salah semakin terlihat jelas dari perbandingan antara tendangan tepat sasaran dan yang melenceng. Musim ini, naluri menyerang Salah turun jauh dengan mencatatkan 22 tendangan melenceng (keenam terbanyak di liga) dan hanya 10 yang tepat sasaran. Dengan catatan statistik seperti itu, tidaklah keliru bagi Carragher menyebut kaki Salah sudah tidak berfungsi. Meski harus diakui, kalimat itu tergolong sangat tajam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/27/75fd6275658727f0a3c33996ae408cb6-FBL_EUR_C1_LIVERPOOL_PSV_134339819.jpg)
Itu juga yang kemungkinan besar menjadi pertimbangan Slot mulai menepikan Salah. Tidak seperti yang Salah pikirkan, Slot bukannya sama sekali tidak memberikan tanggung jawab besar kepadanya. Justru Salah pada mulanya dipercaya yang dibuktikan dengan menjadikannya sebagai pemain mula (starter) dalam 12 pertandingan awal musim ini. Namun, kesempatan itu disia-siakan Salah dengan berbagai macam pemborosan peluang.
Satu hal lainnya yang masih dalam perdebatan ialah kontribusi Salah dalam bertahan. Ia berkali-kali dikritik karena jarang turun ketika Liverpool mendapat tekanan. Dengan begitu, sisi kanan pertahanan Liverpool yang dikawal Conor Bradley dan Jeremie Frimpong jadi santapan empuk lawan.
Perdebatan muncul mengingat itu (keengganan Salah turun membantu pertahanan) bisa saja merupakan instruksi dari Slot. Ada pemikiran yang mengatakan bahwa dengan kecepatannya, Salah bisa sangat berguna dalam situasi transisi kilat sehingga diminta tetap diam di lini depan untuk mencuri momentum.
”Ini tidak bisa saya terima. Saya tidak tahu mengapa ini selalu terjadi pada saya. Saya tidak mengerti. Saya pikir jika ini terjadi di tempat lain, setiap klub akan melindungi pemainnya. Saya tidak tahu mengapa saya berada dalam situasi ini sekarang. Namun, bagaimana saya melihatnya sekarang adalah seperti Anda mengorek-orek Mo (Salah) karena dialah masalah di tim sekarang. Namun, saya rasa saya bukan masalahnya. Saya telah berbuat banyak untuk klub ini. Rasa hormat itu, saya ingin mendapatkannya. Saya tidak harus berjuang setiap hari untuk posisi saya karena saya pantas mendapatkannya. Orang-orang akan berkata, ’Ah, kamu tidak lebih besar’. Saya tidak lebih besar dari siapa pun, tetapi saya pantas mendapatkan posisi saya. Itulah sepak bola. Itulah adanya,” tutur Salah menumpahkan kekecewaan karena terus dicadangkan.
Komentar-komentar tajam itu kian merenggangkan hubungan antara Salah dan Slot. Apalagi, Salah juga meminta ibunya untuk datang menyaksikan laga Liverpool melawan Brighton. Spekulasi kepergian Salah pun merebak. Laga melawan Brighton merupakan yang terakhir bagi Salah bersama Liverpool sebelum membela Mesir di Piala Afrika. Salah bisa saja memilih pergi pada bursa transfer musim dingin jika situasi yang melibatkan dirinya dengan Slot memburuk.
Titik temu adalah hal yang saat ini sangat dibutuhkan Salah dan Slot. Bagaimanapun, Salah telanjur menandatangani perpanjangan kontrak selama dua musim pada awal tahun ini. Sangat menyedihkan melihat dinamika hubungan Salah yang positif di awal tahun menjadi sangat tidak pasti pada akhir tahun. Jika tidak ada yang bisa mengalah, perpisahan dipastikan akan menjadi jalan terbaik.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto