Meskipun Pram-Doel unggul di Jakarta, suara pasangan calon ini di beberapa lembaga survei masih belum menunjukkan di atas angka 50 persen hingga Rabu sore.
27 Nov 2024 18:02 WIB · Metro
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/225249e9511512bb9a8672e217d8a628-WhatsApp_Image_2024_11_27_at_17.30.01.jpeg)
JAKARTA, KOPAS — Berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat beberapa lembaga survei, Pilkada Jakarta 2024 berpotensi dua putaran. Meskipun calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, unggul, suara pasangan calon ini di beberapa lembaga survei belum menunjukkan di atas angka 50 persen hingga Rabu (27/11/2024) sore.
Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, unggul 49,46 persen dalam hitung cepat quick count sementara Litbang Kompas, Rabu (27/11/2024). Data quick count Litbang Kompas ini dirilis pada pukul 16.57 WIB.
Sementara itu, pasangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono, mendapatkan 40,06 persen suara. Kemudian, pasangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 10,48 persen suara. Perolehan suara tersebut diperoleh dari penghitungan suara yang masuk sebanyak 97,25 persen dari total 400 tempat pemungutan suara (TPS) sampel.
Sementara Lembaga Survei Indonesia merilis hasil quick count Ridwan-Suswono (39,84 persen), Dharma-Kun (10,52 persen), dan Pramono-Rano (49,64 persen). Penghitungan ini didapat dari 69,90 persen data yang masuk hingga pukul 15.40 WIB.
Adapun hasil hitung cepat dari Charta Politika Pilkada hingga pukul 15.58 WIB menunjukkan bahwa pasangan Ridwan-Suswono memperoleh 39,63 persen, Dharma-Kun memperoleh 10,60 persen, dan Pramono-Rano memperoleh 49,77 persen.
Perolehan suara tersebut diperoleh dari penghitungan yang masuk sebesar 80,75 persen dari 400 sampel TPS. Quick count Charta Politica pada Pilkada Jakarta 2024 menggunakan metode stratified random sampling, dengan margin of error sebesar kurang lebih 1 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/b77a008038728117085d47355f637b2c-WhatsApp_Image_2024_11_27_at_17.30.18.jpeg)
Dalam konferensi persnya di LS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024) sore, Pramono mengatakan, sudah mengetahui dirinya unggul di Jakarta. Akan tetapi, memang di berbagai lembaga survei suaranya belum melampaui 50 persen.
Meski demikian, Pramono mengatakan telah menyiapkan hitungan nyata (real count) versi mereka untuk menghitung suara pada malam ini demi mengukur kemenangan mereka dalam Pilkada Jakarta. Pihaknya memiliki saksi di seluruh TPS sehingga akan mendapat hitungan nyata nanti malam.
Pramono mangatakan, masih ada potensi dirinya menang satu putaran karena rata-rata hasil quick count lebih dari 49 persen suara.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada sejumlah tokoh politik yang mendukungnya dalam kontestasi Pilgub Jakarta 2024. Dukungan para tokoh menjadi pelengkap dari perjuangannya sebagai calon gubernur Jakarta selama ini.
”Kami berterima kasih kepada Pak Anies, Pak Ahok, Bang Foke, dan keluarga Bang Yos yang telah mendukung kami," kata Pramono.
Pramono juga berharap hasil exit poll dan quick count Pilkada Jakarta 2024 sejalan dengan hasil real count nantinya. Ia juga mengapresiasi jalannya Pilkada Jakarta yang berlangsung dengan baik.
Hasil rekapitulasi suara akan diumumkan paling lambat pada 16 Desember 2024.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/27/2d610144-2e6e-4442-857f-420f7143cdb2_jpg.jpg)
Sementara itu, wakilnya, Rano Karno, mengatakan, siapa pun yang menang, warga Jakarta harus menerima dengan lapang dada. Tidak boleh ada ujaran kebencian dan harus saling mendukung.
Diketahui, Pemilihan Gubernur Jakarta menjadi satu-satunya daerah yang dapat digelar dalam dua putaran di pilkada serentak 2024. Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota Indonesia, calon yang bersaing nantinya wajib mendapat suara lebih dari 50 persen suara.
Ketua KPU Jakarta Wahyu Dinata mengatakan, KPU Jakarta akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang. ”Kami akan melakukan penghitungan berjenjang dalam kurun waktu enam hari sejak 28 November 2024,” ujarnya.
Rincian tahap penghitungan suara, yaitu pada 27-28 November 2024, akan ada penyampaian hasil penghitungan suara di TPS oleh Panitia Pemungutan Suara kepada PPK. Dilanjutkan dengan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan pada 28 November-3 Desember 2024.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/30c5cb88037ace8495e7457b788811b9-IMG20241127164835.jpg)
Lalu, pada 28 November-4 Desember 2024 akan ada pengumuman hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Pada 5-7 Desember 2024 ada rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten/kota.
Kemudian pada 5-11 Desember 2024 akan ada pengumuman hasil rekapitulasi tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya, pada 9-11 Desember 2024 ada rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi dan penetapan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan pada 10-16 Desember 2024 pengumuman hasil rekapitulasi tingkat provinsi dan penetapan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
”Hasil rekapitulasi suara akan diumumkan paling lambat pada 16 Desember 2024,” kata Wahyu.
Di sisi lain, Wahyu mengakui warga Jakarta kurang antusias dalam Pilkada Jakarta 2024 dibanding pilkada sebelumnya. Ia menyebut pada pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB, sejumlah lokasi TPS relatif lengang.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah AlEditor:
Maria Susy BerindraPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase