PARTAI POLITIK

PKB Dukung Prabowo Presiden Dua Periode, Wapres Belum Dibahas

Dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pilpres 2029 semakin banyak. Kini, dukungan datang dari Partai Kebangkitan Bangsa.

04 Feb 2026 19:27 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal Basyari

Jajaran pengurus pusat dan daerah PKB seusai mengadakan audiensi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

JAKARTA, KOMPAS — Meski Pemilihan Presiden 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, Partai Kebangkitan Bangsa telah menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode. Dukungan itu diberikan karena PKB menilai kinerja pemerintahan saat ini memuaskan dan siap terus menyukseskan program-program pemerintah.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar seusai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, Muhaimin didampingi jajaran Dewan Pimpinan Pusat dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB dari 38 provinsi.

”Kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan 10 tahun yang akan datang,” ucap Muhaimin.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Meski demikian, lanjutnya, PKB belum menentukan dukungan bagi wakil presiden. Begitu pula saat disinggung apakah PKB juga bakal mendukung Gibran Rakabuming yang saat ini mendapingi Prabowo atau tidak. Sebab, penentuan dukungan bagi wapres untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2029 belum dibahas.

”Belum dibahas, belum (wapres). Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan (PKB) kompak minimal dua periodelah,” katanya.

Menurut Muhaimin, dukungan dini kepada Prabowo diberikan karena kinerja pemerintahan selama sekitar 16 bulan sangat memuaskan. Oleh karena itu, PKB akan mendukung penuh semua kebijakan dan program-program Prabowo yang dinikmati rakyat secara langsung, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). PKB juga siap membangun ekosisten program MBG agar program tersebut lebih produktif dan berdampak pada masyarakat luas.

Di bidang ekonomi, PKB mendukung penerapan konsep ”ekonomi konstitusi” sesuai Pasal 33 UUD 1945. Perubahan sistem ekonomi yang dilakukan Prabowo telah memberi perlindungan lebih besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus memperkuat peran negara dalam menjamin pemerataan akses permodalan dan pasar.

Muhaimin menekankan bahwa sistem persaingan yang terlalu bebas selama ini membuat kelompok kecil sulit berkembang. Oleh karena itu, negara perlu hadir melalui regulasi dan kebijakan afirmatif agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok atas.

”PKB yakin Presiden akan sukses melaksanakan ekonomi konstitusi, terutama pada aspek keadilan, pemerataan, dan keadilan ekonomi,” kata Muhaimin.

Simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa berfoto dengan spanduk berlogo partai mereka, di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023). Dalam gelaran itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menyampaikan enam dekret yang bakal memandu partainya menjadi besar di masa mendatang.

Selain itu, PKB memuji Prabowo yang dianggap memahami peta geopolitik yang rumit, kompleks, dan membutuhkan penanganan cepat dan khusus. PKB juga menegaskan dukungan terhadap arah diplomasi internasional yang dijalankan Presiden Prabowo, termasuk bergabung ke Dewan Perdamaian yang menjadi bagian penting dari solusi global.

”PKB puas dengan kepemimpinan Pak Prabowo dan siap menjadi bagian utama yang menjadi garda terdepan. PKB siap jadi garda terdepan menyukseskan program-program Pak Presiden,” kata Muhaimin.

Dukungan terhadap Prabowo untuk kembali maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 sebelumnya juga disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Menurut dia, Golkar tidak perlu mencari sosok lain karena Prabowo dinilai sebagai sosok terbaik. Terlebih, Prabowo merupakan mantan kader Golkar.

Namun, dukungan untuk Prabowo maju di Pilpres 2029 itu belum disertai dengan sosok pendamping. Sama halnya dengan PKB, Golkar juga belum menyebut soal sosok calon wakil presiden yang bakal didukung.

Sementara sejumlah parpol mendukung Prabowo tanpa calon pendamping, Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya, Surakarta, Jawa Tengah, akhir Januari lalu menegaskan bahwa dirinya mendukung agar Prabowo kembali berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Pilpres 2029. Menurut dia, Gibran yang juga putra sulungnya tidak akan menjadi calon presiden, tetapi menjadi pendamping Prabowo. ”Kan, sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” tutur Jokowi.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan salam komando bersama adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) usai dikukuhkan sebagai sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018). Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 17-02-2018 *** Local Caption *** Kogasma Demokrat - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan salam komando bersama adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) usai dikukuhkan sebagai sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2). Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 17-02-2018

Menanggapi wacana itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan, persoalan itu harus ditanyakan kepada partai. Adapun Demokrat dinilai banyak pihak berpotensi untuk memajukan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, untuk menjadi calon wakil Presiden.

Terlepas dari itu, kata Edhie, Demokrat berkomitmen untuk mengawal Presiden Prabowo agar bisa menjalankan tugasnya, yakni menjawab tantangan bangsa, memastikan pembangunan berkeadilan, serta menciptakan kedamaian dan keamanan untuk seluruh elemen bangsa. ”Jadi, fokus kita di situ sekarang ini, tahun 2026, ya. Insya Allah, kita kawal semua yang positif untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Edhie.

Semua parpol berpeluang

Guru Besar Ideologi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta A Bakir Ihsan mengatakan, peluang untuk menempatkan kader sebagai wapres untuk mendampingi Prabowo masih terbuka bagi semua parpol. Hal itu membuat parpol hanya memberikan dukungan dini kepada Prabowo untuk menjadi calon presiden dua periode.

Petigas mengangkat papan informasi Pemilu 2024 saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilpres di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (24/2/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar PSU di sepuluh TPS di Surabaya atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya. Berdasarkan temuan, terdapat TPS yang surat suara calon legislatif DPRD Kota Surabaya yang tidak sesuai dapil serta TPS yang mengalami persoalan pemilih yang diperbolehkan menggunakan hak pilihnya namun tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Di sisi lain, parpol-parpol besar seperti Partai Golkar maupun PKB yang telah meneguhkan dukungan memiliki kursi cukup besar untuk mengajukan kadernya sebagai cawapres. Parpol-parpol itu juga memiliki kader potensial yang memiliki kapasitas dan popularitas untuk mendapingi Prabowo di periode kedua.

Kondisi itu bahkan diperkuat dengan posisi Gibran yang masih bisa berubah. Dukungan parpol untuk Gibran maju di Pilpres 2029 dinilai masih lemah karena baru mendapatkan dukungan dari Partai Solidaritas Indonesia. ”Makanya baru Jokowi dan PSI yang tegas mendukung Prabowo-Gibran dua periode,” ujarnya.

Lebih jauh, lanjut Bakir, dukungan dini yang diberikan sejumlah parpol kepada Prabowo menunjukkan pragmatisme politik. Parpol kehilangan fungsi perekrutan kepemimpinan yang sejatinya tumbuh dari dalam internal parpol. Parpol bahkan mengambil jalan pintas dan kalah sebelum perang. ”Parpol hanya menjadi lapak politik yang memasarkan produk lain, bukan memproduksi sendiri,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, dukungan dini juga menunjukkan rapuhnya posisi tawar parpol terhadap Prabowo. Parpol yang jauh hari sudah menyatakan dukungan kepada penguasa menunjukkan ketergatungannya pada kekuasaan dan membuatnya kehilangan posisi tawar.

”Ini bisa juga karena kinerja kader parpol tersebut biasa-biasa saja sehingga pernyataan dukungan dini lebih sebagai cara untuk mencari jalan selamat,” kata Bakir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase