BerandaUtamaPKB Prioritaskan Garap ”S...

PKB Prioritaskan Garap ”Swing Voters”

Kelompok swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi prioritas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selama 30 hari menjelang Pemilu. Kelompok ini dianggap potensial menaikkan perolehan suara bagi PKB dan dukungan bagi calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma\'ruf Amin.

12 Mar 2019 19:32 WIB · Utama

Oleh REGINA RUKMORINI

 Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar datang dan menghadiri acara apel kemenangan PKB pada Pemilu 2019, yang diselenggarakan DPW PKB Jawa Tengah, di Hotel Atria, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019).

MAGELANG, KOMPAS — Kelompok swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi prioritas Partai Kebangkitan Bangsa selama 30 hari menjelang pemilu. Kelompok ini dianggap berpotensi menaikkan perolehan suara bagi PKB dan dukungan bagi calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, segenap kader, pengurus, dan calon anggota legislatif hendaknya melakukan upaya optimal menggaet suara dari kelompok swing voters.

”Soal bagaimana meraih suaranya, tinggal kita perhatikan bagaimana kemauan dan keinginan mereka saja,” ujar Muhaimin yang ditemui di sela-sela acara apel pemenangan PKB pada Pemilu 2019, yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah, di Hotel Atria Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019).

Muhaimin mengatakan, untuk pemilihan presiden, PKB adalah kekuatan pendukung bagi PDI-P. Oleh karena itu, dia pun mengingatkan agar PKB terus mengembangkan dukungan di berbagai tempat.

Saat ini, dia memastikan, sekitar 93 persen pendukung PKB mendukung Jokowi-Amin. Untuk memastikan kekuatan tersebut tetap terjaga, dia sudah mengingatkan segenap pengurus dan kader untuk tidak berganti pilihan di saat-saat terakhir.

”Siapa saja anggota PKB yang berganti pilihan akan mendapatkan sanksi keras. Mereka bisa diberhentikan,” ujarnya.

Dalam pemilu ini, Muhaimin mengatakan, PKB ditargetkan mampu meraih minimal 18 persen suara dan meraih 100 kursi di DPR. ”Kita harus meraih sebanyak-banyaknya suara dan kursi di legislatif sehingga nantinya bisa ikut berperan dalam kebijakan pemerintah mendatang,” kata Muhaimin.

 Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan sambutan dalam acara apel kemenangan PKB pada Pemilu 2019, yang diselenggarakan DPW PKB Jawa Tengah, di Hotel Atria, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019).
Quote

Segenap kader, pengurus, dan calon anggota legislatif hendaknya melakukan upaya optimal menggaet suara dari kelompok swing voters. (Muhaimin Iskandar)

Menindaklanjuti arahan Muhaimin, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Yusuf Chudlori mengatakan, pihaknya akan mengerahkan upaya maksimal untuk meraih suara dari kelompok swing voters.

”Saat ini, kami sudah mengerahkan segenap kader, pengurus, dan caleg untuk turun langsung ke lapangan, dan melakukan pendekatan ke kelompok swing voters, yang kebanyakan adalah kelompok milenial,” ujarnya. Di Jawa Tengah, terdata sekitar 19 persen pemilih belum menentukan pilihannya.

Baca juga: Isu Hoaks Dapat Memengaruhi Pilihan ”Swing Voters”

 Kader dan pendukung PKB menghadiri acara apel kemenangan PKB pada  Pemilu 2019, yang diselenggarakan DPW PKB Jawa Tengah, di Hotel Atria, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019).

Politik uang

Sementara itu, Muhaimin mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemilu kali ini adalah maraknya politik uang di sejumlah tempat. Menyikapi kondisi ini, dia meminta segenap pendukung PKB bersikap bijak. ”Jika memang perlu, terima saja uangnya. Namun, jangan pilih orangnya atau partainya,” ujarnya.

Khusus untuk di wilayah Jawa Tengah, Yusuf mengatakan, pihaknya juga sudah berupaya melawan politik uang dengan gencar melakukan edukasi, menyadarkan masyarakat bahwa pilihan mereka jauh lebih bernilai daripada imbalan uang ditawarkan.

Saat ini, sekalipun masih sulit dibuktikan dan dilihat secara langsung, Yusuf mengatakan, politik uang memang nyata terjadi. Terkait hal ini, dia pun berharap Bawaslu segera turun tangan dan menindak tegas kasus ini.

Baca juga: Pemilih Bimbang Punya Siapa?


Kerabat Kerja

Penulis:

REGINA RUKMORINI
 | 

Editor:

Gregorius Magnus Finesso