PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Pascabanjir di Aceh dan Sumut

Tower darurat diturunkan untuk memulihkan kelistrikan pascabanjir.

28 Nov 2025 11:17 WIB · Ekonomi & Bisnis

PLN UID Sumut

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — PT PLN (Persero) mempercepat normalisasi kelistrikan di lokasi bencana banjir di Aceh hingga Sumatera Utara. Kolaborasi dengan tim gabungan penanganan bencana membantu pemulihan infrastruktur untuk kelangsungan kegiatan masyarakat dalam situasi bencana.

Di Aceh, PLN bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk membawa dan memasang menara atau tower listrik darurat. Material tersebut dibawa dengan pesawat Hercules dari Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Aceh pada Kamis (27/11/2025) pagi.

Dalam rilis resmi yang dikutip Jumat (28/11/2025), material itu tiba di Lanud Iskandar Muda, Aceh, sebelum dibangun ulang untuk tower darurat di titik-titik lokasi terdampak. Lokasi itu, misalnya, di jalur Bireuen-Arun, jalur Brandan-Langsa, dan jalur Peusangan-Bireuen.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra menyatakan, percepatan pemulihan merupakan prioritas utama PLN.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelusuran lokasi jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) yang terdampak, PLN menemukan kerusakan tower yang lebih banyak.

Kondisi salah satu jalan utama di Provinsi Aceh yang dilanda banjir, pada Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem resmi menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi 2025 menyusul banjir dan longsor yang melanda di hampir seluruh wilayah Aceh.

Jika sebelumnya terindikasi lima tower transmisi roboh, kini ditemukan adanya kerusakan hingga 12 tower di beberapa jalur transmisi SUTT 150 KV, yaitu jalur Bireuen-Arun, jalur Brandan-Langsa dan jalur Peusangan-Bireuen.

”Kondisi ini membuat kami harus meningkatkan volume material dan percepatan distribusi ke lokasi,” ujar Eddi.

Material tower listrik dibawa dari beberapa daerah, seperti Padang, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Jambi, sampai daerah di Jawa Barat. Mobilisasi ini dibantu dukungan armada TNI AU yang dapat menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat ditembus lewat darat.

”Begitu material tiba, tim langsung bergerak mengirimkannya ke titik-titik prioritas untuk pembangunan tower darurat,” ujarnya.

PLN juga menambah jumlah personel lapangan dari unit tersebar untuk memperkuat pengamanan jaringan, penanganan gangguan, dan percepatan pembangunan struktur sementara. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar seluruh proses pemulihan berjalan aman dan terpadu.

Di Sumatera Utara, PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut) juga bergerak cepat menghadapi cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Lebih dari 701 personel siaga disebar di semua unit layanan.

Tim siaga langsung melakukan pengamanan instalasi jaringan PLN dan percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang rusak akibat terendam banjir, tertimpa material longsor, hingga terkena pohon tumbang.

Sistem ketenagalistrikan yang terdampak bencana tercatat ada di sejumlah wilayah, termasuk Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kepulauan Nias.

Petugas PLN UP3 Sibolga di Sumatera Utara saat memperbaiki jaringan yang terkena bencana longsor, Rabu (26/11/2025).

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Surya Sahputra Sitepu menyampaikan bahwa mereka secara bertahap melakukan pemulihan pada titik-titik yang telah dinyatakan aman dari genangan air, arus banjir, material longsor, ataupun risiko bencana susulan.

”Seluruh pekerjaan lapangan dilaksanakan dengan prinsip zero accident, memastikan tidak ada aktivitas perbaikan sebelum kondisi benar-benar aman. Namun, PLN berkomitmen memulihkan sistem kelistrikan hingga pulih sepenuhnya,” kata Surya dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Surya juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya listrik di tengah cuaca ekstrem yang melanda.

”Segera laporkan apabila melihat jaringan listrik yang rusak atau berpotensi membahayakan. Jangan menyentuh peralatan listrik yang terendam air atau jaringan yang tampak turun. Gunakan aplikasi PLN Mobile atau Call Center 123 agar laporan dapat segera ditangani,” tambahnya.

Rangkaian bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem telah melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak Senin (24/11/2025). Siklon tropis Senyar membawa hujan dengan intensitas sangat tinggi di tiga provinsi terdampak. Ini memicu banjir, banjir bandang, dan longsor, serta mengganggu layanan transportasi dan juga pelayaran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, per Kamis (27/11/2025), sebanyak sembilan kota dan kabupaten di Aceh mengalami banjir, demikian pula dengan sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Utara, serta di tiga kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Atas kejadian ini, pemerintah menetapkan status Tanggap Darurat di Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

Agnes Theodora
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji