Polda Sulsel Klaim Tangkap 10 Perusuh di Makassar, Kerugian Sentuh Rp 253 Miliar

Sebanyak 10 orang ditangkap di Kota Makassar dan dua orang di Kota Palopo dalam aksi unjuk rasa berujung ricuh. Polisi tengah memburu tersangka lain.

02 Sep 2025 17:37 WIB · Politik & Hukum

Oleh Reny Sri Ayu

MAKASSAR, KOMPAS — Polda Sulawesi Selatan menyebut telah menangkap 10 perusuh yang diduga terlibat aksi berujung ricuh di Kota Makassar dan Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Khusus di DPRD Makassar, kerugian akibat aksi berujung ricuh itu lebih dari Rp 253 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Komisaris Besar Setiadi Sulaksono di Makassar, Selasa (2/9/2025), mengatakan, mereka yang ditangkap tersebut terlibat perusakan dan pembakaran di DPRD Kota Makasaar dan DPRD Sulsel.

”Selain itu, ada dua tersangka lain yang ditangkap saat demo di DPRD Palopo,” katanya.

Setiadi belum mau merinci nama tersangka. Namun, ia memastikan ada di antara mereka anak di bawah umur.

”Peran para tersangka ini bukan hanya perusakan dan pembakaran. Sebagian adalah provokator yang melakukan live di media sosial,” ujarnya.

Massa membakar Gedung DPRD Kota Makassar dalam aksi unjuk rasa berujung ricuh di Makasaar, Jumat (29/8/2025) malam. Sejumlah kendaraan ikut terbakar.

Aksi berujung ricuh dan menyebabkan terbakarnya Gedung DPRD Kota Makasaar dan Gedung DPRD Sulsel itu terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam.

Di Gedung DPRD Makassar, selain bangunan, sebanyak 67 kendaraan roda dua dilalap api. Sementara 15 unit kendaraan roda dua lainnya dijarah. Barang-barang di gedung ini, termasuk mesin ATM, ikut diangkut massa.

Lebih fatal, kebakaran di DPRD Makassar juga menyebabkan tiga orang tewas. Mereka adalah Muhammad Akbar Basri (fotografer humas DPRD Kota Makassar), Sarinawati (staf anggota DPRD Makassar), dan Syaiful (Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah).

Terpisah, korban lain jatuh di depan Kantor Gubernur Sulsel. Dia adalah Rusdamdiansyah,  pengemudi ojek online yang dikeroyok karena dikira intel polisi.

Sementara itu, demo berujung ricuh di DPRD Kota Palopo terjadi pada Senin (1/9/2025). Massa melempari dan menyerbu Gedung DPRD hingga kaca-kaca pecah. Perusakan juga dilakukan di area dalam gedung.

Sebelumnya, Senin, polisi mulai melakukan olah tempat kejadian perkara di Gedung DPRD Makassar. Kepala Bidang Laboratorium  Forensik Polda Sulsel Komisaris Besar Wahyu Marsudi mengatakan, polisi terkendala obyek yang terbakar cukup luas dan tinggi. Selain itu banyak kendaraan serta barang lain yang ikut terbakar.

”Kita masih melakukan observasi umum untuk melihat tingkat jelajah api, kemudian kira-kira ada berapa titik. Nanti, kita fokuskan kira-kira penyebabnya apa,” katanya.

Mahasiswa dan berbagai lembaga kembaki melakukan aksi unjuk rasa di Makasaar, Senin (1/9/2025). Salah satu titik Akai adalah di jembatan flyover.

Miliaran rupiah

Sementara itu, terkait kerusakan Gedung DPRD Makasaar, nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 253,4 miliar. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyatakan, rinciannya terdiri dari 67 kendaraan roda empat yang hangus terbakar senilai Rp 13,4 miliar dengan estimasi harga satu kendaraan Rp 200 juta.

”Lalu, ada 15 kendaraan roda dua dengan estimasi harga  Rp 16 juta per unit, nilai kerugian ditaksir Rp 240 juta. Kerugian terbesar adalah kerusakan gedung dengan rincian luas bangunan 20 x 20 meter dan total luas lantai 400 meter persegi yang terdiri atas empat lantai,” kata Yuli Rachmat, penanggung jawab laporan dari BPBD Sulsel.

Adapun alat dan perlengkapan kantor tidak dapat diasumsikan karena fisik tidak dapat dikenali. Selain itu, akses masuk ke ruangan sangat terbatas karena bangunan rentan ambruk

”Ketidakpastian terbesar adalah nilai mobil dalam hal ini kelas kendaraan dinas dan mobil biasa. Selain itu, luas dan spesifikasi bangunan. Peralatan kantor, arsip, dokumen penting, serta biaya tidak langsung (pemulihan layanan pemerintahan, relokasi, kehilangan arsip) belum dimasukkan,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto