Konstitusi AS melarang pejabat pemerintah menerima hadiah, imbalan, jabatan, atau gelar apa pun tanpa persetujuan Kongres.
12 Mei 2025 14:19 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, SENIN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai polemik. Dia berencana menerima hadiah pesawat baru sebagai hadiah dari Qatar. Padahal, AS mempunyai aturan ketat soal hadiah untuk presiden.
ABC News, Senin (12/5/2025), melaporkan, Trump bersiap menerima pesawat jet jumbo Boeing 747-8 yang supermewah dari keluarga Kerajaan Qatar. Ia akan menggunakan pesawat ini sebagai Air Force One baru selama menjabat sebagai presiden lalu mengalihkan kepemilikan ke Perpustakaan Kepresidenan Trump.
Pengumuman hadiah itu kemungkinan berlangsung pada pekan depan. Trump akan mengunjungi tiga negara Timur Tengah, termasuk Qatar.
Perjalanan itu akan menjadi lawatan luar negeri perdana Trump di periode kedua. Baru-baru ini, dia untuk kali pertama keluar dari AS untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada 26 April 2025.
”Jadi, fakta bahwa Departemen Pertahanan mendapatkan hadiah gratis berupa pesawat untuk menggantikan Air Force One yang berusia 40 tahun untuk sementara, dalam transaksi yang sangat terbuka dan transparan, sangat mengganggu kaum Demokrat,” tulis Trump di pelantar Truth Social tanpa menyebut Qatar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/12/4c23dc83-66be-4d20-9cb4-77a1599cce41_jpg.jpg)
ABC News menyebut pesawat itu sebagai ”istana terbang”. Pesawat itu akan menjadi hadiah termahal yang pernah diterima Pemerintah AS. Alhasil, kontroversi muncul untuk Presiden AS tentang potensi konflik kepentingan antara bisnis keluarganya dan penggunaan jabatan publik.
Qatar segera berusaha meminimalkan keributan. Tidak akurat untuk menyebut pesawat itu sebagai hadiah. Ali Al-Ansari, Atase Media Qatar di Washington DC, mengatakan, laporan bahwa Qatar akan memberikan jet kepada Pemerintah Amerika Serikat selama kunjungan Presiden Trump mendatang tidak akurat.
”Kemungkinan pengalihan pesawat untuk penggunaan sementara sebagai Air Force One saat ini sedang dipertimbangkan antara Kementerian Pertahanan Qatar dan Departemen Pertahanan AS,” kata Al-Ansari.
Namun, Al-Ansari melanjutkan, masalah tersebut masih ditinjau. Belum ada keputusan yang diambil.
Konstitusi AS melarang pejabat pemerintah menerima hadiah, imbalan, jabatan, atau gelar apa pun dari ”Raja, Pangeran, atau negara asing mana pun” tanpa persetujuan Kongres. Namun, Trump akan mengabaikan hukum dengan menyerahkan jet itu ke perpustakaan kepresidenannya setelah ia menyelesaikan jabatannya.
Penerimaan hadiah tersebut menimbulkan pertanyaan soal etis dari kedua belah pihak. Langkah Trump seolah mengabaikan hukum yang dibuat untuk menghentikan korupsi di dalam tubuh pemerintah.
Kathleen Clark, pakar etika pemerintahan dari Sekolah Hukum Universitas Washington di St Louis, menuduh Trump berniat mengeksploitasi kekuasaan pemerintah federal untuk mengumpulkan kekayaan pribadi, bukan untuk tujuan kebijakan.
”Ini keterlaluan. Trump yakin dia akan lolos dari ini,” ujar Clark.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/12/be0652d0-d911-4a99-b8fc-15c725545023_jpg.jpg)
Komite Nasional Demokrat berpendapat, tindakan itu adalah bukti Trump menggunakan Gedung Putih untuk keuntungan finansial pribadi. ”Sementara keluarga pekerja bersiap menghadapi biaya yang lebih tinggi dan rak-rak kosong, Trump masih fokus memperkaya dirinya sendiri dan para miliarder pendukungnya,” tulis DNC.
Beberapa anggota parlemen Demokrat ikut mengecam rencana itu, termasuk Chuck Schumer. Senator Chris Murphy dari Connecticut menyebutnya ”sangat ilegal” dan anggota DPR Kelly Morrison dari Minnesota mengatakan, pemberian itu sama saja dengan korupsi terang-terangan dan suap yang tidak etis.
Malahan, Laura Loomer, sekutu sayap kanan Trump, juga menyebutkan, penerimaan pesawat Qatar akan menjadi ”noda” bagi pemerintahan. Apalagi, menurut dia, Qatar mendanai proksi Iran yang sama di Hamas dan Hizbullah yang telah membunuh anggota militer AS.
Namun, Gedung Putih dan Departemen Kehakiman meyakini, hadiah tersebut sah dan bukan suap. Sebab, pesawat itu tidak diberikan sebagai imbalan atas bantuan atau tindakan tertentu, kata sumber kepada ABC.
Selain itu, hadiah itu tidak melanggar konstitusi. Pesawat itu akan diserahkan terlebih dahulu ke Angkatan Udara AS sebelum diserahkan ke perpustakaan kepresidenan. Dengan demikian, pesawat tidak akan pernah diberikan kepada perseorangan.
Trump telah lama tidak senang dengan pesawat-pesawat Air Force One. Pesawat Air Force One adalah dua pesawat seri Boeing 747-200B yang dimodifikasi. Keduanya sudah berusia lebih dari 30 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/12/b0148416-f8d0-4449-8dfa-49ddc7cd2702_jpg.jpg)
Awal 2025, Trump ingin mencari alternatif untuk Boeing menyusul keterlambatan pengiriman dua model baru. Pada 2018, Boeing sepakat untuk memasok dua pesawat 747-8 yang diperbarui seharga 3,9 miliar dollar AS pada akhir 2024.
Akan tetapi, seorang subkontraktor kemudian bangkrut. Pandemi Covid-19 juga mengganggu produksi. Boeing terpaksa menunda pengiriman pesawat hingga tahun 2027 dan 2028, mendekati tahun-tahun akhir Trump menjabat.
Meski pesawat yang ditawarkan Qatar dilaporkan berusia lebih dari 10 tahun, Boeing 747-8 baru berharga sekitar 400 juta dollar AS, kata para ahli. Pesawat itu juga harus dilengkapi dengan peningkatan alat komunikasi dan keamanan sebelum menjadi Air Force One.
Walau sudah dimodifikasi, seorang mantan pejabat mengatakan, kemampuan pesawat itu akan lebih terbatas dari Air Force One yang sudah ada dan yang akan datang. Pesawat Air Force memiliki perisai radiasi, teknologi antirudal, dan teknologi mengisi bahan bakar di udara. (AP/AFP)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase