IPW mendesak penembakan yang menewaskan tiga polisi di Lampung diusut oleh tim gabungan TNI dan Polri.
18 Mar 2025 09:34 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Negara RI atau Polri menyatakan dukacita atas meninggalnya tiga anggotanya di Way Kanan, Lampung, saat menggerebek judi sabung ayam. Selain mengotopsi ketiga jenazah polisi tersebut, saat ini Polda Lampung juga menggelar olah tempat kejadian perkara atau olah TKP penembakan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (18/3/2025), menyampaikan Polri tengah fokus mengurus jenazah tiga anggotanya yang gugur dalam tugas. Ketiganya adalah Kapolsek Nagara Batin Way Kanan Inspektur Satu Lusiyanto, Brigadir Kepala Petrus Apriyanto, dan Brigadir Dua M Ghalib Surya Ganta.
Saat ini ketiga korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Lampung, untuk diotopsi. Polisi juga mengusut lebih lanjut penembakan yang menewaskan ketiganya. Selain itu, Polda Lampung dan Polres Way Kanan telah memberikan dukungan dan bantuan terhadap Polsek Nagara Batin.
”Polri berduka mendalam atas gugurnya personel-personel terbaiknya dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai abdi masyarakat,” kata Trunoyudo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/c0944bf3378ccb83dfefbb31d4864042-DSC00514.JPG)
Menurut Trunoyudo, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika telah berada di RS Bhayangkara, Lampung. Di sana, aparat masih fokus untuk melakukan otopsi dan mengurus jenazah beserta keluarga korban.
”Sedangkan untuk personel Polda Lampung masih melakukan penyelidikan berupa olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memberikan dukungan terhadap Polres Way Kanan,” terangnya.
Dari informasi yang dihimpun Kompas, pada Senin sore, Polres Way Kanan melakukan penggerebekan di lokasi perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Dalam penggerebekan itu, ketiganya gugur.
Secara terpisah, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya ketiga personel kepolisian tersebut. Dia pun mendesak agar peristiwa itu diusut dan diproses secara hukum.
Menurut Sugeng, dari informasi yang dia terima, kekerasan yang terjadi di Kampung Karang Manik itu dilatarbelakangi masalah perjudian melalui sabung ayam. Diduga ketiga polisi itu ditembak dari jarak dekat. Untuk membuktikan dugaan itu, perlu digelar uji balistik.
”Bisa dibayangkan polisi yang sedang melaksanakan tugasnya saja bisa menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan mati,” kata Sugeng.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/a6b3a4fa-7e26-45eb-bf73-712a5ed498c4_png.png)
Terkait dugaan keterlibatan anggota TNI, Sugeng mendesak agar hal itu segera ditangani melalui tim gabungan TNI dan Polri. Sebab, peristiwa kekerasan semacam itu dapat dialami warga sipil.
”IPW mendorong agar para politisi di DPR dan pemerintah cermat dalam memberikan perluasan kewenangan TNI dan memperketat pengawasan dalam revisi Undang-Undang tentang TNI tersebut untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan ke depan,” kata Sugeng.
Mengenai kasus tersebut, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel (Inf) Eko Syah Putra Siregar ketika dihubungi, Senin (17/3/2025), mengatakan, Kodam II/Sriwijaya sedang melakukan investigasi di lapangan mengenai isu tersebut. ”Mengenai informasi yang ada, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Eko (Kompas.id, 18/3/2025).
Ia meminta agar publik menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan. Jika nantinya terbukti ada keterlibatan oknum TNI, Eko memastikan akan ada sanksi yang diberikan. ”Pasti ada sanksi bagi oknum yang terlibat,” katanya.
Penulis:
Norbertus Arya Dwiangga MartiarEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari