BerandaOlahragaPopsivo Ingin Jadi Tim Ce...

Popsivo Ingin Jadi Tim Cerdik

30 Nov 2018 04:50 WIB · Olahraga

Oleh E06

 Tim bola voli putri Jakarta PGN Popsivo Polwan berlatih di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018). Mereka mempersiapkan diri untuk bertanding pada Proliga 2019 yang akan berlangsung pada 7 Desember 2018-24 Februari 2019.

BOGOR, KOMPAS — Jakarta PGN Popsivo Polwan terus berlatih mematangkan persiapan di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, pada sisa waktu jelang kompetisi Proliga 2019 yang akan berlangsung 7 Desember 2018-24 Februari 2019. Di bawah asuhan pelatih asal Thailand, Chamnan Dokmai, pemain Popsivo berlatih keras meningkatkan kecepatan dan kerja sama tim yang diyakini akan jadi senjata ampuh mereka.

Chamnan mengatakan, dirinya belum bisa bernapas lega meskipun timnya telah diperkuat lima pemain nasional dan dua pemain asing. ”Tim ini memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, tetapi lemah pada aspek teknik bermain,” ujarnya, Kamis (29/11/2018).

Tahun ini, Popsivo merekrut lima pemain timnas Asian Games 2018, yaitu Aprilia Manganang, Amalia Fajrina Nabila, Berllian Marsheilla, Arsela Nuari Purnama, dan Wilda SN Sugandi. Mereka juga diperkuat dua pemain asing, yaitu spiker Yeliz Basa (Turki) dan setter Pornpun Guedpard (Thailand).

Chamnan menuturkan, karakteristik permainan Popsivo saat ini mirip dengan timnas pada Asian Games. ”Jangan sampai tim ini bernasib sama dengan timnas yang melempem di Asian Games meskipun diperkuat pemain hebat seperti Aprilia dan Wilda,” katanya.

Menurut Chamnan, saat itu, timnas yang tampil sebagai tim paling energik gagal bersinar karena hanya bertumpu pada kekuatan fisik pemain. ”Para pemain harus belajar bermain cerdas. Jangan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi harus mampu melihat dan mengeksploitasi kekurangan lawan,” ucapnya.

Pemain sering menganggap kemampuan yang paling penting untuk diasah adalah kekuatan memukul bola. Padahal, menurut Chamnan, hal itu bergantung pada talenta khusus pemain dan siapa lawan yang akan dihadapi.

Misalnya, pemain Indonesia yang postur tubuhnya relatif lebih pendek dibandingkan dengan pemain Eropa seharusnya berlatih agar bisa bergerak lebih cepat dan lebih lincah dari lawannya di lapangan. ”Saya selalu mengingatkan kepada para pemain agar jangan sekadar memukul bola dengan keras, tetapi juga berpikir mencari jalan caranya memenangi laga,” ujar Chamnan.

Sejak latihan perdana pada 8 November, Chamnan sudah menerapkan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan kerja sama pemain. Strategi itu diramu Chamnan agar tenaga pemainnya bisa terjaga meladeni permainan tim lain yang mengandalkan pukulan-pukulan keras spiker mereka.

Hal itu terlihat pada sesi latihan kemarin. Chamnan secara khusus menggembleng anak asuhnya berlatih menerima smes keras Aprilia dan Yeliz. ”Dengan begitu mereka terbiasa mengandalkan kecepatan dan kerja sama menghadapi lawan dengan kelebihan postur tubuh dan tenaga lebih besar,” ujarnya.

Menikmati permainan

Asisten Manajer Jakarta PGN Popsivo Polwan Ernita Pongki mengatakan, meskipun Popsivo disebut sebagai salah satu tim bola voli putri terkuat pada Proliga 2019, ia enggan mematok target muluk. ”Target kami bermain dengan baik, juara bukan tujuan utama,” kata Ernita. Ia memilih untuk membiarkan para pemain Popsivo bermain tanpa beban dan menikmati setiap pertandingan.

Menurut Ernita, tim calon juara baru terlihat pada babak semifinal. ”Tahun ini, kekuatan lima tim peserta akan merata. Mereka punya peluang juara sama besar,” katanya.

Proliga 2019 diikuti lima tim putri, yakni Jakarta PGN Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Bandung Bank BJB Pakuan, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Elektrik PLN. Popsivo akan menjalani laga perdana melawan Jakarta Elektrik di GOR Among Raga Yogyakarta pada 8 Desember.  (PANDU WIYOGA)


Kerabat Kerja

Penulis:

E06
 | 

Editor: