Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan berintensitas tinggi dan gelombang tinggi dalam tiga hari ke depan.
23 Sep 2025 16:24 WIB · Lingkungan
JAKARTA, KOMPAS — Bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam tiga hari terakhir. Kemunculan bibit siklon tropis di Samudra Pasifik Barat sebelah timur laut Papua berkontribusi meningkatkan cuaca ekstrem, terutama di wilayah timur Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Selasa (23/9/2025) melaporkan serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi pada periode 21–23 September 2025. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, angin kencang dan banjir terjadi di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (21/9/2025).
Muhari mengatakan, dampak bencana ini terjadi di enam desa, yaitu Desa Ngranget, Padas, Segulung, Prambon, Banjarsari Kulon, dan Banjarsari Wetan. Sebanyak 78 kepala keluarga terdampak oleh bencana ini, meliputi 78 unit rumah dan 1 fasilitas daerah mengalami kerusakan.
Bibit siklon ini berdampak terhadap meningkatnya cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah timur.
Selain Madiun, wilayah Boyolali di Jawa Tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (21/9/2025). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, menyebabkan kerusakan di Kecamatan Ngemplak, Desa Pandeyan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 89 kepala keluarga terdampak akibat peristiwa ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/12/22/cd6a3ce5-353e-4f7c-abe0-597437eef395.jpg)
Berikutnya banjir juga terjadi di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (22/9/2025). Banjir dipicu curah hujan tinggi di Desa Sekoci dan pasangnya air laut sehingga Sungai Sei Besitang meluap. Sekitar 150 kepala keluarga terdampak, dengan 135 unit rumah mengalami kerusakan.
Tinggi muka air tercatat 80–100 cm dan saat ini mulai berangsur surut. BPBD Kabupaten Langkat bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan monitoring wilayah terdampak.
Kejadian banjir juga terjadi di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, akibat curah hujan tinggi pada Senin (22/9/2025). Banjir ini memengaruhi Desa Tibo dan Desa Kaliburu di Kecamatan Sindue Tombusa Bora, dengan 258 jiwa terdampak dan 66 unit rumah mengalami kerusakan.
Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani mengatakan, bibit siklon tropis 92W saat ini muncul di Samudra Pasifik Barat sebelah timur laut Papua sejak Sabtu (20/9/2025). Bibit siklon ini berdampak terhadap meningkatnya cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia, terutama di wilayah timur.
Menurut Andri, berdasarkan hasil analisis pada Selasa (23/9/2025), pusat sirkulasi bibit siklon tropis 92W terdeteksi di sekitar 10,2 derajat Lintang Utara dan 138,2 derajat Bujur Timur di Laut Filipina sebelah utara Papua. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 20 knot atau 37 km per jam terpantau di utara-timur laut sistem dengan tekanan minimum sekitar 1007 hPa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/23/9c5bafbff2d2eed8973220b53e79f2f7-bibit_siklon.png)
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin, dalam laporannya, menyebutkan, bibit siklon tropis 92W didukung oleh suhu muka laut yang hangat, mencapai 29–30 derajat celsius dan kelembaban udara cukup basah di setiap lapisan. Pada saat yang sama, hal ini juga dipicu oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan Madden Julian Oscillation.
”Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas bibit siklon tropis 92W diperkirakan cenderung mengalami sedikit peningkatan kecepatan pada kuadran barat hingga barat daya sistem dan bergerak ke arah barat,” kata Miming.
Sementara itu, dalam 48-72 jam ke depan, intensitas sistem ini diperkirakan meningkat seiring dengan menurunnya pengaruh Siklon Tropis Ragasa yang saat ini berada di sekitar Filipina. Meski demikian, kekuatan bibit siklon tropis 92 W diperkirakan menurun bersamaan dengan pergerakan sistem ke arah barat memasuki wilayah kepulauan Filipina.
Menurut analisis BMKG, bibit siklon tropis 92W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 Jam ke depan berupa gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter di Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Morotai-Loloda, perairan Timur Kepulauan Halmahera, Perairan Raja Ampat, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang–lebat di wilayah Papua barat daya, Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.
Andri menambahkan, kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby ekuator, pada wilayah dan periode yang sama diprediksi aktif di wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Timur, Sumatera Bagian Selatan, Sebagian Jawa, Kalimantan bagian Selatan, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Selat Makassar, Maluku Utara, perairan utara Maluku Utara, Maluku bagian tenggara, Laut Banda, dan Samudra Hindia Utara Papua. Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Berdasarakan berbagai kondisi meteorologi, menurut perkiraan BMKG, curah hujan tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan dampak terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Daerah lain yang berpotensi terdampak adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Penulis:
Ahmad ArifEditor:
Ichwan SusantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto