Momen Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dibebaskan dari tahanan.
09 Mar 2025 03:31 WIB · Internasional
Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol berjalan keluar dari pusat tahanan sambil tersenyum, lantas membungkukkan badannya di depan para pendukung yang menunggu, sebagai ucapan terimakasih. Sontak pendukungnya menyambut dengan teriakan gegap gempita sambal mengelu-elukan bebasnya pemimpin mereka dari penjara.
Yoon Suk Yeol lantas memasuki mobil dan meinggalkan pusat penahanan di Uiwang, sebelah selatan Kota Seoul, tempatnya ditahan sejak 19 Januari lalu, atas tuduhan pemberontakan setelah menerapkan darurat militer pada 3 Desember 2024.
Peristiwa Sabtu (08/03/2025) ini seakan membuka babak baru drama politik di Korea Selatan.
Yoon bebas dari penjara setelah pengadilan Korea Selatan membatalkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Mantan jaksa Agung ini dituduh menjerumuskan Korsel ke dalam kekacauan pada Desember lalu, saat menetapkan darurat militer yang menangguhkan pemerintahan sipil untuk sementara dan mengirimkan tentara ke gedung parlemen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/08/e2109a3b-aeef-44f7-aab2-14f95514df1c_jpg.jpg)
Yoon lantas didakwa melakukan pemberontakan atas penetapan darurat militer yang berlangsung singkat tersebut. Selain menghadapi tuntutan pidana, Yoon juga dimakzulkan oleh anggota parlemen Korea Selatan pada Desember 2024. Yoon menjadi Presiden Korea ke-3 yang dimakzulkan setelah Presiden Roh Moo Hyun tahun 2004 dan Park Geun Hye ditahun 2017.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/08/3047a687-31b0-4202-99e9-033d3ef0cd7e_jpg.jpg)
Yoon akhirnya ditangkap di kantor kepresidenan pada tanggal 15 Januari dan didakwa dengan penahanan pada tanggal 26 Januari sebagai tersangka pemimpin pemberontakan. Yoon Suk Yeol menjadi Presiden Korea Selatan aktif pertama yang ditangkap penegak hukum. Mantan Jaksa Agung ini dilantik menjadi Presiden Korea Selatan, tanggal 10 Mei 2022, setelah berhasil memenangi pemilihan presiden dengan perolehan suara sebesar 48,5%.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/08/36b185d8-9dca-44fe-8c62-c0e0543a38d7_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/08/37306d1d-3df5-4a4b-91a7-ab26ccb14058_jpg.jpg)
Proses penangkapan ini juga menimbulkan ketegangan terbaru antara penyidik dan personel keamanan pribadi Yoon selama berminggu-minggu. Proses penangkapan Yoon yang berlangsung dini hari juga melibatkan lebih dari 1.000 penegak hukum.
Sejak kasus ini bergulir, warga Korea Selatan seakan terbelah menjadi dua kubu, kubu yang mendukung kebijakan penerapan darurat Presiden Yoon Suk Yeol dan kunu yang mendukung pemakzulan.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra