Potret Greenland, Pulau Terbesar di Dunia yang Diinginkan Amerika Serikat

Pulau yang 80% daerahnya ditutupi es ini menjadi Ambisi Trump untuk dikuasai.

13 Mar 2025 08:08 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Nama Greenland dalam dua hari terakhir manjadi perhatian dunia. Pulau terbesar di dunia yang bukan benua ini menggelar pemilihan umum Selasa (11/03/2025). Sekitar 56 ribu penduduknya akan memilih 31 anggota parlemen. Isu pro dan kontra kemerdekaan menjadi tema utama kampanye dari pihak yang bersaing dalam pemilu.

Terpilihnya kembali Presiden Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) membuat tensi politik di belahan paling utara ini memanas. Sebagai mana diketahui, pada periode pertama menjadi presiden, Trump bermaksud menjadikan Greenland sebagai bagian dari AS.  

Usai diambil sumpah sebagai pesiden kali kedua, Trump kembali menyerukan agar Greenland bergabung dengan AS.

Seorang wanita membawa poster kampanye untuk pemilihan di Nuuk, Greenland, 8 Maret 2025.
Antrean warga di luar tempat pemungutan suara di Nuuk, Greenland, Selasa, 11 Maret 2025.
Seorang anggota partai Naleraq melakukan panggilan video di luar tempat pemilihan parlemen di Nuuk, Greenland, Selasa, 11 Maret 2025.
Antrean di tempat pemungutan suara dalam pemilihan parlemen, di Nuuk, Greenland, Selasa, 11 Maret 2025.
Petugas pemilu bersiap untuk menghitung suara usai pemilihan parlemen di Nuuk, Greenland, Selasa, 11 Maret 2025.

Greenland saat ini adalah wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Wilayah ini memiliki pemerintahan sendiri untuk urusan domestik, tetapi untuk kebijakan luar negeri, pertahanan, dan moneter masih dikendalikan Kopenhagen (Denmark).

Greenland yang 80% wilayahnya tertutup es ini dilirik Amerika Serikat karena letak geografisnya yang strategis. Setelah tentara Nazi menduduki daratan Denmark selama Perang Dunia II, AS menginvasi Greenland, mendirikan stasiun militer dan radio di seluruh wilayah tersebut.

Gunung es mengambang di perairan lepas Nuuk, Greenland, 11 Maret 2025.
Rumah-rumah yang tertutup salju terlihat dari laut di Nuuk, Greenland, Kamis 6 Maret 2025.
Seorang wanita berjalan di depan plakat ajakan untuk mengikuti pemilu di Nuuk, Greenland, Sabtu, 8 Maret 2025.
Foto udara gunung es mengambang di perairan lepas Nuuk, Greenland, pada 11 Maret 2025.
Sebuah papan reklame foto-foto perwakilan partai Demokrat dengan pemimpin Jens-Frederik Nielsen di tempat pemungutan suara Godthaabshallen di Nuuk, Greenland, Selasa, 11 Maret 2025.

Setelah perang usai, pasukan Amerika tetap berada di Greenland. Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, sebelumnya dikenal sebagai Pangkalan Udara Thule, dioperasikan oleh Amerika sampai saat ini.

Pada 1951, Amerika Serikat menandatangani perjanjian pertahanan dengan Denmark, dimana perjanjian itu memberikan Amerika peran penting dalam pertahanan wilayah tersebut, termasuk hak untuk membangun dan memelihara pangkalan militer.

Selain itu, kekayaan sumber daya alam Greenland, termasuk penambangan mineral langka, uranium, dan besi menjadi pertimbangan tersendiri.

Sebuah perahu melewati saluran masuk laut beku di luar Nuuk, Greenland, Kamis, 6 Maret 2025. \

Hasil sementara pemilihan umum, pihak oposisi, atau pihak yang menginginkan kemerdekaan unggul sementara, namun, hasil resmi akan segera diumumkan. Akankan Kemenangan pendukung kemerdekaan memuluskan ambisi Trump?


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .