Potret Konklaf yang Memilih Paus Leo XIV

Perjalanan konklaf hingga menghasilkan Paus ke-267.

09 Mei 2025 17:17 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pintu utama Kapel Sistina perlahan ditutup pukul 17.45 waktu setempat ketika 133 kardinal dari 70 negara telah memasuki ruangan utama. Pintu lantas dikunci dan disegel serta dijaga oleh Garda Swiss yang bertanggung jawab terhadap keamanan di Vatikan.

Tepuk tangan bergema saat 45.000 warga yang berkumpul di Alun-alun Santo Petrus melihat prosesi ini dari layar raksasa yang disediakan di beberapa penjuru alun-alun. Ribuan umat segera memulai berdoa dengan rosario di tangan.

Selama pemilihan Paus, pintu Kapel Sistina akan dikunci. Ini dilakukan untuk memberikan jaminan agar proses konklaf berlangsung secara rahasia dan hening, sebuah proses yang dirancang agar kontemplatif dan bebas dari campur tangan pihak luar.

Foto yang diambil dan dirilis pada 6 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan persiapan Kapel Sistina pada malam konklaf di Vatikan.
Para Kardinal menghadiri misa untuk Pemilihan Paus Roma, sebelum dimulainya konklaf, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, pada 7 Mei 2025.
Foto yang diambil dan dirilis pada 7 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan para kardinal saat misa suci untuk Pemilihan Paus Roma, sebelum dimulainya konklaf, di Basilika Santo Petrus di Vatikan.
Foto yang diambil dan dirilis pada 6 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan segel Garda Swiss Kepausan saat pintu masuk ke Istana Apostolik ditutup menjelang konklaf untuk memilih paus berikutnya, di Vatikan.
Foto yang dirilis pada 6 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan segel dengan kata "Konklaf" saat pintu masuk ke Istana Apostolik ditutup menjelang konklaf untuk memilih paus berikutnya, di Vatikan.
Seorang biarawati berlindung dari hujan saat mengikuti Misa terakhir yang dirayakan oleh para kardinal di dalam Basilika Santo Petrus sebelum konklaf untuk memilih paus baru, di Vatikan, Rabu, 7 Mei 2025.

Semua kardinal dan mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan konklaf wajib menyerahkan ponsel mereka serta sinyal di sekitar Vatikan akan dimatikan untuk mencegah mereka saling komunikasi sampai mereka menemukan pemimpin baru untuk gereja yang beranggotakan 1,4 miliar orang tersebut. Semua mata tertuju pada satu titik, ke cerobong asap yang terpasang di atas atap Kapel Sistina di mana beberapa burung camar putih beterbangan di sekitarnya.

Setelah penantian yang menegangkan, akhirnya asap tipis mulai terlihat keluar dari cerobong yang disambut dengan teriakan dan tepuk tangan. Asap tipis itu semakin lama semakin banyak keluar hingga menjadi gumpalan asap hitam yang bergulung-gulung keluar dari cerobong asap. 

Uskup Agung Diego Giovanni Ravelli menutup pintu Kapel Sistina di Vatikan untuk memulai konklaf untuk memilih penerus Paus Fransiskus, 7 Mei 2025.
Asap hitam mengepul dari cerobong Kapel Sistine, di mana 133 kardinal berkumpul pada hari pertama konklaf, menunjukkan bahwa penerus mendiang Paus Fransiskus tidak terpilih, Rabu, 7 Mei 2025.
Para kardinal tiba di dalam Kapel Sistine di Vatikan pada awal konklaf untuk memilih penerus mendiang Paus Fransiskus, Rabu, 7 Mei 2025.
Orang-orang menunggu asap yang mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina, di mana 133 kardinal berkumpul pada hari pertama konklaf, menunjukkan bahwa penerus mendiang Paus Fransiskus terpilih atau tidak, Rabu, 7 Mei 2025.
Foto yang diambil dan dirilis 7 Mei 2025 oleh Media Vatikan menunjukkan Diego Giovanni Ravelli, pimpinan Perayaan Liturgi Kepausan, menutup pintu kapel Sistine pada awal konklaf untuk memilih Paus baru di kapel Sistine di Vatikan.

Asap hitam yang keluar pukul 21.05 waktu setempat menandai akhir penantian hari pertama. 

Hari itu, Rabu (7/5/2025), konklaf belum berhasil memilih Paus baru, pengganti Paus Fransiskus yang meninggal pada 21 April 2025 di usia 88 tahun. 

Reaksi umat ​​setelah asap putih muncul dari cerobong asap Kapel Sistina tempat 133 kardinal berkumpul pada hari kedua konklaf untuk memilih pengganti mendiang Paus Fransiskus, di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025.

Hari kedua konklaf

Puluhan ribu umat Katolik dari berbagai penjuru dunia masih setia berada di Alun-alun Santo Petrus, Kamis (8/5/2025) atau hari kedua konklaf yang akan memilih Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik. Berbeda dengan konklaf hari pertama yang hanya melakukan satu kali sesi pemungutan suara, konklaf hari kedua berlangsung dalam dua sesi pemungutan suara, yakni sesi pagi dan sore.  

Asap sebagai tanda hasil pemungutan suara merupakan hasil pembakaran seluruh surat suara yang telah digunakan dalam tiap sesi pemungutan. Tradisi membakar surat suara yang telah berlangsung sejak abad ke-15 ini masih diteruskan hingga kini. Umat Katolik seluruh dunia menantikan kabar dari asap yang dikirim sebagai pertanda.

Pada pukul 11.40 waktu setempat, kembali asap hitam pekat bergulung-gulung keluar dari cerobong yang terletak diatas atap Kapel Sistina. Ini merupakan asap kedua yang menandai telah dua kali gagal memilih Paus baru. 

Tepuk tangan dan teriakan kegembiraan bersahutan dari umat yang menantikan prosesi ini. Sebagaimana diketahui, untuk dapat terpilih sebagai Paus, seorang kandidat harus memperoleh setidaknya dua pertiga suara dari seluruh kardinal yang hadir atau sebanyak 89 suara dari 133 jumlah kardinal elektor. Umat masih menantikan satu pertanda asap lagi di hari itu. Mereka melanjutkan penantian sambil doa, sebagian yang lain terlihat mulai meninggalkan Alun-alun Santo Petrus.

Asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina yang menandakan bahwa para kardinal memilih Paus baru selama konklaf mereka di Vatikan, 8 Mei 2025.
Clara seorang biarawati dari Peru berdoa selama pidato Paus Leo XIV yang baru terpilih di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025.
Umat mengacungkan spanduk bertuliskan "Bersama paus", setelah asap putih mengepul dari cerobong asap Kapel Sistina selama konklaf untuk memilih paus baru, di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025.
Kardinal mengikuti pemilihan Kardinal Robert F. Prevost sebagai paus ke-267, memilih nama Paus Leo XIV, di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025
Paus yang baru terpilih Paus Leo XIV, menyapa dari balkon Basilika Santo Petrus untuk pertama kalinya, setelah para kardinal mengakhiri konklaf, di Vatikan.
Para kardinal di balkon Basilika Santo Petrus, mendampingi Paus baru yang menyapa dari Balkon yang sama 8 Mei 2025. Robert Francis Prevost pada hari Kamis terpilih sebagai paus pertama dari Amerika Serikat, dia menjadi paus ke-267 Gereja Katolik, mengambil nama kepausan Leo XIV.
Reaksi deorang pria saat Paus Leo XIV yang baru terpilih, setelah para kardinal mengakhiri konklaf, di Vatikan, pada 8 Mei 2025. AFP/JEFF PACHOUD

Tepuk tangan dan teriakan kembali bersahutan saat dari kejauhan, umat melihat cerobong asap di atas Kapel Sistina kembali mengeluarkan asap tipis. Teriakan itu makin kencang dicampur kegembiraan di antara mereka. Asap putih bergulung-gulung keluar dari cerobong pada pukul 18.00 waktu setempat. Itu pertanda bahwa mereka, umat katolik, mempunyai Paus baru. Kalimat ”Viva ill Papa” bersahutan dengan ”Habemus Papam!”. Kita mempunyai Paus baru….

Konsentrasi beralih dari atap, berpindah ke pintu balkon Santo Petrus Basilika, tempat di mana Paus baru akan menyapa untuk pertama kali kepada umatnya. Mereka berlarian untuk mencari posisi terbaik menyambut Paus baru. 

Dalam foto yang dirilis oleh Keuskupan Chulucanas ini, Uskup Robert Prevost memimpin perayaan ulang tahun Keuskupan di Chulucanas, Peru, 12 Agustus 2024.
Foto ruangan di kapel biara Agustinus Santo Tomas de Villanueva, tempat Robert Francis Prevost, yang menjadi Paus Leo XIV pada 8 Mei 2025, tinggal antara tahun 1988 dan 1998, di Trujillo, di Peru utara, diambil pada hari pemilihannya sebagai paus ke-267 Gereja Katolik.
Dalam foto yang dirilis oleh Persaudaraan Cruz de Motupe ini, Uskup Robert Prevost, yang terpilih sebagai Paus Leo XIV pada 8 Mei 2025, memberkati seorang wanita selama Misa di Motupe, Peru, pada September 2020.
Bagian luar St. Gereja Katolik Mary of the Assumption yang dihadiri oleh Paus Leo XIV yang baru terpilih di masa hidupnya.
Dalam foto yang dirilis oleh Keuskupan Chulucanas ini, Uskup Robert Prevost, ketiga dari kanan, berpose dengan anggota pendeta di Chulucanas, Peru, 12 Agustus 2024.
Paus Leo XIV, saat menjadi Administrator Apostolik Chiclayo Robert Prevost, berkhotbah selama perayaan Corpus Christi di sebuah stadion di Chiclayo, Peru, Jumat, 19 Juni 2015.
Umat memegang foto Uskup Robert Prevost, yang terpilih sebagai Paus Leo XIV, di depan Katedral Chiclayo, Peru, Kamis, 8 Mei 2025, di mana dia menjabat sebagai uskup selama beberapa tahun,

”Damai sejahtera bagimu,” sapa Paus Leo XIV dari balkon Santo Petrus Basilika yang mengenakan jubah merah tradisional dan atribut kepausan 70 menit setelah asap putih keluar. Sorak-sorai dan teriakan ”Viva il Papa” menggema. Lambaian bendera Amerika Serikat juga terlihat di sudut-sudut Alun-alun Santo Petrus. Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai Paus ke-267 dan memilih nama Paus Leo XIV sebagai nama kepausannya.

Paus Leo XIV yang baru terpilih muncul di balkon St. Basilika Petrus di Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025.

”Habemus Papam!”


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan