Prabowo dan Angka Keramat 8 Saat ”Reshuffle”

Perombakan kabinet di era Presiden Prabowo Subianto nyaris tak lepas dari angka 8 yang menjadi angka ”keramat” sekaligus keberuntungannya.

17 Sep 2025 21:05 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Iqbal Basyari, Nino Citra Anugrahanto

Hujan deras mengguyur Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (17/9/2025) siang. Wartawan yang bernaung di bawah pilar samping Istana Negara berlarian mencari tempat berteduh.

Kabar perombakan kabinet berembus kencang membuat tak seorang pun benar-benar meninggalkan lokasi. Terlebih, ada sejumlah nama yang santer dikabarkan dilantik Presiden Prabowo Subianto telah masuk ke kompleks istana.

Bahkan, tanggal pun terasa istimewa. 17 September 2025 disebut ”tanggal cantik”. Angka 1 dan 7 yang jika dijumlahkan menjadi 8. Sebuah pertanda alam kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa besar di era Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Presiden Prabowo, angka delapan bukan sekadar kebetulan. Saat masih menjadi Wakil Komandan Kopassus mendampingi Luhut Binsar Pandjaitan, Prabowo dikenal dengan sandi panggil ”08”. Sementara Luhut sebagai komandan memilih angka ”09” sebagai sandi panggil.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025). Apkasi Otonomi Expo adalah kegiatan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Kegiatan ini merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi Apkasi yang mewadahi 416 pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia, khususnya dalam memfasilitasi promosi komoditi unggulan, peluang investasi dan destinasi prioritas pariwisata yang dimiliki oleh anggotanya. Kompas/Hendra A Setyawan

Hal ini dikisahkan Prabowo beberapa kali, seperti dalam peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada 24 Februari 2025 dan peringatan HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 15 Februari 2025.

Prabowo pun bukan menjadi Presiden keenam atau ketujuh RI, melainkan kedelapan. ”Saya mungkin ditakdirkan jadi Presiden ke-8,” ujar Prabowo saat memberikan arahan dalam peringatan HUT Ke-17 Gerindra.

Dan benar saja, di tanggal beraroma simbolik ini, satu per satu tokoh berdatangan ke Istana. Komisaris Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri muncul dengan payung besar, ditemani istrinya. Tanda-tanda pelantikan para pejabat negara semakin kuat.

Tak lama, menyusul wajah-wajah yang makin menguatkan tanda reshuffle jilid III. Seusai hujan mereda, berturut-turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Sarah Sadiqa, politikus Partai Kebangkitan Bangsa Farida Farichah; serta Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional Komisaris Jenderal Polisi Sony Sanjaya.

Menteri BUMN Erick Thohir, politisi Partai Demokrat Afriansyah Noor, Wakil Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Angga Raka Prabowo juga tiba. Politisi Partai Gerindra Rohmat Marzuki, serta Nanik S Deyang pun muncul. Sementara Djamari Chaniago dikabarkan masuk Istana Negara melalui pintu samping yang tak bisa terjangkau wartawan.

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Dari kiri ke kanan adalah Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Penasihat Presiden untuk Reformasi Polisi Ahmad Dofiri, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

Benar saja, saat jam menunjukkan pukul 15.00, pergeseran kursi menteri dan wakil menteri terjadi. Djamari Chaniago ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Erick Thohir meninggalkan Kementerian BUMN untuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. M Qodari naik menjadi Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan AM Putranto.

Mantan Wakil Kepala Polri Ahmad Dofiri kini dipercaya sebagai penasihat khusus presiden bidang keamanan dan ketertiban masyarakat dan reformasi Polri. Sementara itu, Angga Raka Prabowo dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah—lembaga baru yang menggantikan Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Tak berhenti di sana, Afriansyah Noor dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, dan Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi. Struktur Badan Gizi Nasional juga diperluas dengan dua wakil kepala baru, Nanik S Deyang dan Sonny Sanjaya. Adapun Sarah Sadiqa resmi memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Serba mendadak

Pelantikan yang tak diumumkan jauh-jauh hari ini penuh kejutan, termasuk bagi mereka yang dilantik. ”Baru pukul 13.00 saya dikabari, pelantikannya pukul 15.00,” tutur Nanik S Deyang, tak kuasa menyembunyikan keterkejutan.

Kepala Staf Kepresidenan M Qodari memberikan keterangan kepada wartawan seusai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Begitu pula Qodari yang baru dikabari untuk pelantikan pada jam yang sama. Untungnya, kantor Qodari berada dalam satu kompleks dengan Istana Kepresidenan. Tak perlu waktu lama, setelan jas dipadu dasi biru telah dipakai dan berjalan kaki menuju tempat pelantikan.

Sarah Sadiqa pun mengaku baru saja ditelepon saat sedang beraktivitas di LKPP. Ditanya wartawan apakah benar ia akan menjadi Kepala LKPP, Sarah hanya tersenyum kaku. ”Belum tahu, Mbak,” ujarnya sebelum akhirnya resmi dilantik.

Uniknya, reshuffle kali ini hanya berselang sembilan hari dari perombakan sebelumnya. Pada 8 September lalu, Prabowo juga melantik empat menteri dan satu wakil menteri. Entah kebetulan atau disengaja, reshuffle jilid II lalu juga terjadi di tanggal berangka ”keramat”, angka delapan.

Quote

Orang yang diganti maupun dilantik pun berasal dari poros mana pun, mengandung pesan bahwa tidak ada yang kebal dari reshuffle.

Mereka yang dilantik adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan serta Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Berikutnya, ⁠Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi, ⁠Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Presiden Prabowo Subianto memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Brian Yuliarto menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai menteri pendidikan tinggi, ristek, dan teknologi. Isu perombakan kabinet muncul pertama dari pidato Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2025). Ini adalah perombakan kabinet perdana era Presiden Prabowo Subianto. Selain Menristekdikti, presiden juga melantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, dan Kepala Badan Pusat Statistik. Kompas/Hendra A Setyawan Kompas/Hendra A Setyawan

Bahkan, jika ditarik ke belakang, perombakan pertama kabinet terjadi pada 19 Februari 2025, ketika Brian Yuliarto menggantikan Satryo Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Bak ilmu Jawa gotak gatik gatuk (otak atik cocok), angka 19 juga tak lepas dari angka 8 karena jika 9 dikurangi 1 maka hasilnya pun 8.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, terlepas dari tanggal ”keramat”, reshuffle kabinet memang diperlukan untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong. Bahkan, Presiden juga menggeser orang-orang kepercayaannya untuk menempati posisi baru.

Presiden juga tidak menunggu waktu lama untuk kembali merombak kabinet. Pergantian bahkan dilakukan kurang dari dua minggu, tidak biasa karena waktunya sangat berdekatan.

”Orang yang diganti maupun dilantik pun berasal dari poros mana pun, mengandung pesan bahwa tidak ada yang kebal dari reshuffle," katanya.

Namun, setelah reshuffle kali ini, masih menyisakan kursi Menteri BUMN yang kosong setelah ditinggal Erick. Akankah reshuffle jilid IV terjadi lagi di tanggal-tanggal seputar angka 8? Hanya Prabowo yang tahu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Iqbal Basyari, Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase