Prabowo tegaskan dukungan RI untuk PBB dan perdamaian Gaza, siap kirim pasukan perdamaian.
23 Sep 2025 10:44 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menekankan solidaritas dunia penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas global. Pemerintah Indonesia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk terus menjadi organisasi yang menjaga perdamaian dunia.
Pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dilangsungkan di lantai 27 Gedung Sekretariat PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025). Presiden Prabowo disambut langsung Sekjen PBB Guterres di depan ruang pertemuan dan setelah bersalaman, keduanya berfoto bersama.
Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/5094fa2c-c429-42d7-bfaf-122cf0c13fa7_jpg.jpg)
Adapun Guterres didampingi oleh Deputy Secretary-General Amina Mohammed, Under-Secretary-General for Policy Executive Office of the Secretary-General (EOSG) Guy Ryder, Under-Secretary-General for Political and Peacebuilding Affairs Rosemary DiCarlo, Director, Sustainable Development Unit, EOSG Karima El Korri, serta Political Unit, EOSG Hirofumi Goto.
Sugiono menjelaskan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya solidaritas global dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Upaya bersama untuk pembangunan berkelanjutan dan penguatan peran negara berkembang dalam sistem multilateral pun didorong.
”Indonesia tetap pada komitmennya untuk mendukung sistem multilateral dan tetap percaya, PBB sebuah organisasi yang harus diperkuat dalam rangka menjaga perdamaian dunia,” tuturnya.
Presiden Prabowo juga kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung penguatan PBB. Tak hanya itu, Indonesia juga menyampaikan dukungan kepada PBB dalam menjalankan tugas-tugasnya, termasuk di Gaza. Bahkan, jika perdamaian dan gencatan senjata tercapai di Gaza, lanjut Sugiono, Indonesia menyampaikan kehendak dan kesiapan untuk berkontribusi dengan mengirim pasukan perdamaian ke sana.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/5d88bfe1-df7a-4e4b-89c1-5db765b5c828_jpg.jpg)
Pertemuan ini berlangsung setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato pada High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution atau Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.
Selain bertemu dengan Sekjen PBB, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Jordania Raja Abdullah II. Dalam pertemuan ini, juga dibahas mengenai solusi dua negara dan tanggapan negara-negara yang ada di wilayah Timur Tengah yang secara langsung terdampak situasi di Gaza.
Dorongan untuk tercapainya perdamaian di Gaza pun disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum PBB di New York, Senin (22/9/2025).
Presiden menegaskan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. ”Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” tuturnya.
Semua ini menjadi tanggung jawab historis masyarakat internasional bukan hanya menyangkut masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri. Indonesia sendiri tetap konsisten pada solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya menuju perdamaian.
”Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” lanjutnya.
Presiden juga menyampaikan pentingnya Deklarasi New York yang telah memberikan jalur damai dan adil menuju perdamaian. Pengakuan kenegaraan harus membawa arti perdamaian sejati bagi semua pihak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/03/c6612ace41249e09c374d8132a59fa3c-FAK_4014.jpg)
Selain itu, Presiden Prabowo mengapresiasi langkah sejumlah negara besar yang telah mengakui Palestina. Sejauh ini, Perancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal sudah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
”Pengakuan negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti,” tambahnya.
Selain itu, penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas utama dunia internasional. Kehendak untuk berkontribusi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB, juga disampaikan dalam pidatonya ini.
Sebab, kata Presiden, kita semua harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan. Untuk itu, kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. ”Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” kata Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/21/6151c142-347a-43d8-bb0d-513fe1c1dab8.jpg)
Secara terpisah, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, menyampaikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB.
Menurut Nurul, sikap tegas Presiden Prabowo yang menyerukan kemerdekaan Palestina sekaligus membuka jalan bagi pengakuan Israel jika mereka mengakui Palestina, menunjukkan keberanian sekaligus kebijaksanaan seorang negarawan.
“Pidato Presiden Prabowo adalah pernyataan yang kuat, jelas, dan progresif. Beliau menempatkan Indonesia pada posisi moral yang tinggi sekaligus realistis dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Ini adalah sikap negarawan yang fair dalam mendudukkan Israel secara equal, tanpa mengurangi dukungan penuh Indonesia terhadap perjuangan Palestina,” kata Ketua Media Penggalangan Opini Partai Golkar ini.
Pandangan Presiden Prabowo itu juga membuka ruang terciptanya solusi dua negara (two state solutions) yang adil dan berkelanjutan. Dengan kemerdekaan Palestina dan pengakuan Israel oleh Indonesia, kata Nurul, harapan menuju perdamaian abadi menjadi semakin nyata.
“Pidato ini bukan hanya mencerminkan keberanian, tetapi juga menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang konsisten menjunjung keadilan global. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengakuan kenegaraan harus berarti perdamaian sejati, dan itu adalah pesan yang menggema bagi dunia,” ujar Nurul.
Selain itu, komitmen Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian dinilai kian mempertegas peran aktif bangsa sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam konflik panjang di Timur Tengah. “Bukan hanya retorika, tapi ada tawaran konkret dari Indonesia untuk menjaga perdamaian. Ini sejalan dengan amanat konstitusi kita yang menolak penjajahan dan mendorong ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tambahnya.
Nurul juga menekankan bahwa apresiasi Presiden terhadap negara-negara besar yang telah mengakui Palestina, seperti Inggris dan Perancis, merupakan langkah diplomatis yang tepat untuk memperluas dukungan internasional. “Presiden Prabowo mampu menggalang simpati dan dukungan global. Ini langkah cerdas agar perjuangan Palestina tidak lagi berjalan sendiri, melainkan bersama-sama dengan komunitas internasional,” ujarnya.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan