Presiden Prabowo Subianto menghadiri perundingan perdamaian Gaza yang akan diikuti oleh lebih dari 20 pemimpin negara di Mesir, Senin (13/10/3025).
13 Okt 2025 07:39 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kerja ke Mesir. Menurut rencana, Presiden akan menghadiri pertemuan antarnegara untuk merundingkan perdamaian di Gaza, Palestina. Sebagai langkah lanjutan, Presiden juga mempersiapkan pengiriman 20.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia untuk menjadi pasukan perdamaian di Gaza.
Rencana keberangkatan Presiden Prabowo ke Mesir diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai rapat terbatas Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam. Presiden bertolak ke Mesir pada Minggu menjelang dini hari dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
”Ya, jadi malam hari ini selain memang rutin Bapak Presiden setiap minggu mengadakan rapat koordinasi dengan menteri-menteri terkait, juga malam hari ini tadi Bapak Presiden menyampaikan kepada kami semua bahwa kemarin (Sabtu, 11/10/2025) secara khusus beliau mendapatkan undangan (menghadiri acara mengenai masalah Gaza di Mesir),” ungkap Prasetyo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/13/44276cc0b5ccaf03cadeb7b2f584d361-f5739982_1d53_400c_81db_663cd77ebfda.jpeg)
Ia menambahkan, undangan tersebut disampaikan secara mendadak. Namun, pihak pengundang memohon kesediaan Presiden Prabowo untuk hadir. Sebab, agenda tersebut merupakan bagian dari kelanjutan perundingan yang diharapkan bisa menghasilkan perdamaian di Gaza.
Prasetyo pun belum mendapatkan rencana kegiatan yang bakal diikuti Prabowo selama berada di Mesir. Menurut dia, hal itu wajar karena tidak semua pertemuan antarnegara bersifat terbuka. Kadang, ada pula pertemuan yang diselenggarakan secara tertutup.
”Jadi tadi Bapak Presiden menyampaikan kepada kami semua bahwa untuk menjaga hubungan baik dan itu bagian juga dari ikhtiar kita selama ini bahwa Bapak Presiden memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut,” ujarnya.
Sekalipun undangan tersebut datang mendadak, lanjutnya, RI tetap mempersiapkan dukungan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza, salah satunya dengan mengirim 20.000 anggota pasukan perdamaian. Oleh karena itu, rapat yang digelar Minggu malam juga dihadiri oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Wakil Panglima TNI diminta untuk mulai mempersiapkan misi kemanusiaan setelah perdamaian di Gaza tercapai dan Indonesia diminta untuk ikut membantu mengirim pasukan perdamaian. ”Jadi, manakala dibutuhkan kita sudah siap,” kata Prasetyo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/30/ab4a498a6f4b3ee112b6052dbd3183b8-cropped_image.jpg)
Pertemuan antarpemimpin negara atau konferensi tingkat tinggi (KTT) untuk membahas perdamaian Gaza menurut rencana akan digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin. KTT yang dipimpin oleh Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mempertemukan para pemimpin lebih dari 20 negara. Tak hanya itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres juga dijadwalkan hadir.
Mengacu pernyataan resmi yang dikeluarkan Mesir dan AS, KTT digelar untuk mengakhiri perang di Gaza dan mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. KTT itu juga disebut menjadi langkah untuk mengawali fase baru keamanan dan stabilitas kawasan.
KTT tersebut juga tidak terlepas dari gencatan senjata yang antara Hamas dan Israel yang dimulai sejak Jumat (10/10/2025). Gencatan senjata disepakati di Mesir oleh Mesir, Qatar, AS, dan Turki sebagai penengah. Dalam fase pertama perjanjian damai itu, pasukan Israel ditarik dari sebagian wilayah Gaza sebagai penanda waktu 72 jam bagi Hamas untuk memulangkan 48 tawanan.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel diprakarsai Presiden AS Donald Trump dengan mengajukan 20 poin perdamaian. Sejumlah poin yang disepakati oleh Hamas dan Israel itu antara lain setelah Hamas memulangkan semua sandera, militer Israel secara bertahap membebaskan warga Palestina yang mereka tawan. Jumlah tawanan itu mencapai 2.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak (Kompas.id, 11/10/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/10/a37b4a0f36db87763ee9d649fb146d06-20251010_H01_ADI_Perdamaian_Gaza_mumed.jpg)
Israel juga harus membuka lima gerbang perbatasan dengan Palestina, yakni Kerem Shalom, Al-Muntar (Karni), Al-Awdah (Sufa), dan Beit Hanoun. Gerbang Rafah yang berbatasan dengan Mesir juga harus dibuka untuk menyalurkan bantuan sosial. PBB mengatakan, ada 170.000 ton bantuan yang siap disebarluaskan ketika militer Israel sudah membuka akses.
Setelah fase pertama selesai, Hamas dan Israel dijadwalkan untuk berunding kembali membahas fase kedua. Perjanjian gencatan senjata fase pertama ini belum membahas apabila Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepenuhnya menghentikan serangan ke Gaza.
Adapun AS, Turki, Qatar, Mesir, dan negara-negara lain di Timur Tengah menyatakan siap menurunkan pasukan perdamaian. Namun, itu harus menunggu mandat dari Dewan Keamanan PBB. Khusus untuk tentara AS, menurut rencana, tidak ditugaskan di Palestina, tetapi berjaga di salah satu negara Timur Tengah.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan