Prabowo Ingin KIM Plus Jadi Koalisi Permanen

Semua partai di KIM Plus sepakat mendukung Presiden Prabowo Subianto hingga masa pemerintahannya berakhir pada 2029. Belum pasti mengusung Prabowo di Pilpres 2029.

14 Feb 2025 19:59 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

BOGOR, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto mengajak para elite partai politik pendukung pemerintahannya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju atau KIM Plus untuk membentuk koalisi permanen, yang mendukung pemerintahan yang dipimpinnya hingga 2029.

Semua partai di KIM Plus menyatakan kesiapannya. Namun, untuk mendukung kembali Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, sejumlah partai belum bersikap.

Seluruh pimpinan partai politik (parpol) KIM Plus hadir memenuhi undangan silaturahmi Prabowo di kediaman Prabowo, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025). KIM Plus merupakan gabungan partai pendukung Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, di antaranya Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat, plus tiga partai nonpendukung Prabowo di Pilpres 2024. Tiga partai dimaksud, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hadir pula memenuhi undangan silaturahmi, para anggota Kabinet Merah Putih, serta para kepala daerah terpilih yang diusung oleh KIM Plus pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Acara silaturahmi ini berlangsung tertutup selama sekitar tiga jam.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar seusai pertemuan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022). Kompas/Riza Fathoni (RZF) 18-06-2022

Seusai acara, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan, dalam acara silaturahmi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginannya agar KIM Plus bisa menjadi koalisi permanen. Hal ini dinilai Prabowo sangat penting karena pemerintahan membutuhkan soliditas koalisi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

”Intinya memperkuat koalisi. Pak Prabowo menawarkan koalisi permanen. Pak Prabowo meminta persatuan menjadi kunci utama pemerintahan,” ujar Muhaimin.

PKB pun menyambut baik ajakan Prabowo untuk membentuk koalisi permanen tersebut. Sebab, menurut Muhaimin, untuk percepatan pembangunan, koalisi pemerintahan harus kuat dan terus bersatu.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini mengatakan bahwa koalisi permanen tersebut bisa berlaku sampai kapan pun. Hanya, saat ditanya apakah PKB akan mendukung Prabowo maju kembali pada Pilpres 2029, Muhaimin tidak menjawab. ”Makasih ya,” ujarnya singkat sambil meninggalkan wartawan.

Keinginan Prabowo untuk membentuk koalisi permanen itu diungkapkan pula oleh beberapa elite partai yang mengikuti acara silaturahmi KIM Plus bersama Prabowo. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, misalnya. Ia menyebut bahwa seluruh partai KIM Plus sudah memiliki kesepahaman untuk membentuk koalisi permanen hingga 2029.

”Pokoknya, kami sudah berpikir koalisi permanen. Semua partai solid, satu visi, loyal kepada Pak Prabowo,” ucap Idrus.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ikut membenarkan. Bahkan, bagi PSI, sebaiknya koalisi ini dilanjutkan sampai pada Pilpres 2029. PSI pun menyatakan siap akan mendukung Prabowo untuk kembali maju dalam Pilpres 2029.

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, memberikan keterangan kepada wartawan sebelum acara silaturahmi kebangsaan KIM Plus di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025).

Masih terlalu dini

Sementara itu, menurut sejumlah partai di internal koalisi, masih terlalu dini untuk membicarakan Pilpres 2029. Sebut saja Partai Nasdem. Partai yang baru merapat ke KIM seusai Pilpres 2024 ini menilai masih terlalu dini untuk membahas dukung-mendukung Pilpres 2029. Sebab, pemerintahan baru berjalan sekitar empat bulan.

”Masih terlalu dini. Politik ini, kan, jangankan yang belum kita bicarakan 2029, yang kadang-kadang dalam mulut saja bisa loncat dia keluar. Kan, pesan (Ketua Umum Nasdem) Pak Surya Paloh kepada kami, dari cangkir ke bibir itu dinamikanya tinggi sekali,” kata Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

Namun, setidaknya, menurut Willy, fokus KIM Plus saat ini adalah mendorong dan mendukung program pemerintah agar sukses. ”Partai koalisi KIM Plus itu men-support betul, totalitas, bagaimana kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat ini bisa benar-benar dieksekusi dengan mulus,” ujarnya.

Penjelasan Soal Keterlibatan Anggota Demokrat Ketua Divisi bidang Hubungan Masyarakat Partai Demokrat Ruhut Sitompul, Bendahara Umum Partai Demokrat sekaligus anggota Komisi III DPR Muhammad Nazaruddin dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bidang Penegakan Hukum Benny K Harman (dari kiri ke kanan) memberikan penjelasan di kantor Fraksi Partai Demokrat di kompleks Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2011). Penjelasan itu soal dugaan keterlibatan Nazarudin dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang yang melibatkan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman.

Demokrat setuju penguatan koalisi sampai 2029 karena tantangan ke depan tidaklah mudah. Namun, ketika ditanya apakah Demokrat akan mendukung kembali Prabowo pada Pilpres 2029, belum dapat dipastikan saat ini.

”Belumlah, kita, kan, lihat (kepentingan penguatan koalisi dalam mendukung pemerintahan hingga 2029) ini dulu,” tutur Benny.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan pun berpandangan, belum ada sikap apa pun dari PKS soal apakah akan ikut mendukung Prabowo atau tidak di Pilpres 2029. Sebab, pergelaran Pilpres 2029 juga masih jauh. ”Sikap-sikap partai, kan, tentu, ya, jangan sekarang, sikapnya nanti menjelang itu,” katanya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Ahmad Heryawan, memberikan keterangan kepada wartawan sebelum acara silaturahmi kebangsaan KIM Plus di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025).

Ia pun menegaskan bahwa dalam pertemuan hari ini tidak ada permintaan dari Prabowo agar PKS memberikan dukungan kepadanya di Pilpres 2029. ”Yang ada adalah diumumkan bahwa beliau akan maju kembali pada tahun 2029. Itu diumumkan. Bahwa kemudian nantinya seperti apa, ya, kita tunggu nanti,” imbuhnya.

Meski demikian, lanjut Ahmad Heryawan, PKS sebagai anggota KIM Plus berkomitmen bersama partai-partai lain di internal koalisi untuk mendukung pemerintahan Prabowo sampai 2029.

Dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Kompleks Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/2/2025), kongres tak hanya memutuskan untuk menetapkan kembali Prabowo Subianto menjadi ketua umum dan ketua dewan pembina partai tersebut. Kongres juga meminta kesediaan Prabowo untuk dicalonkan kembali lima tahun mendatang.

”Dan yang terakhir, kongres meminta kepada beliau agar bersedia dicalonkan sebagai calon presiden dari Partai Gerindra (dalam Pilpres 2029). Terhadap hal ini, beliau menyatakan insya Allah, tetapi beliau minta diberi waktu untuk menyelesaikan tugas kepresidenannya, memenuhi janjinya kepada rakyat,” ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, kemarin.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama jajaran pengurus partai menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Ribuan kader menghadiri rapimnas yang akan berlangsung hingga Sabtu (12/8/2022). Dalam Rapimnas itu kader partai meminta Prabowo Subianto diajukan kembali menjadi calon presiden untuk yang ketiga kalinya. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Pada Januari lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). MK menyatakan setiap partai peserta pemilu berhak untuk mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden.

Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengatakan, keputusan Gerindra mengusung Prabowo di Pilpres 2029, ketika pemerintahan baru berusia empat bulan, tentu mengejutkan partai koalisi. Kondisi ini membuat kikuk dan serba salah. "Padahal paska putusan MK di mana PT dihapuskan, semua partai bisa berpeluang mencalonkan kandidatnya. Ini yg membuat koalisi KIM Plus menghadapi dilema," ucapnya.

Gerindra, lanjutnya, tampaknya ingin mengunci agar parpol anggota koalisi, nanti hanya mencalonkan Prabowo. Untuk itu jauh-jauh hari sudah ketuk palu Prabowo sebagai capres 2029. "Gerindra mengambil start duluan sebelum yang lain mencalonkan," ujarnya.

Namun dalam kaitannya dengan koalisi pemerintahan, Lili mengatakan, memang penting untuk membangun soliditas partai koalisi. Sebab, kalau tidak dijaga bisa berantakan.

"Yang harus dilakukan untuk menyamakan pandangan dan menyatukannya yaitu harus sering bertemu. Setiap ada kebijakan yang akan dikeluarkan dirembugkan dulu dengan partai koalisi sehingga kebijakannya nanti akan di-support. Kalau tidak, akan jalan sendiri-sendiri, tidak kompak dan tak seirama," tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase