Penyelesaian konflik di Gaza akan dibahas dalam lawatan di lima negara, termasuk kemungkinan mengevakuasi pengungsi Palestina ke Indonesia untuk sementara waktu.
09 Apr 2025 07:49 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (9/4/2025) pagi ini, untuk memulai lawatan ke lima negara. Penyelesaian konflik di Gaza menjadi salah satu masalah yang akan dibahas. Pemerintah Indonesia pun siap mengangkut pengungsi Palestina untuk sementara waktu, sepanjang disetujui semua pihak.
Presiden Prabowo dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu pukul 01.05. Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut serta dalam rombongan tersebut.
Tampak melepas Presiden antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Angga Raka Prabowo hadir pula di Lanud Halim.
Lima negara yang dikunjungi adalah Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Jordania. Lawatan ini, menurut Presiden, dilakukan karena banyak permintaan terhadap Indonesia agar lebih aktif berperan dalam mencari penyelesaian konflik di Gaza dan di Timur Tengah secara keseluruhan.
”Walaupun Indonesia berada jauh dari kawasan tersebut, Indonesia—pertama sebagai negara yang penduduk Muslimnya terbesar di dunia, juga karena peran Indonesia sebagai negara nonblok, bahkan dianggap sebagai pemimpin nonblok yang berperan selalu bebas aktif, yang tidak mau mengikuti blok mana pun—Indonesia dianggap bisa diterima oleh banyak pihak, bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. Saya kira posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab,” kata Presiden kepada wartawan.
Dia menambahkan, Indonesia siap bila diminta semua pihak yang terlibat untuk berperan sesuai kapasitas dan kemampuan Indonesia. Bahkan, sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sudah mengirim tim medis ke Gaza. Rumah Sakit Indonesia di Gaza pun terus beroperasi dan selalu bersedia menerima korban luka kendati sering diserang.
Untuk itu, Presiden pun mengirim Menteri Luar Negeri agar berdiskusi dengan Pemerintah Palestina dan pihak-pihak di wilayah tersebut. ”Bagaimana pelaksanaannya untuk kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu. Siapa pun yang oleh Pemerintah Palestina dan pihak-pihak yang terkait di situ, mereka ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka,” ujar Prabowo.
Dia memperkirakan jumlah pengungsi Palestina yang bisa diangkut ke Indonesia pada gelombang pertama sekitar 1.000 orang. Para pengungsi akan berada di Indonesia untuk sementara sampai pulih kembali. Setelah sehat dan kondisi Gaza memungkinkan, para pengungsi bisa kembali ke daerah asalnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/09/937aa7d7-8ca3-44b7-bf6a-56c7b2639169_jpg.jpg)
Hal tersebut, lanjut Prabowo, menjadi sikap Pemerintah Indonesia. ”Untuk itulah, saya harus berkonsultasi dengan pemimpin-pemimpin di daerah tersebut karena terus sering kami dikirim utusan, ditelepon dan sebagainya (serta ditanyakan) bagaimana kesiapan Indonesia untuk membantu mencari penyelesaian atau membantu mendorong penyelesaian di Gaza,” tambahnya.
Kendati hal ini rumit, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Kunjungan Presiden akan dimulai dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Prabowo menyebut pertemuan ini untuk melakukan konsultasi dan untuk tukar-menukar pikiran tentang perkembangan geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini.
Bagaimana pelaksanaannya untuk kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu. Siapa pun yang oleh Pemerintah Palestina dan pihak-pihak yang terkait di situ, mereka ingin dievakuasi ke Indonesia, kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk mengangkut mereka.
Dari Abu Dhabi, Prabowo akan melanjutkan ke Ankara, Turki. Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan, Kamis (10/4/2025), serta menggelar pertemuan bilateral. Ini sekaligus menjadi kunjungan balasan.
Presiden Republik Turki Recep Tayyib Erdogan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 12 Februari lalu. Saat itu, menurut Prabowo, Erdogan juga mengundangnya untuk menghadiri suatu forum diplomatik di Kota Anatolia.
”Saya juga akan melaksanakan konsultasi dengan beliau (Presiden Erdogan) tentang beberapa hal, juga menyangkut geopolitik dan geoekonomi, juga kerja sama industri dan perdagangan dan pendidikan serta kebudayaan. Kita punya hubungan yang cukup luas dan komprehensif dengan Turki,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/11/f197bf69-8ec9-4585-9b71-19c27e2432df_jpg.jpg)
Dari Turki, Prabowo melanjutkan ke Kairo, Mesir. Presiden Prabowo dijadwalkan akan bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Sabtu (12/4/2025).
Negara yang dikunjungi berikutnya adalah Qatar. Di Doha, Qatar, Presiden akan bertemu Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Tsani, Minggu (13/4/2025). ”Dari Kairo, saya akan terbang ke Doha, Qatar, untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan dan untuk menyelesaikan kesepakatan-kesepakatan antara Qatar dan Indonesia. Juga tanda tangan berbagai perjanjian dan kesepakatan yang cukup strategis bagi kedua negara kita,” tuturnya.
Negara terakhir yang dikunjungi kali ini adalah Jordania. Di sana Presiden Prabowo akan bertemu dengan Raja Abdullah II.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari